Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merapi Siaga, 91 Kali Guguran Lava dalam Sehari, Ini Titik Rawan yang Wajib Dihindari

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

Advertisement

 SLEMAN - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas tinggi. Dalam pengamatan 18 Agustus 2026, gunung api yang berdiri di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah ini tercatat mengalami 91 kali guguran lava dengan durasi hingga hampir 200 detik. Aktivitas ini menjadi pengingat bahwa raksasa yang menjulang 2.968 meter di atas permukaan laut itu belum benar-benar tenang.

Dari pos pengamatan, kolom asap kawah teramati berwarna putih dengan tekanan lemah, membubung setinggi 200 meter di atas puncak. Cuaca cerah berselang mendung membuat visual gunung cukup jelas terlihat sepanjang hari, meski sesekali tertutup kabut tipis.

Yang lebih mencemaskan, tercatat sembilan kali luncuran lava mengarah ke Kali Sat/Putih di sisi barat daya, dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter. Data kegempaan turut memperlihatkan gambaran aktivitas di bawah permukaan: 83 kali gempa hybrid, 11 kali vulkanik dangkal, dan 3 kali tektonik jauh — sinyal bahwa suplai magma dari dalam bumi masih terus berlangsung.

Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menegaskan status Merapi tetap berada di Level III atau Siaga. Warga di sekitar lereng diimbau untuk tidak beraktivitas di zona bahaya, terutama di sektor selatan-barat daya yang mencakup Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng, serta sektor tenggara meliputi Sungai Woro dan Gendol.

Ancaman tak hanya datang dari guguran lava. Saat hujan turun di seputar Merapi, potensi banjir lahar dan awanpanas guguran (APG) juga mengintai. Warga diminta ekstra waspada, sekaligus mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika sewaktu-waktu terjadi erupsi eksplosif yang material lontarannya bisa menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Advertisement

Di tengah dinamika alam yang terus bergerak ini, BPPTKG memastikan pemantauan berjalan nonstop, dan status aktivitas akan segera ditinjau ulang bila terjadi perubahan signifikan. Bagi warga di lereng Merapi, kewaspadaan bukan sekadar imbauan — melainkan bagian dari hidup berdampingan dengan gunung yang mereka cintai.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gerak Cepat, Mentan Amran Kirim Bantuan Pangan Rp 75,4 M bagi Korban Bencana Gempa Bumi di NTT

Gerak Cepat, Mentan Amran Kirim Bantuan Pangan Rp 75,4 M bagi Korban Bencana Gempa Bumi di NTT

Mentan Amran Sulaiman memastikan bantuan pangan bagi korban bencana gempa bumi di empat wilayah NTT menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Bahkan sampai wilayah yang terkendala akses akibat dampak bencana.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto Serahkan Bantuan Alat Penanggulangan Bencana

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto Serahkan Bantuan Alat Penanggulangan Bencana

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto secara khusus mendorong  Pemda DIY mengambil langkah konkret dan responsif mengantisipasi dampak bencana kekeringan. Potensi ancaman ini memerlukan kewaspadaan tinggi dan kolaborasi li

Relawan Bencana di Kebumen Dilatih Respons Darurat saat di Hutan atau Medan Sulit

Relawan Bencana di Kebumen Dilatih Respons Darurat saat di Hutan atau Medan Sulit

Relawan dari berbagai komunitas mengikuti pelatihan tanggap darurat bencana yang digelar BPBD Kebumen. (Dokumentasi BPBRelawan Bencana di Kebumen Dilatih Respons Kondisi dan Situasi Darurat saat di Hutan atau Medan Sulit

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer