RADAR JOGJA – Liverpool disebut sempat menjadikan Lamine Camara sebagai salah satu target utama untuk mengantisipasi kepergian Alexis Mac Allister. Namun, gelandang AS Monaco tersebut akhirnya tidak bergabung dengan The Reds pada bursa transfer musim panas.
Liverpool menutup aktivitas transfer musim panas dengan mendatangkan empat pemain untuk memperkuat skuad utama. Mereka adalah Jeremy Jacquet, Ronald Araujo, Victor Munoz, dan Bradley Barcola.
Meski demikian, keputusan Liverpool untuk tidak menambah pemain di lini tengah membuat sebagian suporter merasa khawatir. Terlebih, Curtis Jones telah dilepas ke Inter Milan sehingga kedalaman sektor gelandang menjadi salah satu perhatian.
Nama Lamine Camara sebelumnya cukup sering dikaitkan dengan Liverpool. Gelandang asal Monaco tersebut bahkan disebut sebagai pemain yang diinginkan sejumlah penggemar untuk didatangkan ke Anfield.
Baca Juga: 1.800 Orang Tarik Menara Kastil Hirosaki Seberat 400 Ton di Jepang
Namun, laporan James Pearce dari The Athletic menyebut Liverpool memang menganggap Camara sebagai target nyata. Hanya saja, transfer tersebut baru akan dilakukan jika Alexis Mac Allister meninggalkan klub.
Liverpool juga masih berpeluang kembali mengejar Camara pada 2027.
Liverpool Bisa Saja Memboyong Camara
Situasi transfer Lamine Camara semakin menarik setelah Chelsea dikabarkan sempat mencapai kesepakatan dengan Monaco mengenai biaya transfer senilai £47 juta.
Namun, kesepakatan tersebut akhirnya batal pada Selasa. Nilai tersebut sebenarnya tidak terlalu berat jika Liverpool benar-benar ingin mengamankan jasa gelandang berusia 22 tahun tersebut.
Keputusan Liverpool untuk tidak mengejar Camara pada musim panas pun dinilai cukup mengejutkan, terutama setelah klub melepas Curtis Jones ke Inter Milan.
Trey Nyoni kemudian disebut-sebut sebagai salah satu pemain yang bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Jones. Namun, mengandalkan Nyoni sepenuhnya juga dinilai terlalu berisiko.
Pemain berusia 19 tahun itu baru mengumpulkan 38 menit penampilan di Premier League sepanjang kariernya. Karena itu, membebankan tanggung jawab besar kepadanya sebagai pengganti Jones dianggap kurang ideal.
Kehadiran Camara juga diyakini tidak akan menghambat perkembangan Nyoni. Sebaliknya, persaingan dan pengalaman bersama gelandang yang lebih matang bisa membantu Nyoni berkembang secara bertahap.
Jika Mac Allister benar-benar meninggalkan Liverpool pada 2027, Nyoni pun akan memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri sebelum mendapat peran lebih besar.
Lamine Camara Jadi Opsi Liverpool pada Januari?
Bursa transfer Januari mendatang bisa menjadi kesempatan bagi Liverpool untuk kembali mempertimbangkan Lamine Camara.
Baca Juga: Antrean Mengular Sejak Pagi, Big Bad Wolf (BBW) Yogyakarta Resmi Dibuka, Hadirkan 2 Juta Buku di JEC
Kebutuhan terhadap gelandang tambahan terlihat dari keputusan pelatih Andoni Iraola mencadangkan Ryan Gravenberch ketika Liverpool menghadapi Nottingham Forest akhir pekan lalu.
Pada pertandingan tersebut, performa Mac Allister maupun Dominik Szoboszlai juga belum maksimal. Kondisi tersebut semakin menunjukkan perlunya opsi tambahan di lini tengah.
Camara dinilai bisa memberikan keseimbangan lebih baik di sektor tersebut. Kemampuannya dalam bertahan dapat memberikan perlindungan ekstra sekaligus membantu Liverpool mengontrol permainan dari tengah lapangan.
Kehadiran pemain asal Monaco itu juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap performa Gravenberch, Mac Allister, dan Szoboszlai karena persaingan di lini tengah akan semakin kompetitif.
Menariknya, Camara juga disebut dapat memberikan fleksibilitas taktik bagi Liverpool. Jika diperlukan, Szoboszlai bisa dimainkan sebagai bek kanan untuk mengatasi salah satu persoalan yang muncul di posisi tersebut.
Kini, keputusan Liverpool untuk menunggu hingga bursa transfer berikutnya menjadi hal yang menarik untuk ditunggu. The Reds bisa saja kembali mengejar Camara pada Januari, atau memilih menunggu hingga musim panas 2027.
Editor : Bahana.