SLEMAN - Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memberikan apresiasi terhadap proses adaptasi gelandang bertahan asing barunya, Moussa Bagayoko. Meski dinilai masih membutuhkan penyesuaian gaya main, pelatih asal Belanda ini mengaku cukup puas dengan grafik peningkatan yang ditunjukkan legiun asingnya tersebut.
Sebagai pemain yang menempati peran krusial di lini tengah, Bagayoko terus digembleng agar mampu menyerap skema permainan Super Elang Jawa secara utuh. Sebab, Huistra menyadari posisi defensive midfielder tidak bisa instan dikuasai oleh pemain baru.
"Dia memiliki banyak talenta. Posisi nomor enam selalu menjadi posisi yang spesifik dalam tim kami. Jadi, dia harus meningkatkan beberapa hal. Dia harus lebih baik dan lebih memahami peran tersebut," jelasnya, Selasa (25/8).
Tak hanya itu, bagi Huistra, masa transisi yang dialami Bagayoko merupakan hal wajar bagi pemain yang baru pertama kali mencicipi atmosfer tim. Tapi beruntung, PSS Sleman memiliki waktu persiapan yang lumayan panjang sebelum kompetisi resmi bergulir.
Baca Juga: Sebanyak 5.000 Karateka dari Indonesia dan Berbagai Negara Siap Tampil di Ajang YOT VI 2026
Menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027 yang dinilai cukup ketat, Huistra menilai peran posisi nomor enam di skuad PSS Sleman memang sangat vital untuk menjaga kedalaman pertahanan, sekaligus menjadi pengatur ritme alur bola. Sehingga kehadiran Bagayoko diharapkan mampu menjadi penyeimbang utama permainan Laskar Sembada.
"Tetapi itu normal. Dia merupakan pemain baru, jadi memang membutuhkan sedikit waktu. Kami juga memiliki pramusim yang panjang, jadi saya senang dengan perkembangannya," ucap Huistra. (ayu).
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja