SLEMAN - PSS Sleman masih terus mematangkan persiapan menjelang bergulirnya Super League musim 2026/2027. Skuad Super Elja dijadwalkan akan kembali melakoni laga uji coba pada akhir pekan ini untuk mengukur sejauh mana kesiapan fisik dan taktik para pemain.
Namun, uji coba kali ini bakal digelar secara tertutup tanpa dihadiri penonton maupun awak media. Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menjelaskan laga uji coba itu nanti berstatus sebagai latihan bersama dengan intensitas tinggi melawan sesama kontestan kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Pekan ini kami akan ada pertandingan indoor. Ini hanya pertandingan latihan, jadi kami lihat saja bagaimana jalannya nanti," katanya usai latihan rutin di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (12/8).
Baca Juga: Suarakan Inklusi! Bendera Merah Putih Membentang 1 Kilometer di Malioboro, Pecahkan Rekor MURI
Meskipun enggan membeberkan identitas klub yang bakal menjadi lawan tanding anak asuhnya, pelatih asal Belanda tersebut memastikan calon lawannya merupakan tim yang bertarung di ajang Super League.
"Melawan tim lain dari Super League, tapi digelar tertutup. Saya tidak bisa menyebutkan namanya, ada banyak tim di sini," ucapnya.
Mengenai format pertandingan, Huistra membeberkan tidak akan menerapkan skema pertandingan resmi secara penuh. Tim pelatih telah menyiapkan skenario khusus untuk memberikan menit bermain yang proporsional bagi seluruh penggawa Laskar Sembada.
Baca Juga: Gencarkan Vaksinasi PMK, Pemberian di Gunungkidul Baru Capai 39 Persen: Sasar Populasi 136 Ribu
Dalam laga uji coba nanti, Huistra mengaku bakal dibagi menjadi dua kelompok agar seluruh pemain mendapatkan porsi bertanding yang seimbang. Masing-masing kelompok diproyeksikan tampil sekitar 50 hingga 60 menit di lapangan.
Tak hanya itu, karena berstatus laga informal, dalam uji coba nantu Huistra juga memiliki fleksibilitas untuk menghentikan laga kapan saja demi memberikan instruksi, waktu istirahat, atau konsumsi nutrisi tambahan.
"Sisi positif dari pertandingan informal seperti ini adalah kami tidak terikat aturan resmi. Kami bisa menghentikan laga kapan saja untuk memberi istirahat ekstra atau sekadar minum. Fokus utama kami adalah melihat perkembangan performa dan kondisi fisik pemain," jelasnya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo