RADAR JOGJA - Presiden FIFA, Gianni Infantino dituduh melakukan penyalahgunaan kekuasaan kepresidenan yang parah oleh serikat pemain dunia terkait rencananya untuk menjual saham di perusahaan Piala Dunia kepada investor swasta.
FIFPro, yang terdiri dari lebih dari 70 serikat pemain di seluruh dunia, menyatakan bahwa kepercayaan para pesepak bola terhadap FIFA telah rusak secara mendasar akibat tindakan Infantino, presiden badan sepak bola dunia tersebut.
FIFA mengeluarkan pernyataan yang mengakui adanya kesalahan dalam rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), namun menegaskan bahwa Infantino mendapat dukungan penuh dari anggota dewan manajemen yang hadir dalam pertemuan di Maroko pada hari Rabu.
Baca Juga: Bupati Gunungkidul Endah Subekti Minta Tol Jangan Berhenti di Bokoharjo, tapi Sampai Nglanggeran
FIFPro menanggapi nada pernyataan tersebut dengan keprihatinan mendalam dalam sebuah komunikasi yang dirilis pada hari Kamis, seraya menambahkan: "Pembatalan FFE adalah hal yang tak terelakkan. Namun, menarik kembali proposal tersebut tidak menghapus fakta yang terungkap karenanya.
"Sebuah rencana yang mampu mengubah secara permanen kepemilikan dan tata kelola Piala Dunia FIFA, serta mengomersialkan kompetisi yang dibangun oleh berbagai generasi pemain, telah dirancang secara diam-diam, dinegosiasikan secara tertutup, dan hampir mencapai kesepakatan bahkan sebelum Dewan FIFA, asosiasi anggota, pemain, dan pemangku kepentingan sepak bola yang diakui mengetahui keberadaannya.
"Hal itu bukan sekadar kegagalan tata kelola. Itu adalah penyalahgunaan kekuasaan kepresidenan yang parah.
Baca Juga: Dugaan Awal KPPG Sleman terkait Keracunan MBG di Nanggulan, Lauk Ayam Disimpan Lama
"Pembatalan FFE mencegah pengambilan keputusan yang tidak dapat diubah kembali. Namun, hal itu tidak memulihkan kepercayaan yang memungkinkan munculnya proposal semacam itu sejak awal. Kepercayaan tersebut kini telah rusak secara mendasar.
"Kepercayaan itu tidak dapat dibangun kembali melalui pernyataan yang disusun dengan hati-hati, tinjauan internal, atau janji untuk memperbaiki proses. Hal itu juga tidak dapat dipulihkan hanya dengan mengumumkan reformasi tata kelola dan struktural yang seharusnya sudah ada sejak lama.
"Reformasi ini kini sangatlah penting. Namun, reformasi tersebut merupakan tanggung jawab masa depan, bukan penghapusan atas kesalahan masa lalu.
Baca Juga: Kejari Kebumen Gelar Jaksa Masuk Sekolah, Ajak Pelajar Sadar Hukum sejak Dini
"Para pemain bukanlah pihak yang menciptakan krisis ini. Mereka akan mendesak agar sepak bola bangkit dari krisis ini dengan institusi yang lebih kuat, mekanisme perlindungan yang lebih kokoh, serta kepemimpinan yang layak mendapatkan kepercayaan yang dituntut oleh olahraga ini."
FIFPro juga telah menyurati Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, untuk memaparkan tuntutan mereka terkait reformasi tata kelola. Surat organisasi tersebut.
"Peran presiden FIFA ada untuk melindungi institusi, bukan untuk mengabaikannya. Piala Dunia bukanlah aset pribadi presiden mana pun. Begitu pula dengan FIFA itu sendiri. Keduanya dikelola sebagai amanah demi kepentingan sepak bola."
Baca Juga: Pemda DIY Pastikan Jabatan Strategis Diisi lewat Sistem Merit dan Rekomendasi BKN
Surat FIFPro menyebutkan bahwa penanganan usulan FFE merupakan bagian dari pola yang lebih luas terkait pengambilan keputusan tanpa konsultasi yang memadai, dengan mencontohkan penerapan jeda minum (hydration breaks) sebagai salah satu kasus lainnya.
FIFPro menyatakan bahwa jeda tersebut disampaikan dengan dalih kesehatan pemain, namun pada kenyataannya tampak lebih menyerupai uji coba konsep untuk eksploitasi komersial di masa depan oleh investor tipe FFE, ketimbang langkah nyata demi kesejahteraan pemain.
Organisasi pemain tersebut telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan FIFA sehari sebelum Piala Dunia dimulai, namun dalam suratnya kepada Grafstrom mereka menulis: "Peristiwa terkait FFE menunjukkan bahwa komitmen tidaklah banyak berarti jika dapat diabaikan begitu saja saat seseorang memilih untuk bertindak di luar kerangka kelembagaan."
Baca Juga: Didukung Dana Keistimewaan, Perkuat Lumbung Mataraman
Editor : Satria Putra SejatiSumber : ESPN