BANTUL – Peluncuran tim dan jersey PSIM Jogja untuk menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027 tak sekadar menjadi ajang memperkenalkan skuad. Klub juga menghadirkan sejumlah aktivasi untuk mengajak suporter mengenal lebih dekat perjalanan dan kultur PSIM.
Salah satu yang menarik perhatian adalah mini museum jersey lawas PSIM. Aktivasi tersebut digelar bersamaan dengan launching tim dan jersey serta pertandingan uji coba PSIM menghadapi Deltras Sidoarjo di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul Sabtu (29/8).
Mini museum tersebut memamerkan sejumlah apparel yang pernah digunakan PSIM dari berbagai era. Koleksi itu merupakan milik kolektor jersey PSIM, Akbar Kusumowibowo.
Dari total 15 jersey yang telah dikurasi, lima di antaranya dipilih untuk dipajang dalam mini museum. Menariknya, seluruh jersey tersebut menggunakan apparel Adidas dan mewakili tiga periode berbeda.
Baca Juga: Hadapi Tren Promo Gen Z dan Food Waste, ESB Tawarkan Solusi Digital Berbasis Data di JIFHEX Jogja
Lima jersey itu berasal dari musim 1994, 1995, serta 2005/2006 yang menjadi periode terakhir PSIM menggunakan Adidas sebelum kembali menggandeng brand tersebut pada musim ini.
"Yang diminta manajemen dipajang di sini ada lima, itu yang brand-nya Adidas semua dari tiga dekade: '94, '95 waktu Ligina 1, dan 2006 waktu itu terakhir memakai Adidas," ujar Akbar saat ditemui di SSA, Sabtu (29/8).
Bagi Akbar, keterlibatan dalam momentum launching PSIM menjadi pencapaian tersendiri sebagai kolektor. Sebab, koleksi yang selama ini dikumpulkannya mendapat kesempatan untuk dipamerkan kepada publik melalui agenda resmi klub.
"Kalau saya sebagai kolektor, akhirnya diajak manajemen itu mungkin pencapaian tertinggi sebagai kolektor. Habis itu udahlah, pensiun, berarti sudah pencapaian tertinggi," katanya sembari tertawa.
Selain lima jersey yang dipamerkan, terdapat 10 jersey PSIM lintas era lainnya yang juga berencana ditampilkan. Namun, konsep untuk memamerkan seluruh koleksi tersebut masih dalam tahap pematangan oleh manajemen.
Kembalinya Adidas sebagai apparel PSIM musim ini juga mendapat perhatian Akbar. Menurut dia, suporter perlu ikut menjaga sekaligus memanfaatkan nilai dari kerja sama tersebut agar memberikan manfaat lebih besar bagi klub.
"Suporter harus bisa memanfaatkan value dari Adidas ini. Karena kalau kita bisa memanfaatkan ini, harapannya kerja sama itu semakin matang, semakin panjang, dan semakin bermanfaat bagi PSIM," ujarnya.
Akbar juga berharap kualitas apparel PSIM musim ini dapat menjawab berbagai evaluasi terhadap produk sebelumnya. "Semoga kualitas ini lebih baik dari yang kemarin," tambahnya.
Baca Juga: Nicolas Jackson Gabung Aston Villa dari Chelsea, Diproyeksikan Sebagai Pengganti Ollie Watkins
Selain mini museum, rangkaian launching PSIM juga diisi diskusi yang salah satunya menghadirkan akademisi sekaligus pengamat sepak bola, Fajar Junaedi. Dalam forum tersebut, Fajar membahas perkembangan literasi dan aktivasi suporter PSIM. Menurutnya, kultur suporter PSIM memiliki kekuatan yang tidak hanya terlihat dari dukungan di tribun.
Ketika PSIM berada dalam kondisi sulit di kasta kedua beberapa tahun lalu, suporter justru melahirkan berbagai aktivitas secara mandiri. Fajar mencontohkan pembuatan zine, match program, statistik pertandingan hingga siaran langsung melalui YouTube.
Berbagai aktivitas tersebut, kata Fajar, dilakukan secara sukarela tanpa berorientasi pada keuntungan materi. "Itu mereka lakukan secara voluntary," kata Fajar.
Menurutnya, kesukarelaan tersebut menjadi modal sosial penting bagi manajemen klub. Suporter tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menciptakan berbagai aktivitas yang ikut membangun ekosistem sepak bola. "Artinya suporter PSIM ini kan enggak hanya protes saja, tapi mereka melakukan aktivasi," ujarnya.
Baca Juga: Carrick Konfirmasi Baleba Akan Absen Selama Beberapa Minggu, Ini Alasannya
Aktivasi mini museum jersey juga mendapat perhatian penonton yang hadir langsung di SSA. Salah satu suporter PSIM, Afif Ardian, mengaku tertarik dengan konsep tersebut karena dapat menjadi sarana edukasi bagi penonton mengenai sejarah klub. "Menarik ya, ini untuk edukasi juga mungkin bagi banyak penonton yang belum tahu," ujar Afif.
Selain tertarik dengan mini museum, Afif juga mengaku tidak sabar melihat jersey terbaru yang akan digunakan PSIM pada kompetisi musim 2026/2027. "Karena ini kan brand global ya, jadi sangat antusias," paparnya. (iza)
Editor : Sevtia Eka Novarita