SLEMAN – Kemenangan perdana PSS Sleman di BRI Super League musim 2026/2027 tak hanya ditentutkan teknis di lapangan. Faktor nonteknis juga menjadi perhatian manajeman, usai tiga kekalahan beruntun.
Kunci utamanya terletak pada keberhasilan dalam membangun chemistry dan ikatan kekeluargaan antarpemain, tim pelatih, hingga jajaran manajemen.
Asisten Manajer PSS Sleman Taufiq Fuady membeberkan, jika tidak ada rumus rahasia yang rumit untuk menyatukan puluhan kepala dalam satu tim.
Baca Juga: Klaim Jumilah Jos Tenan Efektif Tangani 870 Kg Sampah Plastik Residu Per Hari, Ini Kata DLH Joga
Manajemen mengandalkan pendekatan humanis dan komunikasi yang intens secara berkala untuk mencairkan sekat-sekat antar personal. "Sebenarnya banyak cara. Kami mulai dari hal-hal sederhana seperti gathering bersama, lalu kami dinner together (makan malam bersama)," katanya, Rabu (14/10).
Menurut Taufiq, momen santai di luar lapangan seperti makan malam bersama atau agenda kumpul santai justru menjadi sarana paling efektif untuk meruntuhkan kekakuan.
Melalui suasana yang lebih luwes, para pemain, baik pilar lokal, pemain muda, maupun legiun asing, bisa lebih leluasa berbaur dan saling mengenal karakter satu sama lain.
Baca Juga: 140 Warga Kajoran Keracunan Es Buah, Alami Gejala Diare hingga Demam
Tak hanya mengandalkan agenda rekreatif, lanjut Taufiq, manajemen PSS Sleman juga mengedepankan keterbukaan dalam menyelesaikan setiap dinamika yang terjadi di internal tim.
Pendekatan persuasif dilakukan secara rutin melalui dialog tatap muka secara kekeluargaan. "Terus kami juga diskusi terkait dengan sebenarnya ada apa sih, masalah apa. Kami juga melakukan hal itu secara internal," ucapnya.
Baca Juga: Ijazah Gibran: DPR Bisa Mengelak Sampai Kapan?
Taufiq menambahkan, ruang-ruang diskusi terbuka seperti sharing session juga menjadi menu wajib yang rutin digelar di markas tim. Melalui sesi ini, seluruh elemen tim diberikan kesempatan untuk saling melempar masukan, mengevaluasi kendala, hingga menyampaikan keluh kesah tanpa adanya rasa canggung.
"Lalu kami juga sharing session juga dilakukan di tempat kami. Dari situ kepercayaan dan kekompakan tim secara perlahan terbentuk," lontarnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo