Virgil Van Dijk: Liverpool Mengambil Resiko dalam Gaya Permainan ala Andoni Iraola

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Minggu, 1 November 2026 | 14:50 WIB
Manajer Liverpool, Andoni Iraola dan kapten Virgil van Dijk.
Manajer Liverpool, Andoni Iraola dan kapten Virgil van Dijk.

RADAR JOGJA - Gaya sepak bola yang mengandalkan prinsip risiko-imbalan (risk-reward) ala Andoni Iraola mulai diterapkan di Liverpool. Kapten Virgil van Dijk mengungkapkan bahwa para pemain kini semakin percaya diri dalam menjalankan rencana permainan tersebut.

Penerapan kembali taktik tekanan tinggi (high press) musim ini memaksa para pemain keluar dari zona nyaman dan memikul tanggung jawab lebih besar dalam pengambilan keputusan.

Sebagai contoh, sering terlihat Van Dijk maju hingga 15–20 yard ke wilayah lawan untuk melakukan tekanan, atau bek kanan Ronald Araujo yang bergerak jauh ke tengah lapangan untuk meredam pergerakan lawan.

Baca Juga: Jangan Asal Lap, Ini Penyebab Lensa Kacamata Cepat Buram dan Cara Merawatnya agar Tetap JernihItu

Pendekatan ini memang bisa menyisakan ruang kosong di lini belakang, dan Van Dijk mengakui bahwa terkadang muncul situasi yang kacau. Namun, manfaatnya mulai terlihat dimana kemenangan lewat adu penalti melawan Chelsea di Carabao Cup pada tengah pekan menandai kemenangan kelima secara berturut-turut.

Pertandingan hari Minggu melawan Arsenal di Anfield akan menjadi tantangan terbesar, tetapi Van Dijk menegaskan bahwa timnya tidak akan memperlakukan sang juara bertahan dengan cara yang berbeda dari lawan lainnya.

"Menurut saya, menghadapi tim mana pun adalah sebuah tantangan. Ketika lawan tahu kita ingin merebut bola di area depan, mereka akan mencoba memancing kita ke posisi yang sulit, dan di situlah kita harus mampu membaca permainan," ujarnya.

Baca Juga: Sempat Terancam Punah, Seni Karawitan Madurejo Kini Bangkit Lewat Enam Sanggar

"Sebagai contoh, Hendo (mantan rekan setim di Liverpool, Jordan Henderson) pernah turun jauh ke belakang untuk memancing salah satu dari kami keluar dari posisi, sehingga tercipta ruang kosong di belakang. Saat itu terjadi, kita harus segera memutuskan: apakah harus maju mengejar atau tetap di posisi? Jadi, ini semua soal membaca jalannya pertandingan."

"Terutama di sini, sejak awal laga, kita harus berani tampil habis-habisan dan mengambil risiko tersebut. Jika kita berhasil merebut bola di area depan, dukungan penonton pun akan meningkat, dan itu menciptakan energi yang sangat membantu sepanjang 90 menit pertandingan."

"Saat ini memang ada tren di mana setiap pemain terlibat dalam duel satu lawan satu, dan kita harus terus berpikir tentang langkah apa yang akan diambil selanjutnya."

Baca Juga: Berburu Foto Pemotor Sunmori di Senayan, Fotografer Jalanan Bisa Raup Jutaan Rupiah

"Apakah kita akan bermain langsung dan mengejar bola kedua, atau mencoba menembus pertahanan lawan? Itulah risiko dan imbalan yang harus kita hadapi. Anda harus mampu beradaptasi, dan itu juga merupakan bagian dari tugas kami. Manajer memang bisa menyusun rencana, tetapi kami sebagai pemain memiliki tanggung jawab untuk mengeksekusinya dan memenangkan pertandingan, namun kamilah yang berada di lapangan yang memiliki pengaruh paling besar."

Liverpool menunjuk Iraola untuk mengembalikan gaya permainan berintensitas tinggi yang sempat hilang di bawah pendahulunya, tetapi Van Dijk menegaskan bahwa ini bukan berarti kembali ke gaya gegenpressing ala Jurgen Klopp.

"Menurut saya, ini adalah era yang berbeda, zaman yang berbeda. Di bawah asuhan Jurgen, kami sering melakukan tekanan dengan pergerakan yang rapat, kami berusaha mengurung lawan di satu sisi lapangan, tetapi sepak bola telah berubah," tambahnya.

Baca Juga: Nasi Panas vs Nasi Dingin, Pilih Mana yang Lebih Bagus untuk Diet dan Gula Darah?

"Jadi, situasinya memang berbeda, namun satu hal yang tetap sama adalah intensitas dalam melakukan sprint, berlari, dan upaya untuk merebut kembali bola secepat mungkin."

"Selain itu, kami juga harus bermain sedikit lebih langsung, yang pada gilirannya membantu kami memenangkan bola di area lawan."

"Anda harus menemukan keseimbangan yang tepat; menurut saya, kami tetap bisa membangun serangan meski di bawah tekanan lawan, tetapi kami juga bisa bermain langsung dan terkadang, saat bermain di kandang, hal itu memang diperlukan."

Baca Juga: Bagaimana Research Bootcamp dan Research Partnership Membuka Akses Pelajar ke Dunia Sains

"Anda harus mencoba menciptakan situasi yang kacau, memenangkan bola kedua, serta terlibat dalam duel-duel fisik; itulah hal yang saat ini terus kami pelajari."

Editor : Satria Putra Sejati
liverpool jurgen klopp Andoni Iraola virgil van dijk