JOGJA - PSIM Jogja mulai menyiapkan opsi untuk menjaga kedalaman skuad di tengah padatnya agenda kompetisi musim 2026/2027. Salah satu yang dipertimbangkan adalah memaksimalkan talenta dari Elite Pro Academy (EPA) U-20.
PSIM musim ini akan menjalani dua kompetisi, BRI Super League 2026/2027 dan League Cup atau Piala Indonesia. Kondisi ITU membuat kedalaman skuad menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Terlebih regulasi Piala Indonesia membatasi penggunaan pemain asing maksimal tiga pemain.
PSIM saat ini memiliki total 26 pemain, dengan 11 di antaranya merupakan pemain asing. Artinya, ketika tampil di Piala Indonesia, terdapat delapan pemain asing yang tidak dapat dimainkan, sehingga otomatis pilihan pemain yang tersedia untuk kompetisi itu menjadi lebih terbatas.
Baca Juga: PSIM Jogja Siap Hadapi Persita di Laga Perdana, Van Gastel Ungkap Cara Mengelola Tekanan
Manajer tim PSIM Jogja Iksan Mahar mengatakan, pihaknya masih membuka kemungkinan untuk menambah pemain. Namun dalam waktu dekat, PSIM justru berencana mendorong pemain-pemain dari EPA U-20 agar dapat membantu kebutuhan tim senior. "Sejauh ini mungkin ada pertimbangan, tapi paling dekat kita coba perkuat nanti di EPA U-20," kata Iksan, Kamis (3/9).
Menurut Iksan, opsi itu berkaitan dengan panjangnya perjalanan PSIM di Piala Indonesia serta potensi padatnya jadwal pertandingan pada periode atau bulan tertentu. "Harapannya karena di League Cup ini kan juga akan panjang. Ada beberapa jadwal yang padat sekali di bulan November dan Desember," ujarnya.
Karena itu, PSIM akan mencoba memaksimalkan potensi yang sudah dimiliki melalui EPA U-20. Pemain-pemain muda tersebut diharapkan bisa menjadi tambahan kekuatan ketika tim senior membutuhkan opsi di tengah padatnya agenda kompetisi.
"Kemungkinan sejauh ini kita coba maksimalkan. Makanya EPA kita akan coba push lagi untuk cari beberapa pemain terutama U-20 yang bisa bantu dan support nanti di tim senior," tutur Iksan.
Baca Juga: Kali Pertama ke Asia, Pemain PSIM Marvin Loria Ingin Ajak Keluarga ke Jogja
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PSIM menjaga kedalaman skuad tanpa harus bergantung sepenuhnya pada tambahan pemain baru.
Terlebih, keterbatasan penggunaan pemain asing di Piala Indonesia membuat sejumlah pemain asing PSIM berpotensi tidak tersedia untuk kompetisi tersebut.
Dengan komposisi 26 pemain saat ini, termasuk empat penjaga gawang, pemanfaatan pemain EPA U-20 dapat menjadi opsi untuk menambah alternatif di skuad senior ketika PSIM harus menjalani rangkaian pertandingan dengan jarak waktu yang rapat. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja