Nasib Berbeda Dialami Dua Tim DIY di Awal Super League; PSIM Satu Poin, PSS Rela Telan Kekalahan

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 19:18 WIB
Suasana SSA Bantul saat PSIM Jogja melawan Persita Tangerang, Sabtu (5/9) sore lalu. (Guntur  Aga Tirtana/Radar Jogja)
Suasana SSA Bantul saat PSIM Jogja melawan Persita Tangerang, Sabtu (5/9) sore lalu. (Guntur  Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

JOGJA - Dua wakil DIY baru saja menyelesaikan ujian pertama mereka di ajang Super League musim 2026/2027.

Kendati sama-sama melakoni laga pembuka yang sengit, nasib PSIM Jogja dan PSS Sleman berbeda di pekan perdana ini.

​Bermain di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Sabtu (5/9), PSIM berhasil mengamankan satu poin usai menahan imbang Persita Tangerang 1-1.

Tampil di hadapan pendukung sendiri, Laskar Mataram sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Luquinhas pada menit ke-50 memanfaatkan umpan lambung terukur.

Baca Juga: Tak Ada dalam DSP, Marvin Loria dan Mauro Caballero Ternyata Belum Didaftarkan oleh PSIM Jogja

​Pantang menyerah, anak-asuh Jogja terus membombardir pertahanan rapat Pendekar Cisadane julukan Persita Tangerang sepanjang babak kedua. Tekanan tiada henti itu akhirnya membuahkan hasil di menit ke-84.

Gelandang asing PSIM Adrian Purzycki sukses menyambar bola rebound dari tepisan kiper Persita Tangerang dan menghindarkan tuan rumah dari kekalahan hingga peluit panjang berbunyi.

Di sisi lain, hasil berbeda dipetik PSS Sleman. Itu saat tim Super Elja melawat ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (4/9) lalu. Laskar Sembada harus mengakui keunggulan tuan rumah Bali United dengan skor tipis 1-2 dalam laga yang diwarnai drama penalti dan kesalahan lini belakang.

​Dua gol Serdadu Tridatu dicetak Teppei Yachida melalui titik putih pada menit ke-39 dan eksekusi Queven Inacio pada menit ke-67.

Perjuangan PSS untuk mengejar ketertinggalan baru membuahkan hasil di masa injury time (90+8') lewat tandukan terarah Melvyn Lorenzen. Sayang, gol itu datang terlalu lambat untuk menyelamatkan tim Bumi Sembada dari kekalahan.

Baca Juga: PSIM Jogja Bangkit di Pengujung Laga, Persita Tangerang Gagal Bawa Pulang Tiga Poin dari Stadion SSA

Meski meraih satu poin berharga, Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel menegaskan bakal langsung melakukan evaluasi mendalam. Sebab, pelatih asal Belanda ini enggan terburu-buru mengambil keputusan untuk laga berikutnya.

"Saya harus menonton pertandingan terlebih dahulu sebelum saya memutuskan bagaimana cara bermain dan dengan pemain mana yang akan mulai. Untuk sekarang saya akan menonton kembali pertandingan, apa yang harus kami tingkatkan, apa yang berjalan dengan baik, dan perlahan saya akan mempersiapkan diri untuk Persebaya," katanya, Minggu (6/9).

Pelatih berusia 54 tahun ini menyesuaikan permainan di timnya dengan tim lawan yang akan dihadapi. "Kami memiliki cara tertentu, cara kami ingin bermain, hanya saja detailnya berbeda. Jadi saya harus melihat detail apa yang harus kami ubah," tegasnya.

Sementara, Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra juga mengaku akan mengevaluasi timnya usai kalah dari Bali United di laga perdananya lalu. Sebab, pelatih berusia 59 tahun ini menyoroti performa anak asuhnya yang dinilai keluar dari karakter asli tim.

"Pertandingan lawan Bali United kemarin jauh dari permainan PSS yang biasa main. Kalau PSS main selalu untuk suka menguasai bola, kontrol permainan. Ini jauh dari yang kami mau," tandas Husitra. (ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
PSS PSIM Super League Laskar Mataram Super Elja