RADAR JOGJA - Mantan ketua Manchester City, David Bernstein berpendapat bahwa klub seharusnya dikeluarkan dari Liga Inggris/ Premier League.
Sebuah komite independen menyatakan The Citizens bersalah melanggar aturan keuangan liga papan atas tersebut setelah penyelidikan selama empat tahun.
Liga Inggris kemudian merilis pernyataan mengejutkan yang mengungkapkan bahwa Manchester City menyembunyikan dana sebesar £900 juta (Rp 21,29 triliun) dalam kesepakatan-kesepakatan palsu.
Baca Juga: Timnas MLBB Indonesia ke Semifinal ASEAN Games 2026 setelah Taklukkan Filipina
Bernstein secara mengejutkan menuntut agar City dikeluarkan dari liga papan atas dan mempertanyakan apakah para anggota dewan harus mundur.
"Ini sangat memberatkan dan sulit dipercaya," ujar Bernstein kepada BBC.
"Pemikiran awal saya adalah, haruskah dewan tetap menjabat? Haruskah orang-orang yang terlibat segera diskors?
Baca Juga: Pelajar Jadi Korban Pembacokan Salah Sasaran di Berbah, Punggung Dapat 19 Jahitan
"Ini sangat, sangat serius. Menurut saya, ini benar-benar parah. Ada pola pikir di kalangan pengacara untuk terus menyangkal, menyangkal, dan menyangkal, tetapi ini adalah klub sepak bola yang menjadi bagian dari liga, dan kredibilitas liga secara keseluruhan sedang dipertaruhkan di sini.
"Saya bukan pengacara, tetapi menurut saya ini adalah masalah yang begitu serius hingga melampaui wewenang otoritas sepak bola.
"Sanksinya tidak bisa hanya berupa denda finansial tapi harus jauh lebih berat dari itu. Jika banding gagal, Manchester City tidak boleh tetap berada di liga. Mereka harus menanggung akibatnya. Dan saya mengatakan ini sebagai seorang pendukung dan penggemar."
Baca Juga: Uang Rp13 Ribu dan KTP Nenek di Saku Celana: Kisah Pilu Maolana, Merantau Demi Hidup
Pernyataan ini muncul setelah Bernstein berpendapat bahwa menghukum Manchester City secara finansial saja tidaklah cukup.
Kepala Eksekutif Liga Inggris, Richard Masters, mengatakan Keputusan inti menetapkan fakta mengenai apa yang terjadi di Manchester City selama periode tersebut.
"Keputusan ini merinci bagaimana klub secara sistematis melanggar aturan Liga selama hampir satu dekade," kata Richard.
Baca Juga: Bertemu, Berjalan Bersama, Lalu Berpisah: “Hati-Hati di Jalan” Tulus Punya Cerita yang Dalam
"Merupakan tanggung jawab utama Liga untuk memastikan bahwa aturan-aturan yang disetujui oleh klub-klub itu sendiri ditegakkan demi melindungi integritas kompetisi.
"Sangatlah penting agar Liga tetap kompetitif dan adil bagi semua klub serta para penggemar. Kami menanggapi peran tersebut dengan sangat serius. Kasus disipliner dan keputusan ini merupakan yang paling signifikan dalam sejarah Liga Inggris.
“Kini setelah keputusan komisi keluar, kami berkomitmen untuk menuntaskan sisa prosesnya dengan cepat demi memberikan kepastian bagi Liga, klub-klub kami, dan para penggemar.”
Baca Juga: Dikira Beruang Kutub, Salt Ternyata Beruang Cokelat Albino yang Bikin Netizen Gemas
Dilain sisi, Manchester City mengecam keras Liga Inggris setelah dinyatakan bersalah atas lebih dari 100 dakwaan terkait pelanggaran aturan keuangan.
Pemuncak klasemen saat ini bersikeras bahwa mereka tidak bersalah dan berencana mengajukan banding sebelum tenggat waktu pada hari Jumat.
Editor : Satria Putra Sejati