Tendangan Kungfu Warnai Piala Soeratin U-13, Asprov PSSI DIY Gelar Sidang Komdis

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:46 WIB
Ilustrasi pelanggaran keras (platformAI)
Ilustrasi pelanggaran keras (platformAI)

BANTUL – Insiden keras kembali mewarnai pertandingan sepak bola di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kali ini, peristiwa tersebut terjadi dalam laga Piala Soeratin U-13 antara Baturetno dan Mataram Utama (MU) di Lapangan Dwi Windu, Bantul, Kamis (20/8) sore.

Sebuah video yang beredar memperlihatkan pemain Baturetno terkena tendangan dengan posisi kaki terangkat tinggi hingga mengarah ke bagian kepala. Peristiwa itu terjadi ketika perebutan bola tidak berada tepat di antara kedua pemain.

Yang menjadi sorotan, pemain MU yang melakukan pelanggaran hanya mendapat kartu kuning dari wasit. Sementara pemain Baturetno yang terkena tendangan harus menjalani pemeriksaan medis setelah mengeluhkan kondisi tubuhnya.

Pembina SSB Baturetno Sarjoko menilai keputusan wasit tersebut perlu dipertanyakan. Menurutnya, pelanggaran dalam insiden itu semestinya diganjar kartu merah.

Baca Juga: Tak Sekadar Hiasan, Aglonema Bisa Jadi Ladang Cuan: Kontes Nasional Aglonema Nusantara Ke-6 Siapkan

“Karena tidak memberikan kartu merah, nanti dari Baturetno akan melayangkan surat kepada Asprov PSSI DIY, khususnya bidang perwasitan dan pengawas pertandingan,” kata Sarjoko, Jumat (21/8).

Baturetno juga meminta adanya sanksi tegas terhadap pemain yang melakukan pelanggaran. Sarjoko berharap pemain tersebut mendapatkan hukuman larangan bertanding dalam kompetisi sepak bola di wilayah DIY selama beberapa tahun sesuai keputusan otoritas disiplin.

Selain pemain, pihak Baturetno juga meminta wasit yang memimpin pertandingan turut mendapat sanksi. Mereka mengusulkan agar wasit tersebut tidak memimpin pertandingan selama satu hingga dua tahun, dengan mempertimbangkan hasil evaluasi Asprov PSSI DIY.

“Si pemain juga harus minta maaf dan juga harus menerima hukuman tidak bisa mengikuti main atau kompetisi selama nanti sesuai dengan keputusannya. Karena itu sangat merugikan dan itu tidak mendidik, dan juga dia tidak sportif,” tegasnya.

Asprov PSSI DIY Kumpulkan Bukti

Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY Wendy Umar mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai insiden tersebut.

Asprov PSSI DIY mengumpulkan berbagai dokumen untuk memastikan kronologi kejadian. Mulai dari foto, video pertandingan, laporan pengawas pertandingan hingga informasi dari pelatih Baturetno dan pihak terkait lainnya.

Setelah seluruh bahan dikumpulkan, Asprov PSSI DIY kemudian menggelar sidang Komite Disiplin (Komdis) untuk membahas insiden tersebut.

“Kita tidak berhenti di situ. Dari tadi malam kita selalu aktif komunikasi dengan pelatih Baturetno untuk menanyakan kondisi dari sang pemain,” jelas Wendy.

Menurut Wendy, berdasarkan kronologi pertandingan, benturan terjadi setelah laga memasuki menit ke-66. Pemain Baturetno yang terlibat dalam insiden tersebut masih mampu melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir.

Namun, kondisi pemain berubah ketika dalam perjalanan pulang. Ia mulai merasakan pusing dan mual sehingga kemudian dibawa ke Rumah Sakit JIH untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil CT Scan Baik, Pemain Masih Diobservasi

Baca Juga: Crystal Palace Tolak Tawaran Manchester City untuk Rekrut Adam Wharton setelah Kepergian Rodri

Wendy menjelaskan, tim medis kemudian melakukan CT scan terhadap bagian kepala pemain untuk memastikan kondisinya.

Hasil pemeriksaan yang keluar pada Jumat (21/8) menunjukkan kondisi yang baik. Meski demikian, pemain tersebut masih harus menjalani observasi selama satu hari untuk memastikan tidak terdapat masalah lanjutan.

“Terus hasil CT scan hari ini sudah keluar, hasilnya baik. Namun, sang pemain masih harus menjalani observasi satu hari ke depan ini,” bebernya.

Asprov PSSI DIY juga telah berkomunikasi dengan keluarga pemain. Selain memberikan dukungan moril dan pendampingan, federasi menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut.

Wendy menegaskan, pihaknya berharap insiden serupa tidak kembali terjadi dalam pertandingan sepak bola di DIY, terlebih kompetisi tersebut melibatkan pemain usia muda.

Untuk keputusan terkait sanksi, Asprov PSSI DIY masih menunggu hasil sidang Komite Disiplin. Wendy menyebut pihaknya akan menghormati keputusan yang nantinya dikeluarkan berdasarkan bukti dan laporan pertandingan.

Baca Juga: Suadesa Peduli, PGN Dorong Kepedulian Lingkungan, Sosial hingga Potensi Ekonomi di Sleman

“Kami juga tetap masih menunggu hasil sidang dari Komite Disiplin berkaitan dengan hasilnya. Nanti mudah-mudahan ini hasilnya yang terbaik karena kita ketahui bahwa PSSI DIY juga pernah mengeluarkan hukuman atau sanksi kepada salah satu pemain di Liga 4 berkaitan dengan kejadian-kejadian serupa,” tandasnya.

Editor : Bahana.
Mataram Utama Piala Soeratin U-13 Asprov PSSI DIY baturetno Sepak Bola DIY