Kalah Tipis dari PSS Sleman, Pelatih Kendal Tornado FC Stefan Keeltjes Puji Mentalitas Pemain

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 15:17 WIB
Starting eleven Kendal Tornado FC saat menghadapi PSS Sleman dalam laga uji coba bertajuk team launching.
Starting eleven Kendal Tornado FC saat menghadapi PSS Sleman dalam laga uji coba bertajuk team launching.

RADAR JOGJA - Kendal Tornado FC harus mengakui keunggulan PSS Sleman dalam laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (8/8) malam. Laskar Badai Pantura kalah tipis 0-1 setelah gol Matheus Fornazari pada menit ke-90+3 menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

Meski gagal meraih kemenangan, hasil tersebut tidak membuat pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, kecewa terhadap penampilan anak asuhnya.

Ia justru memberikan apresiasi terhadap mentalitas dan karakter bertanding yang ditunjukkan para pemain sepanjang pertandingan.

Menurutnya, para pemain besutannya mampu menunjukkan semangat pantang menyerah ketika menghadapi PSS Sleman yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri.

Baca Juga: Harga BBM Agustus 2026 Berubah, Ini Daftar Harga Pertamina hingga Shell

“Mental tidak ingin kalah, semua pemain mau bekerja keras, sama-sama support, itu yang mereka tunjukkan di pertandingan ini,” kata Stefan Keeltjes.

Bagi Stefan, karakter tersebut menjadi salah satu aspek penting yang ingin terus dibangun dalam skuad Kendal Tornado FC.

Ia berharap semangat kolektif yang ditampilkan saat menghadapi PSS dapat dipertahankan hingga kompetisi resmi bergulir.

“Karakter itu yang ingin pemain paham dan terus dipertahankan setiap bermain,” imbuhnya.

Baca Juga: Sultan Brunei Cabut Gelar Kehormatan Menantu, Berlaku Mulai Sekarang

Pertandingan melawan PSS Sleman juga dimanfaatkan Stefan untuk memberikan kesempatan bermain kepada hampir seluruh pemain yang dibawa dalam lawatan tersebut.

Sejumlah pemain anyar turut mendapatkan menit bermain, di antaranya Rifal Lastori, Fredyan Wahyu, Ahmad Birrul Walidain, Andre Oktaviansyah, serta Rizky Dwi Pangestu.

Rotasi tersebut menjadi bagian dari upaya tim pelatih untuk melihat perkembangan masing-masing pemain setelah menjalani program persiapan selama sekitar empat pekan.

Bagi Stefan, pertandingan uji coba bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan. Setiap laga menjadi sarana evaluasi sekaligus mengukur perkembangan tim dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Petani Jateng Mulai Tinggalkan Pompa Diesel, Tenaga Surya Bikin Biaya Produksi Lebih Irit

“Saya ingin anak-anak berproses dan berprogres di setiap latihan dan uji coba. Harapannya nanti di kompetisi mereka benar-benar siap,” tegasnya.

Kekalahan 0-1 dari PSS memang belum memberikan hasil sesuai harapan. Namun, Kendal Tornado FC masih memiliki sejumlah catatan positif yang dapat dibawa ke agenda pramusim berikutnya.

Mampu menjaga pertandingan tetap ketat hingga menit-menit akhir menjadi salah satu indikator bahwa organisasi permainan dan daya juang skuad terus berkembang.

Gol Fornazari pada menit ke-90+3 menjadi satu-satunya pembeda. Artinya, Laskar Badai Pantura mampu mempertahankan perlawanan hingga penghujung laga sebelum akhirnya kebobolan.

Baca Juga: PSSI Minta Maaf Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026

Bagi Stefan, proses tersebut jauh lebih penting dalam fase persiapan saat ini. Kendal Tornado FC masih memiliki waktu untuk memperbaiki kekurangan sebelum menghadapi kompetisi resmi Championship 2026/27.

Mentalitas, kerja keras, serta dukungan antarpemain yang ditunjukkan ketika menghadapi PSS menjadi modal penting. Tinggal bagaimana karakter tersebut dapat dipertahankan dan dipadukan dengan peningkatan kualitas permainan.

Pramusim pun belum selesai. Kendal Tornado FC masih memiliki kesempatan untuk menguji skuad, memberikan menit bermain kepada pemain anyar, sekaligus menyempurnakan strategi sebelum benar-benar memasuki persaingan kompetitif.

Editor : Satria Putra Sejati
Laskar Badai Pantura championship 2026/2027 PSS Sleman Kendal Tornado FC Stefan Keeltjes