Lionel Scaloni: Waktu yang Tepat bagi Messi untuk Pamit dari Timnas Argentina

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 12:51 WIB
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina, Tutup Perjalanan 21 Tahun
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina, Tutup Perjalanan 21 Tahun

RADAR JOGJA - Pelatih Argentina, Lionel Scaloni mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi Lionel Messi untuk mengucapkan salam perpisahan di kancah internasional, di tengah ketidakpastian mengenai masa depan Scaloni sendiri sebagai pelatih tim nasional.

Pertandingan persahabatan melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada 7 Oktober mendatang akan menjadi momen bagi Messi untuk tampil dalam laga terakhirnya berseragam tim nasional, menyusul pengumumannya pada akhir Agustus lalu bahwa ia akan mengakhiri karier internasionalnya.

"Saya yakin pemain seperti dia layak mendapatkan hal itu," ujar Scaloni. 

Baca Juga: Prediksi Hungaria vs Ukraina: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Tipis di Nations League

"Dan secara pribadi, saya turut mengupayakan hal ini karena saya ingin hadir di acara perpisahannya. Mengingat saya tidak tahu apakah saya masih akan tersedia nantinya, kami berupaya keras agar dia bisa tampil dalam pertandingan ini," imbuhnya.

"Kami tahu segala hal yang telah ia lalui, namun ia tetap menunjukkan keinginan dan usaha untuk datang serta berpamitan dengan masyarakatnya, dengan orang-orang yang begitu mencintainya. Menurut saya, jika ada penghormatan yang patut diberikan, itu harus dilakukan sekarang, karena di masa mendatang, magisnya mungkin takkan sama lagi. Saya percaya inilah saatnya bagi dia untuk merasakan kasih sayang dari semua orang," jelasnya.

Pada Piala Dunia terakhirnya, Messi bermain dalam delapan pertandingan dan mencetak delapan gol.

Baca Juga: Prediksi Swedia vs Rumania: Tuan Rumah Diunggulkan Bangkit di Nations League

Penyerang Inter Miami itu menutup karier tim nasionalnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan koleksi 125 gol, di mana 21 gol di antaranya dicetak di ajang Piala Dunia.

"Bagi saya, bisa melatihnya adalah pengalaman luar biasa. Itu adalah sebuah impian. Saya sudah pernah mengatakan hal itu kepadanya, dan akan terus mengatakannya seumur hidup saya. Tidak akan pernah ada lagi pemain seperti dia," kata Scaloni.

"Sangat jarang muncul pemain seperti itu, bukan hanya karena apa yang ia lakukan di lapangan, melainkan juga karena segala hal yang ia tunjukkan di luar lapangan. Mari kita nikmati momen ini," tegasnya.

Baca Juga: Lirik Mendalam 'Maha Benar', Lagu Baru Salma Salsabil untuk Korban Lingkungan Toxic

Messi, pemegang rekor delapan penghargaan Ballon d'Or, masuk dalam daftar nominasi untuk penghargaan yang akan diserahkan pada 26 Oktober mendatang.

"Setelah penampilan luar biasa di Piala Dunia, rasanya tidak banyak lagi yang perlu dikatakan," ujar Scaloni.

"Jika penghargaan ini ditujukan bagi pemain terbaik, tidak ada keraguan lagi. Pemenangnya sudah jelas; statistik membuktikannya. Selama dia berada di lapangan sepak bola, sulit untuk menyangkal bahwa dia layak mendapatkannya," lanjutnya.

Baca Juga: Zinedine Zidane Merasakan Emosi yang Luar Biasa Jelang Debutnya sebagai Pelatih Prancis

Scaloni, yang sempat mengisyaratkan berakhirnya masa jabatannya sebagai pelatih Argentina usai kekalahan di final Piala Dunia, menyatakan kesediaannya untuk membahas perpanjangan kontrak yang akan habis pada bulan Desember.

Pernyataan Scaloni muncul setelah sejumlah pemain timnas Argentina secara terbuka memintanya untuk bertahan, termasuk kapten baru Cristian Romero, yang mengambil alih ban kapten setelah Messi pensiun dari sepak bola internasional.

Scaloni adalah sosok di balik era paling sukses dalam sejarah Argentina, yang mencakup gelar juara Piala Dunia (2022) dan dua gelar Copa America (2021 dan 2024).

Baca Juga: Hidden Gem Jogja Gratis! Intip Pesona Bendung Khayangan yang Syahdu dan Instagramable 

Ia mengisyaratkan akan berbicara dengan Tapia dalam beberapa hari ke depan.

"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, namun bukan berarti saya harus terus memegang jabatan ini selamanya," ujar Scaloni. 

"Ada beberapa kondisi yang perlu kami bahas dengan presiden, dan kita lihat saja apakah kami bisa mencapai kesepakatan," tambahnya.

Baca Juga: Diplomasi Panda Kembali Berlanjut, China Bakal Kirim Dua Panda ke Amerika Serikat

Saat ditanya apakah pembaruan kontrak itu bergantung pada faktor finansial atau teknis olahraga, sang pelatih menjawab, "Campuran dari semuanya."

Argentina akan menghadapi Bolivia pada 1 Oktober di Stadion Mario Alberto Kempes di provinsi Cordoba, lalu bertanding melawan Burkina Faso dan Benin masing-masing pada 4 dan 7 Oktober di Stadion Monumental.

Scaloni memanfaatkan pemilihan skuad untuk laga persahabatan mendatang ini guna memulai masa transisi menyusul pensiunnya Messi, bek Nicolas Otamendi, dan sejumlah pemain lainnya.

Baca Juga: Diskresi Malah Jadi Mesin Korupsi, Prof Djo: Jangan Tunggu OTT Berikutnya

"Pertandingan-pertandingan ini menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk unjuk gigi. Jika mereka ada di sini, itu karena mereka memang layak mendapatkannya. Saya harap mereka memanfaatkannya sebaik mungkin," pungkas sang pelatih.

Editor : Satria Putra Sejati
salam perpisahan lionel messi lionel scaloni argentina