RADAR JOGJA - Senegal mengumumkan penunjukan legenda Prancis kelahiran Dakar, Patrick Vieira, sebagai pelatih kepala baru mereka pada hari Selasa waktu setempat. Mereka beralih kepada mantan kapten Arsenal tersebut untuk memimpin tim menyusul pemberhentian Pape Thiaw pasca-Piala Dunia.
Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) mengonfirmasi penunjukan Vieira setelah rapat luar biasa komite darurat yang berlangsung melalui konferensi video.
"Setelah melalui pembahasan, Komite Darurat secara bulat menyetujui penunjukan Bapak Patrick Vieira sebagai pelatih kepala tim nasional senior Senegal," demikian pernyataan FSF.
"Pilihan strategis ini menandai babak baru dalam upaya FSF untuk membangun struktur teknis tingkat tinggi yang sepenuhnya selaras dengan ambisi olahraga negara kami," imbuhnya.
Baca Juga: Sering Dianggap Monster Kecil, Bagaimana Cara Menghilangkan Kecoa di Kamar Mandi?
Pihak federasi mengakui bahwa pembahasan mengenai"ketentuan administratif dan kontrak terkait penunjukan Vieira masih berlangsung, dan belum ada tanggal yang ditetapkan untuk acara perkenalan resminya.
Pria berusia 50 tahun ini lahir di ibu kota Senegal pada tahun 1976 sebelum pindah ke Prancis utara saat berusia delapan tahun.
Ia mencatatkan 107 penampilan bersama timnas Prancis, membantu mereka menjuarai Piala Dunia 1998 dan Kejuaraan Eropa 2000, serta mencapai final Piala Dunia lainnya pada tahun 2006.
Vieira juga merupakan bagian dari skuad Prancis yang dikalahkan oleh Senegal dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2002.
Baca Juga: DPRD dan Pemkab Kebumen Buat Perda, Dana Cadangan Pilkada Bakal Disiapkan Rp 40 Miliar
Di level klub, ia menjadi sosok legendaris Arsenal selama sembilan tahun di London Utara, setelah direkrut pada Agustus 1996, tepat sebelum Arsene Wenger diperkenalkan sebagai manajer The Gunners.
Ia memenangkan tiga gelar Premier League di ibu kota Inggris tersebut dan menjadi bagian dari skuad 'Invincibles' yang tak terkalahkan pada musim 2003/2004, sebelum kemudian membela Juventus, Inter Milan, dan Manchester City.
Karier kepelatihannya belum sesukses karier bermainnya, dengan Vieira mengumpulkan pengalaman di Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Italia.
Ia memulai karier manajerialnya bersama New York City FC sebelum kemudian melatih Nice, Crystal Palace, dan Strasbourg. Penunjukan manajerial terakhirnya adalah bersama Genoa; ia meninggalkan klub yang saat itu berada di dasar klasemen Serie A tersebut melalui kesepakatan bersama pada November 2025.
Baca Juga: Jalankan Tugas Penuh Disiplin dan Tanggung Jawab, Bupati Purworejo Apresiasi Tugas Paskibraka
Bergabung dengan Senegal menandai langkah pertamanya dalam dunia kepelatihan tim nasional, dan ia akan ditugaskan untuk membenahi tim setelah kiprah yang penuh gejolak di Piala Dunia, yang berakhir dengan pemecatan pelatih kepala Thiaw.
Mantan gelandang Senegal itu sebelumnya telah meracik strategi yang membawa timnya meraih kesuksesan di AFCON yang digelar di Maroko awal tahun ini, menyusul laga final yang luar biasa.
Keputusan Thiaw untuk menarik skuad Singa Teranga keluar lapangan di tengah laga final, memicu kritik dan perdebatan, serta menyebabkan pertandingan tertunda selama sekitar 14 menit sebelum dilanjutkan kembali.
Setelah penundaan yang cukup lama, eksekusi penalti ala Panenka dari pemain Maroko, Brahim Diaz, berhasil digagalkan, sebelum akhirnya Pape Gueye mencetak gol kemenangan di babak perpanjangan waktu.
Baca Juga: Lapas Kelas IIA Magelang Overkapasitas 292 Persen, Kapasitas 221 Orang Dihuni 644
Senegal pada akhirnya memenangkan laga final tersebut pada 18 Januari, namun Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mengumumkan pada 17 Maret bahwa keputusan itu dibatalkan dan gelar juara dialihkan kepada pihak yang kalah di final, Maroko.
CAF memutuskan bahwa tim asal Afrika Barat tersebut melanggar peraturan turnamen karena meninggalkan lapangan pertandingan tanpa izin wasit Jean-Jacques Ndala.
Senegal telah mengajukan banding atas keputusan tersebut dan kasus ini kini sedang ditangani oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), dengan jadwal sidang yang ditetapkan pada 8 Oktober.
Setelah kontroversi AFCON, Thiaw memimpin tim dalam kampanye Piala Dunia, di mana Senegal berhasil melaju ke fase gugur meski sempat kalah dalam dua pertandingan pembuka.
Baca Juga: Merapi Siaga, 91 Kali Guguran Lava dalam Sehari, Ini Titik Rawan yang Wajib Dihindari
Mereka sempat unggul 2-0 atas Belgia di babak 32 besar, namun akhirnya kalah 3-2 melalui perpanjangan waktu setelah performa tim merosot drastis secara mengejutkan.
Di tengah tuduhan bahwa dokter tim tidak memiliki kualifikasi yang memadai untuk perannya, Thiaw dipecat oleh federasi; namun, kepergiannya berujung pada sengketa keuangan yang belum terselesaikan saat Vieira mulai menjabat.
Ketidakpastian yang masih menyelimuti situasi ini menciptakan latar belakang yang canggung bagi penunjukan Vieira, namun pelatih baru ini kini akan mengemban tugas memimpin kampanye kualifikasi AFCON yang dimulai pada bulan September.
Senegal tergabung bersama Mozambik, Sudan, dan Ethiopia dalam babak kualifikasi, dalam upaya mereka untuk lolos ke putaran final AFCON tahun depan.
Baca Juga: Diverifikasi KLHK RI, Desa Karangrejo Borobudur Disiapkan Naik Kelas Jadi Proklim Lestari
Editor : Satria Putra Sejati