RADAR JOGJA - Vietnam berada di ambang mempertahankan gelar ASEAN Championship 2026 ketika menjamu Thailand pada leg kedua final di My Dinh National Stadium, Hanoi, Rabu (26/8) malam.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung mulai 20.00 WIB. The Golden Warriors datang dengan keuntungan besar setelah memenangkan leg pertama dengan skor 2-0 di Rajamangala Stadium, Bangkok.
Dua gol Vietnam pada pertemuan pertama dicetak Nguyen Hai Long pada menit ke-62 dan Nguyen Quang Hai menit ke-69. Hasil tersebut membuat The War Elephant berada dalam posisi sulit untuk membalikkan keadaan.
Thailand kini membutuhkan kemenangan dengan margin setidaknya tiga gol untuk membalikkan agregat dan memastikan gelar menjadi milik mereka.
Baca Juga: Ubi Bombing Lagi Viral! Intip Si Umbi Sederhana Diam-Diam Bisa “Lawan” Terigu
Jika mereka menang 2-0, pertandingan akan berada dalam kondisi yang membuat penentuan gelar mengikuti aturan kompetisi yang berlaku. Namun, kemenangan dengan selisih tiga gol akan membawa War Elephants membalikkan agregat menjadi 3-2.
Sebaliknya, Vietnam hanya perlu menjaga keunggulan agregat untuk mengangkat trofi di hadapan pendukungnya sendiri.
Situasi tersebut membuat leg kedua diprediksi berlangsung dengan tensi tinggi. Thailand tidak punya banyak pilihan selain bermain lebih agresif, sementara Vietnam memiliki keuntungan untuk mengatur tempo pertandingan.
Bagi Vietnam, laga di My Dinh memiliki arti lebih besar daripada sekadar mempertahankan keunggulan.
Baca Juga: Bukan Cuma Air, Presiden Prabowo Dorong Ubi Bombing dan Material Kimia untuk Padamkan Karhutla
Pasukan Kim Sang-sik berpeluang menjadi juara ASEAN Championship secara beruntun. Vietnam juga membidik gelar keempat sepanjang sejarah turnamen.
Kemenangan 2-0 di Bangkok menjadi modal penting bagi Vietnam. Namun, Kim tetap meminta para pemainnya tidak terlena karena satu pertandingan masih harus dimainkan.
Vietnam juga memiliki catatan khusus di kandang. Meski demikian, Thailand justru memiliki sejarah yang cukup kuat ketika bermain di My Dinh dan akan berusaha memanfaatkan pengalaman tersebut untuk menciptakan kejutan.
Bagi Thailand, leg kedua merupakan kesempatan terakhir untuk menyelamatkan peluang meraih trofi.
Baca Juga: Huistra Ungkap PSS Sleman Kian Sempurna Jelang Super League 2026/2027
Kekalahan pada leg pertama membuat tekanan berada di pundak tim asuhan Anthony Hudson. Thailand harus mampu menemukan cara membongkar pertahanan Vietnam sekaligus menjaga gawang mereka agar tidak kembali kebobolan.
Tugas tersebut tidak mudah. Pada leg pertama, Thailand sebenarnya sempat menciptakan sejumlah peluang, termasuk tendangan yang membentur mistar. Namun, mereka gagal mencetak gol sebelum Vietnam menghukum lewat dua serangan di babak kedua.
Thailand sendiri merupakan pemegang rekor gelar terbanyak ASEAN Championship dengan tujuh trofi. Karena itu, mereka tentu tidak ingin perjalanan menuju final berakhir dengan kegagalan mempertahankan keunggulan historis tersebut.
Editor : Satria Putra Sejati