RADAR JOGJA - Zinedine Zidane mengatakan bahwa pertandingan pertamanya sebagai pelatih timnas Prancis akan lebih istimewa daripada debutnya sebagai pemain untuk Les Blues pada lebih dari 30 tahun lalu.
"Saya merasakan emosi yang luar biasa saat memimpin tim Prancis ini," kata Zidane jelang pertandingan melawan Turki di Nations League.
Impian Zidane terwujud ketika ia menggantikan Didier Deschamps setelah Piala Dunia. Mantan rekan setimnya, Deschamps, telah memimpin tim selama 14 tahun, memenangkan Piala Dunia pada 2018 dan kalah di final 2022.
Baca Juga: Hidden Gem Jogja Gratis! Intip Pesona Bendung Khayangan yang Syahdu dan Instagramable
Kini giliran Zidane untuk menorehkan jejaknya pada tim yang pernah ia bela sebagai bintang.
Sosok yang akrab disapa Zizou ini pernah melihat wajahnya diproyeksikan ke Arc de Triomphe di Paris pada malam saat Prancis merayakan kemenangan Piala Dunia pertama tahun 1998.
Zidane mencetak dua gol sundulan dalam laga final yang berakhir dengan kemenangan 3-0 atas Brasil, dan pada tahun yang sama ia memenangkan Ballon d'Or. Dua tahun kemudian, ia berperan penting dalam keberhasilan Prancis menjuarai Kejuaraan Eropa.
Baca Juga: Diplomasi Panda Kembali Berlanjut, China Bakal Kirim Dua Panda ke Amerika Serikat
Perjalanannya menuju puncak karier seolah sudah digariskan, karena karier internasionalnya dimulai dengan gemilang pada tahun 1994 lewat dua gol indah ke gawang Republik Ceko setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Ia kemudian memenangkan gelar liga bersama Juventus dan Real Madrid serta mencetak gol voli spektakuler yang membantu Los Blancos menjuarai Liga Champions pada tahun 2002.
Zidane memahami adanya ekspektasi tinggi, mengingat prestasinya sebagai pemain dan keberhasilannya membawa Real Madrid meraih tiga gelar Liga Champions berturut-turut sebagai pelatih.
Baca Juga: Diskresi Malah Jadi Mesin Korupsi, Prof Djo: Jangan Tunggu OTT Berikutnya
"Ini sesuatu yang baru. Saya mengambil alih posisi pelatih kepala, jadi wajar jika orang-orang membicarakannya. Itu hal yang wajar," jelas Zizou.
Setelah menghadapi Turki, Prancis akan bertandang melawan Belgia pada hari Selasa, sebelum menjamu Italia pada 3 Oktober dan Belgia tiga hari kemudian. Kedua pertandingan kandang tersebut akan digelar di Stade de France.
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis, Kylian Mbappe, dijadwalkan akan memimpin tim sebagai kapten saat melawan Turki di Stadion Kocaeli, İzmit, setelah pulih dari cedera ringan.
Baca Juga: Italia vs Belgia di Nations League, Mancini Minta Azzurri Lupakan Hattrick Gagal Lolos Piala Dunia
Zidane ditanya mengapa Mbappe tidak hadir dalam konferensi pers pra-pertandingan. Sebaliknya, gelandang Adrien Rabiot-lah yang berbicara kepada media.
"Kewajibannya adalah menghadirkan satu pemain dan pelatih," ujar Zidane.
"Mbappe baik-baik saja. Dia akan siap bermain besok," tegasnya.
Baca Juga: Thomas Tuchel Dukung Harry Kane untuk Raih Ballon d'Or: Dia Benar-benar Paket Lengkap
Zidane memiliki opsi untuk menurunkan enam wajah baru dalam skuadnya.
Penyerang Esteban Lepaul (Rennes), bek Leny Yoro (Manchester United) dan Jeremy Jacquet (Liverpool), serta gelandang Lucas Da Cunha (Como), Andy Diouf (Inter Milan), dan Guillaume Restes (Toulouse) bersiap untuk menjalani debut.
"Saya senang dengan apa yang saya lihat sejauh ini. Tim Prancis terbuka bagi siapa saja," kata Zidane yang berusia 54 tahun.
Baca Juga: Aksi Tegas di Jantung Kota, Saat Satpol PP Jogja Tertibkan PKL Street Coffee Kotabaru
"Kami memiliki skuad yang bagus, dengan perpaduan pemain veteran dan pendatang baru," imbuhnya.
Rabiot merupakan salah satu wakil kapten Zidane, bersama dengan penyerang Ousmane Dembele dan bek kanan Jules Kounde.
Rabiot mengatakan bahwa sorotan besar yang tertuju pada Zidane justru memberikan keuntungan bagi para pemain karena mereka jadi tidak terlalu menjadi pusat perhatian.
Baca Juga: Lewat Bebas Visa Diplomatik dan Dinas, Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Tiga Negara
"Auranya membuat dia menarik banyak perhatian," ujar Rabiot.
"Di satu sisi, bagus juga jika fokus lebih tertuju pada pelatih daripada pemain. Hal itu memberikan mereka sedikit lebih banyak ketenangan," pungkasnya.
Editor : Satria Putra Sejati