Manchester United menuai kritik tajam setelah menelan kekalahan mengejutkan dari tim promosi Hull City pada lanjutan Liga Inggris 2026/2027. Hasil buruk tersebut membuat pelatih Michael Carrick menjadi sasaran kritik karena dinilai gagal memberikan identitas permainan bagi Setan Merah.
Bermain di MKM Stadium, Manchester United tumbang setelah penampilan yang jauh dari harapan. Kekalahan itu sekaligus memunculkan keraguan terhadap ambisi United untuk bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris dan tampil kompetitif di Liga Champions musim ini.
Carrick Dinilai Tak Punya Filosofi Permainan
Koresponden olahraga utama The i Paper, Kevin Garside, melontarkan kritik keras terhadap Carrick. Menurutnya, kemenangan Hull City telah "membakar habis mitos" bahwa Manchester United sedang bangkit di bawah kepemimpinan mantan gelandang Setan Merah tersebut.
Garside bahkan mempertanyakan gaya bermain khas Carrick.
"Apa sebenarnya Carrick-ball? Dia satu-satunya manajer dari enam besar yang tampaknya tidak memiliki cara bermain yang jelas," tulis Garside.
Baca Juga: Hari Jadi Ke-81 Jawa Tengah, Ahmad Luthfi Ajak Warga Tinggalkan Ego Sektoral demi Jateng Maju
Ia membandingkan Carrick dengan pelatih-pelatih papan atas Liga Inggris yang memiliki filosofi permainan yang mudah dikenali.
Menurut Garside, Arsenal di bawah Mikel Arteta memiliki identitas yang kuat, Manchester City bersama Enzo Maresca tetap mempertahankan pendekatan ala Pep Guardiola, Tottenham bersama Roberto De Zerbi mengandalkan detail taktik dan intensitas emosi, sementara Liverpool di bawah Andoni Iraola membawa gaya serangan balik yang agresif.
Sebaliknya, Manchester United dinilai belum menunjukkan pola permainan yang konsisten di bawah Carrick.
Lini Belakang dan Tengah Manchester United Disorot
Penampilan Manchester United saat menghadapi Hull City juga menuai sorotan karena lemahnya organisasi permainan.
Lini belakang United dianggap tampil berantakan sepanjang pertandingan, sementara duet gelandang anyar Andrey Santos dan Youri Tielemans dinilai gagal mengendalikan permainan di sektor tengah.
Kondisi tersebut membuat Hull City mampu memanfaatkan ruang dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya yang berujung pada dua gol kemenangan.
Garside menyebut hasil ini sebagai kekalahan terburuk sepanjang karier singkat Carrick sebagai pelatih Manchester United.
Carrick Akui Masih Banyak yang Harus Dibenahi
Meski mendapat kritik tajam, Michael Carrick menegaskan kekalahan dari Hull City tidak akan mengubah arah yang sedang dibangun Manchester United.
"Kami masih punya banyak hal yang harus diperbaiki. Memang tidak akan pernah sempurna sejak awal, tetapi kebobolan lebih dulu membuat pertandingan menjadi lebih sulit, apalagi melawan tim promosi di kandang mereka," kata Carrick seusai laga.
Ia menambahkan bahwa timnya harus belajar dari kekalahan tersebut dan terus berkembang sebagai sebuah kelompok.
Baca Juga: Race Around Java September 2026, Ultra Cycling 3.000 Km Keliling Jawa dengan Elevasi 30.000 Meter
"Ada beberapa hal yang hanya kami yang tahu dan harus kami perbaiki selama sepekan ke depan. Kami harus menjadi tim yang lebih kuat."
Carrick juga mengakui dua gol yang bersarang ke gawang United menjadi faktor penentu kekalahan dan menunjukkan masih banyak aspek permainan yang perlu dibenahi.
Awal Musim yang Mengkhawatirkan
Kekalahan dari Hull City menjadi alarm dini bagi Manchester United yang sebelumnya digadang-gadang mampu kembali menjadi penantang gelar. Tekanan terhadap Michael Carrick kini dipastikan meningkat, terutama jika Setan Merah gagal menunjukkan perkembangan pada pertandingan-pertandingan berikutnya di Liga Inggris maupun Liga Champions.
Editor : Bahana.