RADAR JOGJA - Bertemu untuk keempat kalinya dalam dua tahun, Aston Villa dan Club Brugge akan kembali berhadapan di Belgia pada Selasa (8/9) malam saat kedua klub memulai kiprah di Liga Champions 2026/27.
Sementara Brugge mencapai babak gugur pertama musim lalu, Villa mengangkat trofi Europa League di Istanbul, namun banyak hal telah berubah sejak saat itu.
Setelah meraih trofi bergengsi pertama dalam satu generasi, Aston Villa kini menantikan lebih banyak laga Liga Champions, menyusul pengalaman singkat di kompetisi elite tersebut dua tahun lalu.
Setelah mencapai perempat final musim 2024/25, skuad berjuluk The Villans ini memenangkan 13 dari 15 pertandingan dalam perjalanan menuju gelar juara Europa League musim lalu.
Meskipun sosok yang tak terbantahkan sebagai 'raja' kompetisi tersebut, Unai Emery, masih memimpin tim, banyak pahlawan di balik kesuksesan mereka telah meninggalkan klub.
Baca Juga: Bukan Sekadar Sate Kambing Biasa: Ini Alasan Sate Klathak Jadi Primadona Kuliner Jogja!
Proses perombakan skuad musim panas yang panjang dan terkadang menyakitkan membuat Emery kini memiliki tim yang wajah-wajahnya asing, meski dengan profil usia yang jauh lebih muda dan sarat akan talenta mentah yang menjanjikan.
Tim baru asuhan Emery ini sempat dihajar 0-4 oleh Brighton pada laga pembuka Premier League, sebelum kalah tipis di kandang sendiri dari mantan klub sang pelatih, Arsenal dimana paceklik gol kemudian berlanjut dengan hasil imbang 0-0 saat bertandang ke markas tim promosi, Hull City.
Wajar jika kekompakan tim belum terbentuk sempurna akibat banyaknya pergantian pemain saat Villa baru mengumpulkan satu poin sebelum melakukan perjalanan yang sudah tak asing lagi ke Belgia.
Klub asal Birmingham ini pernah dua kali mengunjungi Bruges saat debut di Liga Champions: pertama kalah 0-1 di fase liga, lalu menang 3-1 di babak gugur beberapa bulan kemudian; hasil itu disusul dengan kemenangan meyakinkan 3-0 saat bermain di Villa Park.
Baca Juga: Lahan Muara Sungai Progo Terbakar akibat Sampah Dibakar Pemancing, Akses Damkar Sempat Terhalang
Sementara ini merupakan penampilan ketiga Aston Villa sejak menjuarai Piala Champions pada tahun 1982, hari Selasa ini menandai dimulainya musim kedelapan Club Brugge di Liga Champions dalam kurun waktu sembilan tahun.
Ini akan menjadi partisipasi ke-13 mereka secara keseluruhan dan selalu berhasil lolos dari fase grup atau fase liga dalam tiga musim terakhir.
Setelah finis di peringkat ke-19 pada fase liga musim lalu, Brugge kalah agregat 7-4 dari Atletico Madrid di babak playoff fase gugur dimana hasil tersebut mencerminkan gaya permainan mereka yang terbuka dan ofensif, dengan rata-rata 4,2 gol tercipta dalam pertandingan-pertandingan mereka.
Yang mengesankan, Blauw-Zwart berhasil mencetak tiga gol atau lebih dalam enam dari tujuh pertandingan Liga Champions terakhir di Stadion Jan Breydel, tempat mereka hanya menelan tiga kekalahan dari 22 laga kompetisi Eropa terakhir.
Namun, kemenangan atas Villa pada tahun 2024 merupakan satu-satunya keberhasilan Brugge dalam 19 pertemuan terakhir melawan tim Inggris di mana tidak kurang dari 15 pertandingan berakhir dengan kekalahan.
Meski demikian, skuad asuhan Ivan Leko mengawali musim domestik dengan performa yang jauh lebih kuat, mengingat status sebagai juara bertahan.
Seperti halnya Villa, Club Brugge melepas sejumlah pemain kunci dengan nilai transfer tinggi, namun mereka mampu bangkit dengan cepat dan kini menempati posisi kedua di Liga Pro Belgia setelah lima pekan pertandingan, dengan catatan empat kemenangan dan satu kekalahan.
Baca Juga: Hujan Abu Vulkanik Melanda, Ini 8 Langkah yang Perlu Dilakukan Masyarakat
Update Tim:
Banyak pembicaraan mengenai keputusan Emery untuk tidak memasukkan bintang Piala Super UEFA, Brian Madjo serta rekrutan baru Taylor-Harwood Bellis ke dalam skuad Aston Villa untuk fase liga.
Madjo saat ini memang sedang cedera, menyusul Johan Manzambi dan Amadou Onana yang sudah lama absen, namun Joao Gomes bisa bermain di Liga Champions meski sedang menjalani skorsing tiga pertandingan domestik.
Leon Goretzka bisa saja melakoni debutnya untuk Villa, sementara talenta remaja Ibrahim Mbaye dan pemain rekor klub Nicolas Jackson sama-sama berpeluang tampil sejak awal.
Kiper utama baru, Zion Suzuki, diprediksi akan menjadi kiper Jepang pertama yang bermain di kompetisi elite UEFA; sebagai perbandingan, kiper asal Swiss milik Club Brugge, Yann Sommer, sebelumnya pernah tampil di partai final bersama Inter Milan.
Tuan rumah akan dipimpin oleh kapten Hans Vanaken, sosok yang mencetak gol kemenangan saat melawan Villa pada November 2024; pemain internasional Belgia ini kerap berduet dengan Freddie Potts di lini tengah.
Meski Leko kehilangan beberapa pemain penting selama musim panas, penyerang andalan Nicolo Tresoldi tetap bertahan, ia sudah mengoleksi tiga gol liga musim ini.
Hanya Joel Ordonez yang dipastikan absen karena cedera.
Baca Juga: Mengapa Manusia Terbiasa Makan Tiga Kali Sehari? Jawabannya Ternyata Bukan Sesederhana Lapar
Susunan pemain:
Club Brugge:
Sommer; Sabbe, Mechele, Lee, Seys; Potts, Vanaken; Forbs, Vetlesen, Diakhon; Tresoldi
Aston Villa:
Suzuki; Cash, Lindelof, Torres, Maatsen; Kamara, Gomes; McGinn, Buendia, Hemmings; Jackson
Baca Juga: Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Pantas Menang Lawan Juventus
Prediksi:
Club Brugge 1-1 Aston Villa
Meski secara tradisional kerap mengawali laga dengan lambat di bawah asuhan Emery, Villa biasanya tampil lebih intens di kompetisi Eropa saat mereka mencatatkan sembilan clean sheet dalam 16 pertandingan UEFA terakhir dan selalu mencetak gol dalam 20 dari 21 laga terakhir tersebut.
Di sisi lain, Club Brugge kebobolan dengan rata-rata hampir dua gol per pertandingan selama beberapa musim terakhir di Liga Champions; sehingga, tuan rumah mungkin harus puas dengan raihan satu poin pada laga pembuka ini.
Editor : Satria Putra Sejati