Andrew Guiliano Dukung FIFA dan Gianni Infantino, Sebut Pengkritik Hanya Iri

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:03 WIB
ilustrasi Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino
ilustrasi Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino

RADAR JOGJA - Mantan direktur eksekutif Satuan Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, Andrew Guiliani menilai Presiden FIFA Gianni Infantino telah membuat para pengkritiknya iri karena telah membawa badan sepak bola dunia itu ke tingkat yang jauh lebih tinggi.

Federasi sepak bola Selandia Baru menjadi organisasi terbaru yang menarik dukungannya terhadap pencalonan kembali Infantino tahun depan, di tengah terus merosotnya dukungan global akibat rencananya yang batal untuk menjual sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta.

Badan sepak bola Eropa (UEFA), konfederasi Amerika Utara dan Tengah (Concacaf), serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menegaskan hilangnya kepercayaan mereka terhadap Infantino, sementara sejumlah asosiasi nasional, termasuk Inggris, Wales, dan Republik Irlandia juga memastikan tidak akan mendukung sang presiden.

Baca Juga: Sosialisasi Implementasi Pengelolaan Benih Bening Lobster di Kompleks TPI Depok, Kretek, Bantul

Namun, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan badan sepak bola Amerika Selatan (CONMEBOL) justru menyatakan dukungan agar Infantino memenangkan masa jabatan presiden keempat dalam Kongres FIFA bulan Maret mendatang.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa FIFA akan melakukan kesalahan fatal jika mereka menyingkirkan Infantino.

Giuliani, putra mantan Wali Kota New York City sekaligus pengacara Trump, Rudy Giuliani, menyatakan bahwa siapa pun yang menginginkan Infantino lengser perlu diperiksa kewarasannya.

Baca Juga: Banggar DPRD Purworejo Restui Pembangunan Pasar Kutoarjo lewat Dana Pinjaman Rp 100 Miliar

"Ini soal politik. Saya pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. Saya pernah melihatnya saat mereka menargetkan Presiden Trump dari sudut pandang politik. Saya pernah melihatnya saat mereka menargetkan orang lain," ujar Giuliani kepada The Athletic.

"Orang-orang merasa iri ketika melihat seseorang yang memiliki pencapaian luar biasa dan apa yang telah dilakukan Gianni Infantino bagi FIFA adalah membawa organisasi itu ke tingkat yang mungkin sebelumnya dianggap mustahil untuk dicapai.

"Anda harus ingat, ini adalah Piala Dunia pertama yang didapatkan saat Gianni menjabat sebagai presiden, bukan? Dia mewarisi Piala Dunia Rusia dan Qatar serta menanganinya dengan baik, tetapi ini adalah yang pertama kalinya murni berdasarkan visinya sendiri. Yang ingin saya sampaikan adalah, bagi presiden konfederasi sepak bola atau federasi sepak bola mana pun yang mempertimbangkan untuk tidak memilih Gianni Infantino, itu mungkin akan menjadi salah satu keputusan paling konyol dalam karier profesional Anda.

Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI SABTU, 15 AGUSTUS 2026

"Dia baru saja sukses menyelenggarakan ajang olahraga global terbesar yang pernah ada tanpa insiden apa pun, serta menghasilkan pendapatan lebih dari empat kali lipat dibandingkan Piala Dunia sebelumnya, namun Anda justru berpikir untuk menyingkirkannya.

"Jika Gianni Infantino tidak terpilih kembali secara bulat, maka siapa pun yang memberikan suara menentangnya perlu diperiksa kewarasannya."

Infantino meminta maaf atas usulannya untuk membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah perusahaan yang akan mengelola aspek komersial dan operasional turnamen-turnamen FIFA, dengan gagasan menjual sekitar 20 persen sahamnya kepada investor swasta, termasuk perusahaan yang dipimpin oleh Joshua Kushner, saudara laki-laki dari menantu Trump, Jared Kushner.

Baca Juga: (UPDATE) Gempa M 7,7 Guncang NTT Pagi Ini, Tsunami Sudah Terdeteksi, Warga Diminta Tetap Waspada

Akhirnya, usulan tersebut akhirnya dibatalkan.

"Dengar, kita semua adalah manusia, dan menurut saya ini adalah salah satu situasi di mana olahraga telah mengalami monetisasi dan komersialisasi," imbuh Guliani.

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa Anda harus melihat keseluruhan rekam jejak kerja Gianni dan menyadari bahwa dia selalu berusaha memperbaiki organisasinya; menurut saya, itulah poin utamanya.

Baca Juga: DPRD Kulon Progo Pertanyakan Dasar Hukum Penyertaan Modal Rp 5 Miliar ke BPD DIY

"Hanya karena seseorang selalu berusaha melakukan perbaikan, bukan berarti dia tidak akan pernah melakukan kesalahan di sana-sini, bukan? Sebagai manusia, hal itu wajar terjadi, namun jika melihat keseluruhan kinerjanya, dia adalah sosok yang saya inginkan untuk memimpin."

Editor : Satria Putra Sejati
andrew guiliani IRI FIFA Sepak Bola gianni infantino