Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gula Semut Kulonprogo Menyasar Pasar Kanada

Administrator • Kamis, 17 Maret 2016 | 23:46 WIB
Photo
Photo
HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
PROSPEKTIF: Sejumlah karyawan Koperasi Serba Usaha (KSU) Jatirogo melakukan proses pengemasan gula semut.

KSU Jatirogo Ingin Ekspor Sendiri tanpa Pihak ketiga


Produksi gula semut Kulonprogo terus berkembang. Salah satunya produksi Koperasi Serba Usaha (KSU) Jatirogo yang berkesempatan menjajaki ekspor ke Kanada. Bagaimana peluangnya?
HENDRI UTOMO,Kulonprogo
GULA KELAPA, gula merah atau gula Jawa tentu tak asing lagi. Makanan dan minuman sehari-hari banyak yang memanfaatkannya untuk pemanis atau bumbu pelengkap.

Nah, sejak beberapa tahun lalu, ada pengembangan produk gula dari bahan nira kelapa ini, yakni gula semut. Gula yang sekilas mirip semut atau bubuk kristal ini memang dikenal memiliki beberapa kelebihan.

Salah satunya bisa bertahan lebih lama tanpa perubahan warna dan rasa. Saat disimpan dalam bungkus atau tempat yang rapat, karena kadar air yang terdapat pada gula semut hanya berkisar 2-3 persen.

Project Manager Canada-Indonesia Trade and Private Sector Assistance Project (TPSA) Said Fauzan Baabud menyatakan, gula semut asal Kulonprogo memiliki kualitas yang sesuai untuk pasar Kanada. "Sudah memenuhi standar internasional. Baik produksi, operasional, maupun sertifikasinya. Terlebih lagi sudah diekspor ke Amerika Serikat," terang Said di Gudang KSU Jatirogo, kemarin (15/3).

Menurutnya, gula semut merupakan satu dari delapan komoditas potensial Kulonprogo yang layak diekspor ke Kanada. Tujuh komoditas lainnya meliputi kopi, lada, virgin coconut oil (VCO), tekstil, garmen, mebel, dan sepatu olahraga.

Menurutnya, Kanada adalah pasar potensial, karena penduduknya multikultural dan memiliki selera tinggi terhadap gula semut. Masyarakat Kanada memang menggemari produk organik untuk konsumsi pribadi. "Mereka rela membayar mahal untuk mendapatkan produk-produk organik seperti gula semut," jelasnya.

Said menyatakan, hasil kunjungannya kali ini akan dilaporkan ke Kementrian Perdagangan RI untuk ditindaklanjuti. Kendati demikian, dia belum bisa menyebutkan harga yang akan diberikan untuk produk gula semut Kulonprogo ini.

Secara teknis pengurus koperasi akan dipertemukan langsung kepada pihak pembeli untuk mendapatkan kesepakatan yang memuaskan di kedua belah pihak. "Akan kami laporkan ke kementiran awal April untuk diproses," katanya.

Hal ini diharapkan bisa membantu mengembangkan KSU Jatirogo yang selama ini hanya melakukan ekspor melalui pihak ketiga. Jika kesepakatan bisa dicapai, KSU Jatirogo bisa mengekspor produknya tanpa campur tangan pihak ketiga. Harga yang didapatkan juga tentu akan lebih memuaskan.

Menurut Said, sistem koperasi yang diaplikasikan di Kulonprogo sangat baik. Sehingga bisa memberikan kesejahteraan bagi petani dan anggota koperasi. Bukan hanya perseorangan atau pihak swasta semata. "Melalui koperasi kesejahteraan bisa merata, para petani nira kelapa juga ikut merasakan hasilnya," ujarnya.

Manager KSU Jatirogo Theresia Eko Setyowati mengungkapkan, sedianya selama ini pihaknya sudah cukup puas dengan sistem ekspor melalui pihak ketiga. Karena pembayarannya lancar pihaknya bisa menentukan harga sendiri. Harapannya, dengan bisa mengeskpor sendiri tanpa pihak ketiga, hasilnya bisa lebih baik.


"Untuk ekspor ke Amerika Serikat Rp 25.700 per kilogram dengan biaya kemasan dari pihak pembeli. Namun dengan tawaran ini (bisa ekspor sendiri tanpa pihak ketiga) saya menyatakan berminat," ungkapnya.

Setyowati memaparkan, untuk ekspor sendiri KSU Jatirogo masih terkendala dengan permodalan yang kuat dan kemampuan produksi. Salah satunya petani yang terlibat dalam produksi gula semut harus dibayar dengan tunai setiap menyetorkan produksinya. "Untuk bisa begitu, harus memiliki modal, karena harus bisa memastikan pembayarannya berjalan lancar," paparnya.

Setyowati menyebutkan, jika kesepakatan berhasil, dia memastikan tahun 2017 KSU Jatirogo akan mulai melakukan ekspor langsung tanpa perantara pihak ketiga. beberapa persiapan yang akan dilakukan antara lain mengikuti pelatihan manajemen ekspor oleh kementrian terkait serta belajar membaca tren pasar. "Kami juga harus mulai melakukan pertemuan dengan pembeli dari Hongkong secara langsung pada April 2016 mendatang," ucapnya. (din/ong) Editor : Administrator
#Kulonprogo #gula semut