RADAR JOGJA - Keputusan Mohamed Salah melanjutkan karier bersama Trabzonspor setelah meninggalkan Liverpool mendapat sorotan dari legenda The Reds, Jamie Carragher. Menurutnya, klub Liga Super Turki tersebut berada di bawah level yang seharusnya ditempati penyerang asal Mesir itu.
Salah resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Liverpool setelah sembilan tahun memperkuat klub Merseyside tersebut. Pemain berusia 33 tahun itu kemudian memilih Trabzonspor sebagai pelabuhan berikutnya dan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun.
Kepindahan tersebut langsung mendapat sambutan meriah dari publik Trabzon. Ribuan penggemar menyambut kedatangan Salah yang diharapkan mampu membawa klub tersebut meraih prestasi.
Baca Juga: Penyerang Inggris Ivan Toney Didakwa Melakukan Penyerangan di Sebuah Kelab Malam
Namun, Carragher justru mempertanyakan pilihan tersebut. Mantan bek Liverpool itu menilai kualitas Salah masih sangat layak untuk bermain di klub-klub elite Eropa.
"Saya tidak pernah percaya dia akan pergi ke Arab Saudi karena alasan pertama, dia terlalu hebat untuk itu. Menurut saya, dia bisa bermain di Serie A. Bagi saya, Turki terasa satu tingkat di bawah levelnya," ujar Carragher.
Carragher menilai Salah seharusnya masih memiliki kesempatan untuk memperkuat klub papan atas Eropa. Ia bahkan menyebut sejumlah klub Serie A seperti AC Milan dan Juventus sebagai destinasi yang lebih sesuai dengan reputasi sang pemain.
Baca Juga: Daratan dari Sedimentasi Sungai Bogowonto Jadi Rebutan Kulon Progo dan Purworejo
"Saya yakin dia akan berlabuh di AC Milan, Juventus, atau klub semacamnya. Mungkin masalah gaji yang menjadi kendala," katanya.
Menurutnya, Salah memiliki ambisi besar untuk terus mencatatkan pencapaian individu. Karena itu, bermain di kompetisi dengan level persaingan yang lebih tinggi dianggap lebih sesuai dengan karakter pemain tersebut.
Ia bahkan membandingkan mentalitas Salah dengan Cristiano Ronaldo yang dikenal sangat memperhatikan performa dan statistik sepanjang kariernya.
Baca Juga: Akademisi UMNU Kebumen Sebut Jangan Hanya Kejar Tren, Perencanaan Rute Perlu Perhatikan Keselamatan
"Dia seperti Ronaldo, memiliki ambisi yang sangat besar dan statistik performa sangat berarti baginya," imbuh Carragher.
Meski begitu, Carragher mengakui Salah masih dapat mencatatkan statistik impresif bersama Trabzonspor. Namun, ia merasa tantangan yang dihadapi di Liga Turki tidak akan sebesar ketika Salah bermain di klub elite Eropa.
Salah meninggalkan Liverpool dengan status sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah klub. Selama sembilan musim di Anfield, ia mencetak 257 gol dan membantu The Reds meraih berbagai trofi bergengsi.
Baca Juga: Dulu Dianggap Makanan Kampung, Kini Kimpul Justru Viral dan Banyak Dicari untuk Real Food
Di antara pencapaian tersebut adalah gelar Liga Champions dan Premier League. Konsistensinya di depan gawang juga membuat Salah masuk jajaran pencetak gol terbanyak sepanjang masa Premier League.
Carragher sendiri pernah memberikan kritik keras kepada Salah ketika keduanya masih berada di Liverpool. Salah sempat disebut egois setelah secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terkait negosiasi kontrak pada 2024.
Namun, kritik tersebut tidak menghapus kekaguman Carragher terhadap kualitas teknis Salah. Ia bahkan pernah menjuluki mantan rekan setimnya itu sebagai little dancer karena kemampuan olah bolanya yang luar biasa.
Baca Juga: Rute Kucing hingga Anjing Cara Usir Kejenuhan dan Sekadar Have Fun Para Pelari
Carragher menduga tuntutan finansial menjadi salah satu alasan klub-klub elite Eropa tidak bergerak untuk mendapatkan pemain asal Mesir tersebut.
Menurutnya, jika Salah bersedia sedikit menurunkan tuntutan gaji, peluang untuk bergabung dengan klub besar Eropa masih terbuka.
"Jelas, tuntutan gajinya mungkin membuat beberapa pihak mundur, tapi menurut saya dia seharusnya bisa sedikit melunakkan tuntutan itu demi mendapatkan klub yang lebih baik," jelas Carragher.
Baca Juga: Sambut HUT RI, Kain Merah Putih 180 Meter Hiasi Dusun Sorogenen, Muntilan
Ia membayangkan Salah masih bisa menikmati atmosfer pertandingan besar di Eropa, termasuk bermain di stadion ikonik seperti San Siro dan kembali bersaing di kompetisi antarklub Eropa.
"Misalnya bergabung dengan AC Milan, Juventus, atau klub sejenisnya, bermain di San Siro, tampil di laga-laga besar, dan tetap berkompetisi di Eropa," tegasnya.
Bagi Carragher, kepindahan Salah ke Trabzonspor bukan karena sang pemain sudah kehilangan kualitas. Justru sebaliknya, ia menilai kemampuan Salah masih berada jauh di atas level tersebut.
Baca Juga: Rute Kucing UGM Spot Favorit Pelari, Awali Gambar Kaki Bagian Belakang Mulai dari Masjid Kampus
Dengan kontrak dua tahun bersama Trabzonspor, Salah kini memiliki tantangan baru untuk membuktikan bahwa dirinya tetap mampu menjadi pemain pembeda.
Sementara itu, pernyataan Carragher membuka kembali perdebatan mengenai apakah keputusan Salah meninggalkan sepak bola elite Eropa merupakan pilihan yang tepat pada usia 33 tahun.
Editor : Satria Putra Sejati