RADAR JOGJA - Como menandai debut di Liga Champions dengan kemenangan telak 4-1 di Stadion Sinigaglia atas RB Leipzig pada Jumat (11/9) dini hari WIB.
Martin Baturina, Anastasios Douvikas dan Assane Diao membawa tim asuhan Cesc Fabregas unggul 3-0 sebelum laga berjalan satu jam dalam penampilan perdana klub Italia tersebut di kompetisi Eropa mana pun, setelah finis di posisi empat besar Serie A musim lalu.
Maximo Perrone mencetak gol keempat Como sesaat sebelum pertandingan berakhir untuk melengkapi kemenangan telak tersebut, saat tim merayakan kemenangan bersejarah itu.
Baca Juga: Manchester United 4-0 Sabah, Laga Perdana Setan Merah di Liga Champions setelah Absen 1003 Hari
"Ini adalah malam yang luar biasa bagi tim dan kota ini," ujar Baturina, yang terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan, usai laga.
Kapasitas stadion dikurangi menjadi sekitar 10.000 penonton karena Stadio Sinigaglia, yang terletak di tepi Danau Como, menjalani renovasi untuk memenuhi standar Liga Champions.
Klub berusia 119 tahun ini berhasil menembus kompetisi tersebut di bawah asuhan pelatih Fabregas, yang merupakan gelandang produktif dengan karier gemilang bersama Arsenal, Chelsea, dan Barcelona.
Baca Juga: Menjadi Starter setelah Sempat Dua Kali Pingsan di Lapangan, Jamal Musiala Langsung Cetak Gol
Dia juga merupakan bagian dari tim nasional Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010.
Fabregas membawa Como finis di peringkat keempat musim lalu untuk mengamankan tiket terakhir Liga Champions dari Serie A, dengan menerapkan gaya permainan sepak bola yang mengandalkan tekanan tinggi.
"Ya, dia memberi saya banyak kebebasan," kata Baturina mengenai taktik Fabregas.
Baca Juga: Punya Nasi Sisa Semalam? Jangan Dibuang! Sulap Jadi Cireng Krispi Gurih Bikin Nagih, Ini Resepnya!
"Terkadang dia tidak menyukainya karena posisi saya jadi agak keluar dari pakem. Namun, dia juga menyukainya karena dia memang memberikan kebebasan dan kami memainkan sepak bola yang bagus," imbuhnya.
"Kami bermain dengan penuh keberanian," jelasnya.
Gol-gol Como tidak lepas dari kontribusi Nico Paz (22 tahun) serta penyerang tengah asal Yunani, Douvikas, yang terlibat dalam proses gol pembuka.
Baca Juga: Atlet dan Pelatih Berprestasi di Kabupaten Magelang Dapat Tali Asih Rp 310,7 Juta
Paz mengalirkan bola kepada Douvikas di sisi kanan, lalu menyambut umpan silang rekannya yang sempat membentur pemain lawan dan mengarah ke titik penalti.
Dia sempat terpeleset namun berhasil bangkit, melewati dua pemain bertahan, dan mengarahkan bola ke sudut kiri bawah gawang.
Usai pertandingan, Baturina mengatakan ia berharap perjalanan Como di kompetisi Eropa ini baru saja dimulai.
Baca Juga: Padukan Budaya, Pariwisata, dan Gaya Hidup, Cocok Dikembangkan sebagai Model Perumahan di Jogja
"Tentu saja, rasanya sungguh luar biasa. Saya sangat bangga pada diri sendiri dan seluruh tim, dan kami harus terus seperti ini karena ini baru permulaan," ujar Baturina.
"Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di Liga Champions karena Anda selalu menghadapi gaya permainan yang berbeda. Jadi, kami harus menjalaninya pertandingan demi pertandingan dan berusaha melangkah sejauh mungkin," tegasnya.
Setelah pertandingan, Fabregas berbicara mengenai para playmaker mudanya, Paz dan Baturina, serta melontarkan banyak pujian bagi kedua pemain penyerang tersebut.
Baca Juga: Tersembunyi di Balik Tebing, Pantai Midodaren Jadi Hidden Gem Gunungkidul
"Kami tahu ada pemain yang membutuhkan pendekatan lebih terstruktur, namun ada pula pemain yang lebih berbakat sehingga kita bisa memberi mereka kebebasan lebih," kata Fabregas.
"Saya merasa peran trequartista atau pemain bernomor punggung 10 mulai menghilang, dan saya sangat beruntung memiliki dua pemain muda berbakat yang mampu bermain dengan gaya tersebut dan memiliki masa depan cerah di dunia sepak bola," tambahnya.
"Pada akhirnya, semua ini soal kepercayaan kepada para pemain. Anda tidak bisa mengendalikan segalanya," tambah Fabregas mengenai pendekatan taktisnya," pungkasnya.
Baca Juga: Gaya Hidup Sehat ala Gen Z: Bukan Sekadar Tren, tapi Jadi Kebiasaan
Editor : Satria Putra Sejati