SLEMAN - Nama Hanif Sjahbandi beberapa waktu lalu mendadak jadi buah bibir pecinta sepak bola Indonesia. Isu usai mantan gelandang Persija Jakarta itu mendadak mengambil belokan tajam yang sangat mengejutkan dalam pergerakan pemain.
Bagaimana tidak, berawal pada bulan Juli 2026 saat PSS Sleman secara mengejutkan mengumumkan keberhasilannya mendatangkan Hanif Sjahbandi dari Persija Jakarta dengan status bebas transfer. Sontak kabar gembira itu disambut hangat para Sleman Fans yang berharap hadirnya amunisi baru di lini tengah Super Elja.
Namun, kebahagiaan itu tak bertahan lama. Itu setelah unggahan perkenalan resmi dipublikasikan di akun media sosial klub, kiriman itu mendadak dihapus oleh official Laskar Sembada tanpa ada penjelasan yang pasti. Situasi ini langsung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan suporter.
Baca Juga: PSS Sleman Tak Tambah Pemain Baru, Huistra Beralasan Banyak Tim Enggan Lepas Pemain Bagus
Teka-teki masa depan sang pemain akhirnya terjawab lewat sebuah kejutan besar. Di mana Arema FC secara resmi mengumumkan perekrutan Hanif Sjahbandi untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027.
Kepindahan ini jelas mengagetkan banyak pihak, mengingat sang pemain sempat memegang status sebagai rekrutan anyar PSS dan sempat beraktivitas bersama tim.
Pelatih PSS Pieter Huistra akhirnya buka suara terkait teka-teki yang menyelimuti batalnya kerja sama dengan Hanif Sjahbandi. Pelatih asal Belanda ini menjelaskan, proses pemulihan cedera menjadi faktor utama di balik dinamika kontrak yang terjadi.
"Ya, semua orang tahu cerita tentang Hanif. Dia mengalami cedera dan operasi yang serius. Jadi ada sedikit diskusi tentang berapa lama pemulihan yang dibutuhkan," jelasnya, Minggu (27/9).
Baca Juga: Huistra Optimistis PSS Segera Bangkit; Permainan Sudah di Jalur Benar, Poles Penyelesaian Akhir
Tak hanya itu, Huistra juga mengungkapkan faktor lain batalnya Hanif bersama PSS. Di mana estimasi awal tim medis memperkirakan Hanif bakal siap kembali merumput pada September. Namun dalam perkembangannya, target waktu pemulihan ternyata tidak memungkinkan untuk dipenuhi.
Kondisi itu membuat manajemen dan tim pelatih harus mengambil keputusan tegas terkait klausul kontrak sang pemain. Ketidaksepakatan dalam negosiasi ulang itulah yang akhirnya dimanfaatkan oleh Arema FC.
"Lalu kami harus membuat keputusan tentang kontraknya dan di situlah kami tidak mencapai kesepakatan. Saat itulah Arema masuk dan mereka dengan cepat sepakat dengannya. Jadi itulah cerita singkatnya," bebernya.
Meski batal bekerjasama untuk musim ini, Huistra menegaskan tidak ada ganjalan antara PSS dan sang pemain. Pelatih berusia 59 tahun ini tetap memberikan apresiasi dan doa terbaik bagi kelanjutan karier Hanif di Singo Edan. "Saya berharap yang terbaik untuk Hanif dan berharap dia bisa segera kembali ke lapangan," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja