JOGJA - PSS Sleman mengawali musim kompetisi BRI Super League 2026/2027 dengan hasil minor. Dua laga awal yang telah dijalani Super Elang Jawa, dua-duanya berujung kekalahan.
Pada pekan pertama PSS harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor 2-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Hasil serupa kembali terjadi pada pekan kedua ketika PSS kalah 1-3 dari Madura United di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (12/9).
Dua hasil minor itu menjadi perhatian Pelatih PSS Pieter Huistra. Menurutnya, skuad Laskar Sembada harus segera beradaptasi dengan karakter permainan di level Super League, setelah musim sebelumnya berkompetisi di Liga 2 atau Championship.
Baca Juga: Di Kandang Sendiri PSS Sleman Dikalahkan oleh Gol “David Beckham”
Huistra menilai kualitas kompetisi yang dihadapi PSS kini berbeda. Kesalahan yang mungkin masih bisa terhindarkan di Liga 2 dapat langsung dimanfaatkan lawan karena saat ini bermain di kasta tertinggi.
"Level Super League berbeda dengan Liga 2. Ketika kami membuat kesalahan di Super League, lawan akan menghukum kami. Jadi, kami harus memperbaiki terutama situasi-situasi bertahan," kata Huistra, Minggu (13/9).
Hal itu terlihat dalam kekalahan PSS dari Madura United lalu. Setelah pertandingan berjalan cukup berimbang, PSS harus kebobolan tiga gol. Salah satunya melalui tembakan jarak jauh Dimitar Mitkov dari area tengah lapangan.
Huistra mengakui PSS masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Dia menilai kualitas dalam skuadnya cukup untuk bersaing. Tetapi sejumlah aspek permainan harus segera dibenahi agar kesalahan yang sama tidak kembali merugikan tim.
"Saya pikir kualitas tim ini cukup. Tim ini juga masih punya banyak ruang untuk berkembang. Kami harus memastikan bahwa kami terus membaik," ujarnya.
Baca Juga: PSS Sleman Kalah 1-3 dari Madura United di MagIS, Sleman Fans Lakukan Aksi Balik Badan
Selain persoalan bertahan, Huistra juga menyoroti efektivitas PSS dalam memanfaatkan peluang. Menurutnya, timnya menciptakan sejumlah peluang meski belum mampu mengubahnya menjadi gol.
"Kami juga memiliki banyak peluang dan setengah peluang. Kami harus lebih efektif dalam mencetak gol. Jadi, ada hal-hal yang harus kami tingkatkan di kedua sisi," tegasnya.
Huistra pun tidak menampik dua kekalahan pada awal musim bukan hasil yang diharapkan. Namun dia meminta timnya menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
"Memulai musim dengan dua kekalahan tentu tidak bagus, apalagi setelah kami baru promosi. Kami kecewa dengan hasil ini, tapi yang terpenting sekarang memastikan kami menjadi lebih baik," tambah pelatih asal Belanda ini. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja