RADAR JOGJA - Usai meraih kesuksesan bersejarah di Eropa, Como akan kembali berlaga di kompetisi domestik pada Senin (14/9) malam saat menjamu Parma di Stadio Sinigaglia.
Setelah mengalahkan RB Leipzig di Liga Champions, Lariani memenangkan dua pertandingan terakhir dengan skor 4-1. Sementara itu, Crociati baru mengumpulkan satu poin di Serie A sejauh ini.
Beradaptasi dengan mulus menghadapi tantangan Liga Champions, tim debutan Eropa Como mengawali kiprah di fase liga dengan menaklukkan Leipzig.
Kurang dari satu dekade setelah sempat bermain di kasta keempat Italia, Lariani menunjukkan potensi di kancah kontinental di bawah asuhan Cesc Fabregas, yang timnya tampil tanpa rasa takut di Sinigaglia.
Tim asuhannya mengawali Serie A dengan tiga laga tandang saat stadion tepi danau sedang direnovasi agar memenuhi standar UEFA, namun kembali ke kandang dengan kemenangan meyakinkan 4-1, berkat dua gol di masing-masing babak.
Baca Juga: Kelok 23 Mulai Dibuka, Bus dan Truk Belum Boleh Melintas
Ujian yang lebih berat menanti, namun Como jelas telah menunjukkan kualitas lewat permainan dominan yang menjadi ciri khasnya, dan kini menantikan laga melawan Feyenoord di Rotterdam bulan depan.
Meski demikian, Fabregas meminta timnya untuk tetap tenang sembari menyoroti perlunya skuad mudanya tampil dua kali dalam seminggu, dan tantangan berikutnya sudah menanti.
Setelah hasil imbang di laga pembuka melawan Udinese serta dua kemenangan beruntun atas Napoli dan Genoa, Como tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan sejak akhir musim lalu dan rekor pertemuan mereka baru-baru ini melawan Parma sangatlah positif.
Menyusul kekalahan 0-1 di sana pada bulan Mei, Parma gagal memenangkan satu pun dari tujuh pertemuan terakhir di kandang Como, baik di Serie B maupun Serie A.
Baca Juga: Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk, Wisata Alam untuk Melepas Penat di Tengah Udara Sejuk Tanah Karo
Crociati juga pulang dengan tangan hampa dalam dua laga awal Serie A musim ini, gagal meraih poin maupun mencetak gol sebelum pertandingan pekan lalu melawan Monza.
Penyerang remaja Simone Lontani mengakhiri kedua catatan buruk tersebut dengan mencetak gol penyeimbang dalam laga yang berakhir imbang 1-1 di Stadio Tardini, tempat di mana mereka sebelumnya tersingkir dari Coppa Italia oleh Cremonese.
Tim asuhan Carlos Cuesta finis dengan aman di papan tengah namun kesulitan mencetak gol musim lalu, dan setelah kepergian Mateo Pellegrino di musim panas, mereka baru mencatatkan delapan tembakan tepat sasaran musim ini.
Mengingat Parma juga kalah dalam tiga pertandingan tandang terakhir tanpa mencetak gol, ekspektasi mungkin tidak terlalu tinggi saat bertandang ke Lombardy.
Baca Juga: Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di La Liga, Update Tim, Starting XI dan Skor Akhir
Update tim:
Setelah Fabregas hanya melakukan satu perubahan pada susunan pemain utama Como saat debut di Liga Champions, mungkin akan ada perombakan yang lebih signifikan dalam dua pertandingan domestik sebelum jeda internasional.
Pemain anyar Moise Kean akan bersaing dengan pencetak gol terbanyak musim lalu, Tasos Douvikas, untuk posisi di lini depan, mengingat beberapa penyerang telah mencatatkan sejumlah gol dan assist musim ini.
Douvikas, Nico Paz, Martin Baturina, dan Assane Diao termasuk dalam daftar tersebut.
Hanya Jayden Addai yang absen dalam jangka waktu lama karena cedera, sehingga Fabregas memiliki banyak pilihan pemain. Sementara itu, rekan senegaranya, Cuesta, mungkin tidak bisa menurunkan beberapa pemainnya.
Gelandang Parma, Hans Nicolussi Caviglia, masih harus menepi akibat cedera pangkal paha saat kondisi Adrian Bernabe dan Ousmane Diallo juga masih diragukan.
Baca Juga: Prediksi Skor Leeds United vs Newcastle United di Liga Inggris, Update Tim, Starting XI, Hasil Akhir
Sascha Britschgi sempat ditarik keluar saat laga imbang melawan Monza karena mengalami benturan, namun ia diperkirakan sudah siap bermain.
Prediksi susunan pemain:
Como (4-2-3-1):
Butez (GK); Smolcic, Chalobah, Ramon, Kaiki; Perrone, Da Cunha; Diao, Paz, Baturina; Kean
Parma (3-5-2):
Corvi (GK); Delprato, Carlos, Troilo; Britschgi, Keita, Ordonez, Fabbian, Valeri; Lontani, Toure
Baca Juga: Gugatan Syarat Pencalonan Gibran Mencuat, PB HMI MPO, Jangan Terjebak Dinamika Politik 5 Tahunan
Prediksi:
Como 2-0 Parma
Mungkin butuh waktu bagi Como untuk beradaptasi dengan jadwal yang padat, namun Lariani memiliki kedalaman skuad yang memadai untuk menghadapi tantangan baru tersebut.
Berbekal talenta yang melimpah, Fabregas dapat menurunkan pemain-pemain yang masih bugar, sehingga menutup peluang Parma, yang memang kesulitan mencetak gol, untuk meraih poin.
Editor : Satria Putra Sejati