Masa kepelatihan Gennaro Gattuso di Lazio dimulai dengan hasil yang buruk pada hari Minggu, setelah sang finalis musim lalu itu tersingkir dari Piala Italia akibat kekalahan 0-2 di kandang sendiri dari tim kasta kedua, Mantova.
Pelatih berusia 48 tahun tersebut mengambil alih Lazio pada bulan Juli, empat bulan setelah meninggalkan jabatannya sebagai pelatih tim nasional Italia lantaran Gli Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Sebagai pemain AC Milan antara tahun 1999 hingga 2012, Gattuso berhasil memenangkan dua gelar Serie A dan dua trofi Liga Champions, namun ia belum berhasil mencapai puncak kejayaan yang sama saat berkarier sebagai pelatih.
Pemenang Piala Dunia 2006 tersebut juga tercatat pernah menangani Fiorentina, Valencia, Napoli, dan Marseille.
Baca Juga: Khidmat, Upacara HUT ke-81 Kemerdekan RI di Kulon Progo Digelar Tanpa Tenda dan Kursi Pejabat
Klub asal ibu kota Italia itu menjadi satu-satunya dari 12 tim Serie A yang tampil pada babak 64 besar turnamen tersebut yang harus tersingkir.
Hasil ini menjadi pukulan tersendiri bagi Lazio. Terlebih, klub berjuluk Biancocelesti tersebut merupakan salah satu tim yang memiliki sejarah kuat di Coppa Italia.
Lazio tercatat telah tujuh kali menjuarai Coppa Italia. Namun, pada musim sebelumnya mereka gagal mengangkat trofi setelah kalah dari Inter Milan di partai final pada Mei lalu.
Dengan tersingkirnya Lazio, perjalanan mereka di kompetisi piala domestik Italia musim ini harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Sementara itu, klub-klub Serie A lainnya yang mengikuti babak 64 besar masih memiliki kesempatan melanjutkan perjuangan menuju fase berikutnya.
Kegagalan Lazio juga menjadi sorotan mengingat status mereka sebagai salah satu tim berpengalaman di Coppa Italia. Rekam jejak tujuh gelar menunjukkan bahwa kompetisi tersebut bukanlah ajang yang asing bagi klub asal Roma itu.
Kini, Lazio harus mengalihkan fokus ke kompetisi lainnya dan memperbaiki performa setelah hasil mengecewakan di Coppa Italia.
Editor : Bahana.