MAGELANG - Kota Magelang, 11 April hari ini, tepat berusia 1.110 tahun. Kota yang terletak di jalur strategis Kota Jogja dengan Kota Semarang ini memiliki luas wilayah 18,12 km2, meliputi tiga kecamatan dan 17 kelurahan.
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkot Magelang, pada tahun 2014 penduduk kota ini tercatat 120.930 jiwa. Pada masa lalu, kota ini menjadi pusat Karesidenan Kedu yang meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo dan Kebumen.
Peringatan Hari Jadi Kota Magelang yang selalu diperingati setiap tahun ini menjadi momen yang spesial bagi masyarakat Kota Magelang. "Ini menjadi momen bagi pemkot untuk memberikan hiburan berupa pesta rakyat kepada masyarakat Kota Magelang," kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito.
Pada masa jabatannya kedua ini, Sigit yang dibantu Wakil Wali Kota Windarti Agustina mengatakan ia dan jajarannya akan melaksanakan action plan program 100 hari. Antara lain meliputi program perluasan kesempatan kerja melalui kegiatan padat karya, dan kesehatan gratis dengan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
"Saya prioritaskan program operasional dalam rangka mempercepat terwujudnya visi dan misi Kota Magelang sebagai kota jasa yang modern dan cerdas, dilandasi masyarakat yang sejahtera dan religius," kata Sigit kepada Radar Jogja.
Terhadap wujud kotanya, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Magelang ini ingin Kota Magelang mempunyai jantung kota yang indah asri dan nyaman. Ia pun segera membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Jalan Majapahit.
Melalui negosiasi dengan mengedepankan komunikasi yang baik antara pemkot dan PKL, akhirnya ada kesepakatan. "Rencanya akan dibuat RTH agar semakin nyaman. Apalagi kita selalu memperebutkan Adipura. Kalau tertata kan jadi indah kota ini," ujarnya.
Sigit menambahkan, pihaknya tidak akan bisa membangun Kota Magelang jika tidak ada kontribusi dan kepedulian dari masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap pada momentum hari jadi, masyarakat Kota Magelang terus bisa memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan kota ini.
Kabag Humas, Protokol dan Santel Setda Kota Magelang Sutomo Hariyanto mengakui, selama masa kepemimpinan Sigit Widyonindito, Kota Magelang menjadi lebih rapi, bersih dan nyaman.
Ini tak berlebihan karena Sigit yang telah menjabat dua periode ini selalu getol dalam penataan kota. "Seperti penataan yang dilakukan di Jalan Majapahit, sekarang menjadi rapi dan tidak ada PKL," katanya.
Salah satu program pembangunan selanjutnya, adalah gedung olahraga (GOR) Samapta di Sanden. Pria yang akrab dipanggil Tomo ini mengatakan, wali kota sudah bersiap untuk pembangunan GOR agar lebih representatif.
"Selain itu juga di bidang pariwisata, seperti Gunung Tidar. Kita ingin orang yang berkunjung ke Kota Magelang rasanya belum mengunjungi kawasan Gunung Tidar seperti tidak lengkap," imbuhnya.
Terhadap momentum hari jadi, Tomo berharap masyarakat mendukung program-program yang diberikan pemkot untuk kebaikan bersama. Ini agar tercipta kota yang cerdas, modern dan religius. "Kita harus bersama-sama dalam mewujudkan visi dan misi Kota Magelang," tambahnya. (cr1/laz) Editor : Administrator