Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pohon Trembesi di Bawah Jaringan Listrik

Administrator • Senin, 25 Mei 2015 | 22:23 WIB
Photo
Photo
MAGELANG - Perencanaan yang kurang matang dalam upaya menghijaukan Jalan Mataram dengan pepohonan memberi dampak negatif pada jaringan listrik. Saat ini, terlihat puluhan pohon jenis trembesi ditanam tepat di bawah jaringan listrik. Bahkan, sejumlah pohon pertumbuhannya ada yang menempel pada kabel listrik tersebut.
"Dalam penanaman pohon di Jalan Mataram, sepertinya tidak dengan perencanaan matang. Yakni ditanam di bawah jaringan listrik. Sehingga tidak butuh waktu lama, pohon yang ditanam awalnya setinggi dua meter, sekarang empat meter dalam waktu beberapa bulan. Yang terlihat, banyak yang mendekati kabel listrik. Bahkan ada yang sudah menyentuhnya. Terus kalau 2-3 tahun, mau jadi apa nantinya," kritik Sriyanto, warga Kampung Sanden, Kramat Selatan, Magelang Utara, kemarin (24/5).
Pria yang juga ketua DPC PKPI Kota Magelang ini berujar, sejatinya dirinya sepakat dengan program penghijauan yang dicanangkan Pemkot Magelang. Namun, usaha perlu diimbangi dengan perhatian intensif soal penempatan penanaman ribuan pohon peneduh tersebut.
"Memang hasilnya biar nanti sejuk, rimbun, dan terkesan hijau dengan pemandangan yang bagus. Tapi jangan terus enggak pakai otak seperti itu. Masak pohon trembesi yang kalau lima tahun sudah rimbun, ditanam persis di bawah jaringan listrik. Kan bahaya sekali," sindir mantan anggota DPRD Kota Magelang ini.
Sementara itu, Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Tidar (Untidar) Abdul Hamid menjelaskan, pohon trembesi sampai saat ini masih jadi favorit pemerintah menggalakkan penghijauan. Pemerintah memilih menanam pohon berkriteria keras tersebut di tepian jalan. Padahal, pohon trembesi tidak sepenuhnya positif ditempatkan area seperti itu.
"Trembesi punya akar yang kuat dan banyak membutuhkan air. Dari segi pertumbuhannya terbilang lebih cepat ketimbang jenis lain. Tapi dampak negatifnya, batangnya banyak getah dan rentan patah," ungkap Hamid.
Pria yang kini menjalani profesi sebagai guru ini menilai, penanam pohon trembesi kurang cocok jika ditempatkan di tepian jalan. Menurutnya, akar yang kuat bisa merusak pondasi. Bahkan, pondasi yang terbuat dari beton.
"Dari segi rimbun memang sudah benar. Tapi akarnya juga kuat. Ini sangat berdampak terhadap trotoar," paparnya.
Terpisah, Humas PLN Area Magelang Supriyanto mengungkapan, pihaknya segera melayangkan surat pada instansi terkait soal adanya penanam pohon di bawah jaringan listrik PLN tersebut.
"Nanti kami akan berkoordinasi dengan instansi yang bersangkutan dan memutuskan kebijakan yang paling arif seperti apa," sambungnya.
Mantan Manajer Rayon Surakarta Kota ini menambahkan, selama ini PLN gencar melakukan penebangan pohon yang berada dekat dengan jaringan listrik. Ia berharap, baik warga maupun pemerintah setempat bisa bijak. Misal, menyediakan area radius tiga meter di sekitar jaringan. Hal ini, untuk memaksimalkan perawatan dan pelayanan pada masyarakat agar tidak terganggu.
"Kami sangat mendukung adanya pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH) untuk kenyamanan lingkungan. Tapi, jangan terus membabi-buta dan dampaknya bisa mengganggu jaringan listrik," kritiknya.
Supriyanto mengatakan, jenis pohon trembesi tergolong tanaman keras. Sehingga, tidak menutup kemungkinan kabel listrik akan kalah dengan dahan rimbun pohon ini.
"Terkait keberadaan pohon-pohon kota, kami akan surati pemkot. Semua dilakukan dalam rangka upaya meningkatkan mutu layanan pada masyarakat, jangan sampai terkena jaringan listrik dan mengakibatkan gangguan," janjinya.(dem/hes/ong)
PLN Akan Surati Instansi Terkait Editor : Administrator