Diremehkan Jelang Hadapi Liverpool, Matthias Jaissle: Saya Tidak Peduli

Bahana. • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:55 WIB
Manajer Newcastle United Matthias Jaissle
Manajer Newcastle United Matthias Jaissle

Manajer Newcastle United, Matthias Jaissle, menegaskan tidak ambil pusing dengan anggapan bahwa timnya masih dipandang sebelah mata menjelang bergulirnya Premier League musim baru.

Jaissle menjadi pilihan mengejutkan Newcastle untuk menggantikan Eddie Howe pada awal Agustus. Penunjukan pelatih asal Jerman itu sempat menimbulkan keraguan mengingat usianya yang baru 38 tahun dan belum memiliki pengalaman menangani klub di kompetisi liga top Eropa.

Sebelum datang ke St James' Park, Jaissle pernah menangani Red Bull Salzburg dan Al-Ahli. Dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih, ia telah meraih gelar Liga Austria dan Liga Champions Asia.

Kini, Jaissle menghadapi tantangan besar untuk membangkitkan Newcastle setelah klub mengakhiri musim lalu dengan hasil mengecewakan. The Magpies hanya finis di posisi ke-12 klasemen Premier League.

Kondisi Newcastle semakin rumit setelah kepergian Howe. Pelatih asal Inggris tersebut meninggalkan klub setelah melalui periode penuh gejolak yang ditandai dengan hengkangnya sejumlah pemain penting.

Baca Juga: Gerakan Tanam Serempak Perkuat Produksi Pangan dari Lahan Oplah dan CSR

Howe sebelumnya berhasil mengakhiri penantian 56 tahun Newcastle untuk meraih trofi utama dengan memenangkan Piala Liga pada 2025. Namun setelah itu, klub harus kehilangan sejumlah pemain bintang.

Alexander Isak dilepas ke Liverpool pada tahun lalu, sementara Bruno Guimaraes, Sandro Tonali, dan Anthony Gordon juga meninggalkan Newcastle setelah musim sebelumnya berakhir.

Jaissle kini mendapat tugas untuk mengangkat kembali performa Newcastle. Sejumlah pemain muda seperti Bazoumana Toure, Sean Steur, dan Aladji Bamba telah didatangkan. Jaissle juga masih berharap klub mendapatkan tambahan pemain sebelum bursa transfer ditutup.

Namun, performa Newcastle selama pramusim belum menunjukkan hasil yang meyakinkan. Situasi tersebut membuat keraguan terhadap proyek Jaissle semakin besar.

Meski demikian, sang pelatih memilih tidak terganggu dengan berbagai penilaian dari luar.

"Saya tidak tahu bagaimana mereka menilai kami atau bagaimana mereka menilai saya. Sejujurnya, dengan segala hormat, saya tidak peduli," ujar Jaissle kepada wartawan, Kamis.

Menurutnya, opini publik bukan sesuatu yang dapat dikendalikan. Karena itu, fokus utama Newcastle adalah mengerjakan hal-hal yang berada dalam kendali mereka.

"Kami bagus dalam pendekatan kami dan hanya bisa fokus pada apa yang bisa kami pengaruhi. Itu akan menjadi hal yang sama sepanjang perjalanan kami bersama tim ini," lanjutnya.

Jaissle menyadari terdapat banyak tekanan dari media dan media sosial terhadap Newcastle. Namun, ia menilai menghindari energi negatif menjadi bagian penting dalam membangun tim.

"Adalah hal yang cerdas bagi kami untuk menghindari hal-hal negatif dari luar. Memang ada negativitas. Anda membaca surat kabar, media, terutama media sosial. Jadi, bagi kami, tugasnya adalah fokus pada apa yang bisa kami pengaruhi," katanya.

Baca Juga: Wajah Baru Pantai Baron Gunungkidul: Gugusan Pasir yang Jadi Ciri Khas Hilang, Pantai Lebih Luas

Pelatih berusia 38 tahun itu juga mengakui Newcastle masih membutuhkan waktu untuk mencapai potensi terbaiknya.

"Tentu masih ada jarak untuk mencapai potensi penuh kami. Kami menyadarinya. Itu normal pada tahap musim seperti ini bahwa Anda belum bisa berada di level 100 persen, terutama jika mempertimbangkan keadaan yang ada," ujar Jaissle.

Ujian pertama Jaissle di Premier League pun langsung berat. Newcastle akan menghadapi Liverpool pada pertandingan pembuka musim, Minggu.

Dalam laga tersebut, Newcastle dipastikan tidak dapat memainkan Joelinton. Gelandang asal Brasil itu mengalami cedera yang belum diketahui secara spesifik dan diperkirakan harus menepi selama beberapa pekan.

Pertandingan melawan Liverpool akan menjadi kesempatan awal bagi Jaissle untuk membuktikan bahwa Newcastle mampu bangkit dari keterpurukan musim lalu. Di tengah keraguan dan tekanan, sang pelatih memilih menjawabnya dengan fokus pada pekerjaan di lapangan.

Editor : Bahana.
Matthias Jaissle liverpool newcastle united eddie howe premier league