RADAR JOGJA - Awal sempurna Arsenal dalam upaya mempertahankan gelar Liga Inggris berakhir dengan kekalahan telak, saat Brighton meraih kemenangan gemilang 3-0 di Amex, Sabtu (19/9) malam.
Arsenal tiba dengan ambisi menyamai rekor klub berusia 123 tahun, yaitu delapan kemenangan beruntun di awal musim, namun rekor tersebut tampak sulit dicapai sejak peluit kickoff dibunyikan, karena The Seagulls tampil luar biasa dan mendominasi sang juara bertahan.
Pascal Gross membawa Brighton unggul pada menit ke-31, sebelum Charalampos Kostoulas menggandakan keunggulan tuan rumah tepat sebelum jeda babak pertama.
Baca Juga: Garap Subtitle Film Bioskop dan Netflix, Pria Asal Jogja Ini Kantongi Ratusan Juta Rupiah
Arteta bergegas menuju ruang ganti dengan harapan bisa meracik strategi dan memberikan motivasi yang mampu membangkitkan kembali performa timnya.
Namun, Brighton tetap memegang kendali setelah jeda dan membalikkan keadaan dengan cara yang menyakitkan bagi Arsenal. Chema Andres mencetak gol lewat sundulan dari situasi sepak pojok tak lama sebelum laga berjalan satu jam.
The Gunners tampil kacau dan tidak mampu mengimbangi permainan lawan. Kini Arteta memiliki waktu 21 hari untuk merenungi hasil mengejutkan ini, yang seketika mematahkan anggapan bahwa timnya akan melenggang mudah meraih gelar liga kedua secara berturut-turut.
Baca Juga: Bukan Cuma Lincah Menulis, Puluhan Jurnalis Joglosemar Asah Ketangkasan Biliar di Sleman
Bagi Brighton, ini jelas merupakan hasil terbaik dalam karier manajer Fabian Hurzeler yang melambungkan posisi mereka ke peringkat ketiga klasemen, hanya terpaut dua poin dari The Gunners.
Arteta mungkin melakukan rotasi pemain saat menang melawan Ipswich awal pekan ini, namun dalam laga ini ia menurunkan skuad terkuatnya, tim yang ternyata tak mampu menandingi performa The Seagulls yang sedang tampil luar biasa.
Baru tujuh menit laga berjalan, Bruno Guimaraes kehilangan penguasaan bola, dan Kostoulas mencoba peruntungannya dengan tembakan jarak jauh.
Baca Juga: Aksi Heroik Laura Basuki dan Prilly Latuconsina Ungkap Misteri Iblis Pemangsa Anak di Film Terbaru
David Raya sempat menyentuh bola hasil tembakan pemain Brighton itu dengan ujung jarinya, namun momen tersebut menjadi pertanda awal dari kesulitan yang akan dihadapi Arsenal.
Arsenal terus ditekan oleh permainan agresif Brighton, hingga akhirnya gol pembuka yang memang layak didapatkan tuan rumah pun tercipta.
Gabriel dan Riccardo Calafiori membiarkan Gross memiliki terlalu banyak ruang untuk menembak, dan tendangan apiknya dari jarak sekitar 18 meter (20 yard) melesat masuk setelah membentur tiang dekat gawang Raya.
Baca Juga: Pantau MLSC Yogyakarta Seri 1, Coach Mochi Optimistis Sepak Bola Putri Indonesia Tembus Piala Dunia
Raya bisa dibilang merupakan pemain terbaik (MVP) Arsenal musim lalu, namun kiper asal Spanyol itu seharusnya bisa tampil lebih baik dalam menghalau tembakan jarak jauh Gross agar tidak membahayakan gawang.
Bukayo Saka, yang sepanjang laga tampak kurang berkontribusi, membuang peluang emas saat gagal menyambut bola dengan sempurna dalam sebuah serangan balik apik Arsenal. Brighton pun langsung melancarkan serangan balik cepat ke sisi lapangan lainnya untuk memperbesar keunggulan.
Posisi Calafiori tidak tepat, dan saat bola jatuh ke kaki Kostoulas, para pemain The Geunners gagal memberikan tekanan kepada penyerang asal Yunani tersebut. Ia melepaskan tembakan mendatar yang tak terbendung dari jarak sekitar 20 meter, membuat Raya kembali takluk.
Baca Juga: Dewa United vs PSS Sleman: Duel Tim Tuan Rumah yang Pede dan Elang Jawa Pemburu Kemenangan
Momen itu terjadi tepat menjelang akhir babak pertama. Arteta segera berlari menuju ruang ganti untuk memberikan arahan krusial, mengingat rekor kemenangan 100% The Gunners sedang dipertaruhkan, bahkan lebih dari sekadar itu.
Andres kemudian hampir memupus segala harapan Arsenal untuk bangkit ketika ia melompat tanpa kawalan saat situasi sepak pojok dan mencetak gol ketiga Brighton pada menit ke-57.
Brighton terus berupaya mencetak gol keempat dan nyaris berhasil saat sundulan Pascal Struijk melenceng tipis di samping tiang gawang Raya, sementara sang kiper gagal menjangkau bola tersebut.
Baca Juga: Dewa United vs PSS Sleman: Duel Tim Tuan Rumah yang Pede dan Elang Jawa Pemburu Kemenangan
Kai Havertz sebenarnya bisa saja mencetak gol hiburan bagi Arsenal di menit-menit akhir, namun Bart Verbruggen mampu memenangkan duel satu lawan satu, yang menjadi satu-satunya ujian nyata bagi sang kiper sepanjang laga.
Di sisi lain, pemain pengganti Matt O'Riley berpeluang mencetak gol keempat dalam laga perayaan ulang tahun ke-125 Brighton, namun Raya sigap mengamankan gawangnya dan menghindarkan tim dari kebobolan lebih lanjut.
Editor : Satria Putra Sejati