Aleksander Ceferin Tutup Kemungkinan Mencalonkan Diri sebagai Presiden FIFA

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 10:44 WIB
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin

RADAR JOGJA - Presiden UEFA Aleksander Ceferin menegaskan tidak akan mencalonkan diri untuk menggantikan bos FIFA Gianni Infantino, namun ia memperingatkan pemimpin FIFA yang sedang dalam tekanan itu untuk mundur atau menghadapi tantangan kepemimpinan pada bulan Maret.

Infantino menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mundur akibat rencananya untuk mendapatkan investasi swasta bagi turnamen-turnamen FIFA dimana tiga konfederasi benua menuduhnya melakukan penipuan dan UEFA mengancam akan memboikot kompetisi FIFA.

Meski secara luas dianggap sebagai penantang potensial bagi Infantino, Ceferin yang berusia 58 tahun menyatakan komitmennya terhadap UEFA dalam sebuah wawancara dengan siniar The Rest is Politics.

Baca Juga: Newcastle United 2-2 Liverpool, Iraola Puji Performa Alexander Isak Meski Tak Cetak Gol

"Saya tidak tertarik karena dua alasan. Alasan pertama adalah saya mencintai UEFA dan senang bekerja di sini, dan menurut saya pada titik tertentu... Sudah saatnya untuk sedikit menikmati hidup juga," kata Ceferin.

"Dan poin kedua, kredibilitas saya jauh lebih tinggi jika saya tidak tertarik pada posisi tersebut," imbuhnya.

Ceferin telah memimpin pihak yang menentang Infantino sejak presiden FIFA itu mengungkapkan rencananya untuk mencari investasi swasta melalui sebuah perusahaan guna mengelola turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia pria dan wanita.

Baca Juga: Torino 1-2 AC Milan, Adrien Rabiot Tampil Cemerlang saat Ruben Amorim Tandai Era baru Rossoneri

Ia meyakini bahwa Infantino harus mundur atau menghadapi penentangan jika ia mencalonkan diri kembali dalam Kongres FIFA berikutnya di Maroko.

"Situasi berubah setiap hari," tambah Ceferin, yang mengungkapkan bahwa ia belum berbicara dengan Infantino sejak kontroversi itu bermula.

"Setiap hari ada diskusi yang berbeda. Saya tidak berbicara dengannya. Namun, ada dua pilihan. Pilihan pertama adalah dia menyadari bahwa dia tidak memiliki dukungan dan itu bukan hanya dukungan politik dari pihak yang memiliki hak suara, melainkan juga dukungan politik dari komunitas sepak bola, penggemar, pemain, mantan pemain, serta pelatih.

Baca Juga: Elche 0-5 Barcelona, Raphinha dan Fermin Cetak Brace saat Blaugrana Awali Musim dengan Sempurna

"Dan pilihan kedua adalah dia tetap maju dalam pemilihan bulan Maret; namun dalam skenario itu, menurut saya akan ada kandidat yang menjadi lawannya. Saya belum tahu siapa orangnya. Infantino berada di Republik Dominika pada akhir pekan lalu; di sana, ia memberikan jawaban yang agak aneh saat ditanya oleh James Matthews dari Sky News (yang juga berkepala plontos seperti Infantino) apakah ia berniat untuk mundur.

Tiga konfederasi dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan mosi tidak percaya dalam Kongres mendatang, sebuah langkah yang akan semakin mempertanyakan masa depan Infantino.

Namun, ia tampaknya masih mendapat dukungan dari konfederasi Afrika (CAF) dan Amerika Selatan (CONMEBOL).

Baca Juga: UGM Perkuat Literasi Jaminan Kesehatan Sosial, Lansia dan Kader Posyandu Dusun Pendem

Infantino, mantan Sekretaris Jenderal UEFA, mendapat dukungan luas dari negara-negara Eropa saat menggantikan Sepp Blatter sebagai presiden FIFA pada tahun 2016.

Greg Dyke, yang saat itu menjabat sebagai ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), mendukung kampanye Infantino dan menyebutnya sebagai sosok yang jujur ​​dan lugas.

Keempat negara Britania Raya (Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara), bersama dengan Republik Irlandia, termasuk di antara pihak-pihak yang telah menarik dukungan terhadap Infantino menyusul kontroversi pasca-Piala Dunia.

Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI SENIN, 24 AGUSTUS 2026

Selain itu, Ceferin menepis anggapan bahwa UEFA bertindak demi kepentingan federasi dan klub-klub paling berpengaruh di dunia.

"Yang saya dengar, mereka (FIFA) memainkan narasi seperti, 'Eropa yang arogan menentang kita,'" ujar Ceferin. 

"Mereka punya banyak uang, sementara saya membantu pihak-pihak kecil dan miskin,' dan semacamnya.

Baca Juga: Kuatkan Peran Relawan, Libatkan Peranan Media Massa

"Namun, menurut saya seseorang perlu mengingatkannya bahwa dia adalah orang Eropa dan pernah didukung oleh UEFA, hal yang kini ia lupakan."

Editor : Satria Putra Sejati
Aleksander Ceferin uefa FIFA gianni infantino