SLEMAN - Pelatih PSS Pieter Huistra angkat bicara terkait gelombang kekecewaan yang meluap dari para Sleman Fans. Menanggapi ultimatum tegas dari suporter yang mendesaknya mundur jika Super Elang Jawa keok di markas PSM Makassar 11 Oktober mendatang, pelatih asal Belanda itu memilih menyikapi tekanan itu dengan kepala dingin.
Huistra menegaskan, urusan masa depan dan posisinya di kursi kepelatihan sepenuhnya berada di tangan jajaran manajemen, bukan berada di bawah kendali kelompok suporter. Apalagi, menurutnya, mengambil tindakan drastis di awal kompetisi bukanlah langkah yang tepat.
"Ya, mereka (suporter) tidak mengambil keputusan. Manajemen yang akan memutuskan. Saya pikir akan sangat awal untuk membuat keputusan semacam ini," ucapnya, Jumat (25/9).
Baca Juga: Bek PSS Sleman Christophe Nduwarugira Dipanggil Timnas Burundi
Kendati demikian, mantan pelatih Borneo FC itu sangat memahami dinamika dan kegelisahan yang tengah dialami para pendukung Laskar Sembada. Baginya, reaksi keras suporter adalah cerminan dari besarnya gairah dan cinta masyarakat terhadap tim kebanggaan warga Sleman.
"Namun dalam sepak bola, ini tentang emosi. Kami tahu PSS adalah klub yang penuh dengan emosi. Jadi penting juga bagi mereka untuk tetap menjaga konsistensi," bebernya.
Selain itu, alih-alih terbebani oleh ancaman angkat kaki dari Bumi Sembada, Huistra mengimbau kepada seluruh elemen mulai dari pemain, manajemen, hingga suporter untuk terus menjaga kepercayaan pada skuad yang ada. Pelatih berusia 59 tahun ini mengaku masih optimistis racikan strateginya akan segera membuahkan hasil positif.
"Ketika Anda percaya pada diri sendiri, Anda percaya bahwa tim ini memiliki potensi yang bagus dan akan memenangkan banyak pertandingan musim ini," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja