RADAR JOGJA - Arsenal mulai menunjukkan ketertarikan terhadap talenta muda Borussia Dortmund, Justin Ejodamen. Gelandang yang baru berusia 15 tahun tersebut bahkan mulai mendapat julukan sebagai calon penerus Jude Bellingham.
Ejodamen merupakan pemain kelahiran 2011 yang saat ini masih memperkuat tim muda Dortmund. Ia juga sudah mendapat kesempatan membela Timnas Italia U-16.
Debutnya bersama Italia U-16 terjadi ketika menghadapi Spanyol dalam laga uji coba pada 17 September 2026. Namun, pertandingan tersebut tidak berjalan sesuai harapan karena Italia harus menelan kekalahan telak 1-5.
Dari sisi individu, Ejodamen juga hanya bermain selama satu babak. Ia ditarik keluar ketika Italia sudah tertinggal 1-3.
Meski demikian, penampilannya bersama akademi Dortmund telah cukup untuk menarik perhatian sejumlah klub besar Eropa. Arsenal disebut menjadi salah satu klub yang serius mempertimbangkan untuk memboyong pemain muda tersebut.
Baca Juga: Trans Home Terbakar 72 Jam, Kini Berstatus Hijau; Manajemen Pastikan Tak Ada PHK
Arsenal Mulai Serius Kejar Ejodamen
Menurut laporan yang beredar, Arsenal kini masuk dalam jajaran kandidat serius untuk mendapatkan tanda tangan Ejodamen.
Potensi besar pemain muda tersebut membuatnya dibandingkan dengan Bellingham. Kemiripan itu bukan sekadar karena keduanya sama-sama berkembang di akademi Dortmund.
Ejodamen disebut memiliki kombinasi kemampuan fisik, teknik, serta kemampuan membawa bola yang membuatnya menarik perhatian para pemandu bakat.
Ia juga dinilai memiliki kecerdasan dalam membaca ruang dan kemampuan muncul di posisi berbahaya pada waktu yang tepat.
Menariknya, Ejodamen memiliki sejumlah pilihan terkait negara yang dapat dibelanya di level senior. Selain Italia, ia dikabarkan memiliki peluang untuk memperkuat Nigeria maupun Jerman.
Namun, Arsenal tidak sendirian dalam perburuan pemain tersebut.
Barcelona, Chelsea, AC Milan, dan Juventus juga disebut memantau perkembangan Ejodamen. Bahkan, Barcelona dikabarkan saat ini berada di posisi terdepan dalam persaingan mendapatkan sang wonderkid.
Di sisi lain, Dortmund masih optimistis dapat mempertahankan salah satu prospek terbaik dari akademinya tersebut.
Baca Juga: Juventus Intip Giovanni Leoni, Liverpool Tegaskan Tak Buka Pintu untuk Bek Muda Italia
Arsenal Terbentur Aturan Brexit
Ambisi Arsenal mendapatkan Ejodamen juga menghadapi kendala besar. Masalahnya bukan sekadar persaingan dengan klub-klub elite Eropa, tetapi juga aturan terkait transfer pemain muda setelah Brexit.
Ejodamen akan berusia 16 tahun pada April 2027. Klub dari negara Uni Eropa pada dasarnya dapat merekrut pemain Eropa berusia 16 atau 17 tahun dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Namun, klub Inggris memiliki keterbatasan berbeda setelah Brexit. Arsenal tidak dapat mendatangkan pemain Eropa berusia 16 atau 17 tahun untuk masuk ke sistem mereka dan harus menunggu hingga sang pemain berusia 18 tahun.
Artinya, Arsenal berpotensi harus menunggu hingga 2029 untuk mendapatkan Ejodamen dalam kondisi yang memungkinkan.
Sebaliknya, Barcelona, AC Milan maupun Juventus berpeluang bergerak lebih cepat pada 2027.
Situasi tersebut tentu menjadi tantangan bagi Arsenal jika benar-benar ingin memenangkan perburuan sang wonderkid.
Baca Juga: Budi Utama Kembali ke Final Party Junior DBL 2026 Jogja, Tekuk Hagios 55-41
Arsenal Tetap Butuh Gelandang Muda
Kebutuhan Arsenal terhadap pemain muda di lini tengah sebenarnya cukup terbuka. Saat ini, Myles Lewis-Skelly menjadi salah satu gelandang termuda dalam skuad utama The Gunners dengan usia 20 tahun.
Ethan Nwaneri sebenarnya juga masuk dalam kategori tersebut, tetapi pemain muda itu tengah menjalani masa peminjaman di Dortmund.
Karena itu, Arsenal dinilai membutuhkan investasi jangka panjang untuk regenerasi lini tengah.
Ejodamen dapat menjadi salah satu proyek masa depan yang menarik. Namun, Arsenal harus bergerak cepat sekaligus menghadapi persaingan dari klub-klub Eropa yang memiliki keuntungan regulasi untuk merekrut pemain muda tersebut lebih awal.