JAMU CLASS: Kelas jamu ditujukan untuk para tamu yang ingin mengetahui bagaimana cara membuat jamu. Menu jamu tradisional ini setiap hari sudah bisa dinikmati pada saat sarapan pagi di 1918’s Terrace.
Membuat Sendiri dan Mengetahui Khasiatnya
JOGJA - Bagi masyarakat Indo-nesia, jamu mungkin bukan se-suatu yang asing. Minuman tradi-sional yang dibuat dengan rempah-rempah alami ini sudah dikenal sejak dulu. Khasiat jamu, mem-buat minuman ini masih dikenal hingga sekarang.Memperkenalkan jamu tradisio-nal bagi para tamu, The Phoenix Hotel Jogja menghadirkan jamu tradisional dengan kemasan yang berbeda dalam Jamu Class. "Mungkin ada beberapa tamu lokal yang belum pernah men-coba jamu ataupun proses pem-buatannya.
Kami perkenalkan juga bagi tamu mancanegara," ujar Public Relations Manager The Phoenix Hotel Jogja Marlya Chris-tina, Senin (13/10).Dirinya mengatakan Jamu Class hadir setiap hari Kamis mulai pukul 16.00 di 1918’s Terrace. Kelas jamu ini ditujukan untuk para tamu yang ingin mengetahui bagaimana cara membuat jamu.
Dimana setiap hari jamu ini sudah bisa dinikmati pada saat sarapan pagi.Pembuat jamu tradisional sengaja didatangkan untuk mengajarkan cara membuat jamu. Sekaligus menjelaskan manfaat dari masing-masing jamu. "Aktivitas ini cukup menarik bagi para tamu, mereka bisa mengikuti proses pembua-tan jamu. Kemudian diakhir sesi mereka dapat mencicipi jamu sepuasnya," ujar Marlya.
Masih mempertahankan sisi tradisionalnya, jamu yang diolah masih menggunakan peralatan tradisional. Mulai dari cara meng-haluskan bahan dengan cara ditumbuk, menggunakan wadah dari tembikar dan sebagainya. Sehingga beberapa jenis jamu yang dibuat seperti beras kencur, brotowali, kunir asam dan serai masih fresh. "Khasiatnya juga berbeda-beda, misalnya kunir asam ba-gus untuk para perempuan. Sedangkan untuk daya tahan tubuh jamu brotowali juga ba-gus," ujarnya. (dya/ila/jiong) Editor : Administrator