Usung Sleman Style, Pieter Huistra Tegaskan PSS Tak Akan Ubah Identitas Permainan

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:06 WIB
Pieter Huistra kembali ditunjuk sebagai pelatih kepala PSS Sleman untuk musim 2026/27. (Foto: Rizky Wahyu/Radar Jogja)
Pieter Huistra kembali ditunjuk sebagai pelatih kepala PSS Sleman untuk musim 2026/27. (Foto: Rizky Wahyu/Radar Jogja)

SLEMAN – Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menegaskan komitmennya mempertahankan filosofi permainan menyerang dan dominan saat menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. 

Juru taktik asal Belanda itu memastikan tim berjuluk Super Elang Jawa tidak akan mengubah identitas permainan hanya untuk meredam kekuatan lawan.

Huistra menyebut PSS Sleman akan tetap mengusung Sleman style, yakni gaya bermain dengan karakter dominan yang diterapkan dalam setiap pertandingan, baik saat tampil di kandang maupun tandang.

"Saya pikir PSS tidak menyesuaikan diri, tentu saja ada penyesuaian sampai batas tertentu, tetapi bukan dengan mengubah formasi. Kami percaya pada gaya permainan kami sendiri, Sleman style yang ingin kami terapkan," ungkapnya, Selasa (25/8).

Baca Juga: Canggih, Lahan Mangkrak di Bantul Disulap dengan Bantuan AI dan IoT

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Huistra menilai perkembangan skuad Super Elang Jawa selama menjalani masa persiapan menuju musim baru cukup memuaskan. Para pemain dinilai telah bekerja keras dan berada di jalur yang tepat.

"Saya senang dengan kerja keras yang ditunjukkan para pemain dan saya rasa kami berada di jalur yang benar," bebernya.

Dengan waktu persiapan yang tersisa, Huistra akan terus membangun kepercayaan diri para pemainnya. Hal itu penting agar Dominikus Dion dan kawan-kawan berani menjalankan skema permainan yang telah disiapkan ketika berada di lapangan.

Menurut Huistra, PSS tidak perlu mengubah gaya bermain hanya karena menghadapi karakter berbeda dari setiap lawan. Sebaliknya, tim lawan yang diharapkan mampu beradaptasi dengan ritme permainan PSS Sleman.

"Itulah yang kami latih. Kami selalu mengusahakan hal tersebut, dan lawanlah yang harus menyesuaikan diri dengan kami," tegasnya.

Meski menilai karakter dan energi bertanding para pemain sudah berada di level yang baik, Huistra menyadari masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pembenahan tersebut mencakup aspek teknis maupun taktis.

Namun, kesalahan yang dilakukan pemain selama masa persiapan justru dianggap sebagai bagian penting dari proses evaluasi. Huistra menilai kesalahan memberikan ruang bagi tim pelatih untuk terus melakukan perbaikan.

Baca Juga: Cara Adopsi Orangutan Kalimantan Secara Online di BOS, Tak Dibawa Pulang tapi Bisa Ikuti Perjalanann

"Saya justru senang mereka melakukan kesalahan, karena jika mereka melakukan semuanya dengan sempurna, saya tidak akan punya pekerjaan lagi. Jadi sekarang, kami bekerja sama untuk menjadikannya lebih baik," ujarnya. (ayu)

Editor : Bahana.
Super League 2026/2027 Sleman Style Dominikus DionI'm PSS Sleman pieter huistra