JOGJA - Penyerang anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau telah menjalani debut resminya bersama Laskar Mataram pada pekan perdana BRI Super League 2026/2027.
Dalmau langsung dipercaya tampil sejak menit pertama saat PSIM menghadapi Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Sabtu (5/9) lalu.
Pada pertandingan itu, ia tetap dimainkan hingga babak kedua. Menariknya, Jean Paul Van Gastel kemudian menduetkannya dengan Nermin Haljeta di lini depan.
Sementara itu, penyerang PSIM lainnya yakni Mauro Caballero belum masuk dalam starting list PSIM pada laga tersebut.
Baca Juga: Klasemen Super League 2026/2027 Pekan Pertama: Arema di Puncak, PSIM dan PSS Berbeda Nasib
Situasi itu membuat persaingan di lini depan PSIM menjadi salah satu hal menarik untuk diperhatikan sepanjang musim. Dalmau, Haljeta, dan Caballero sama-sama memiliki kualitas sebagai opsi di sektor penyerangan.
Namun, Dalmau tidak ingin persaingan tersebut dipandang sebatas perebutan tempat utama. Menurutnya, keberadaan sejumlah penyerang justru harus membuat PSIM memiliki pilihan yang lebih kuat dan kompetitif.
"Ini bukan hanya tentang bersaing, tetapi tentang membuat tim lebih kuat dan lebih kompetitif," kata Dalmau, Senin (7/9).
Dalmau menegaskan, dirinya datang ke PSIM bukan semata-mata untuk mengamankan posisi di starting eleven. Ia ingin kehadirannya memberikan dampak terhadap perkembangan tim secara keseluruhan.
"Saya datang ke sini untuk membawa klub ke level berikutnya, untuk mengembangkan klub, bukan hanya di klasemen, tetapi juga sebagai klub," ujarnya.
Baca Juga: Nasib Berbeda Dialami Dua Tim DIY di Awal Super League; PSIM Satu Poin, PSS Rela Telan Kekalahan
Pemain asal Mallorca, Spanyol itu juga menyadari persaingan di lini depan justru dapat menjadi modal bagi PSIM untuk menghadapi panjangnya kompetisi. Baginya, setiap pemain harus memberikan kemampuan terbaik ketika mendapat kesempatan.
Dalmau sendiri memiliki target untuk membuktikan kualitasnya setelah memulai petualangan baru di sepak bola Indonesia. Ia ingin memberikan kontribusi nyata, terutama melalui gol.
"Saya ingin menunjukkan pemain seperti apa saya dan membuat perbedaan dengan mencetak gol," tutur Dalmau.
Debut melawan Persita pun menjadi langkah awal Dalmau untuk mengenal atmosfer kompetisi Indonesia secara langsung. Setelah pertandingan pertama itu, ia kini memiliki gambaran lebih nyata mengenai tantangan yang akan dihadapi PSIM sepanjang musim.
Persaingan dengan Haljeta maupun Caballero pun diperkirakan masih akan menjadi bagian dari perjalanan PSIM musim ini. Namun bagi Dalmau, siapa yang dimainkan bukanlah persoalan utama selama persaingan itu mampu mendorong Laskar Mataram menjadi tim yang lebih kuat. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja