Disebut Bakal Jadi Apparel Resmi, Owner RMB Malah Plesetkan AYDK Jadi AYoDeK, Suporter PSIM Meradang

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:39 WIB
Foto aparel dan klarifikasi permohonan maaf
Foto aparel dan klarifikasi permohonan maaf

JOGJA - Polemik unggahan owner dari apparel lokal RMB yang memplesetkan slogan khas PSIM Jogja, Aku Yakin Dengan Kamu (AYDK), menjadi “AYoDeK” masih jadi perhatian.

Owner RMB Ragil Muhammad Badai, akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah unggahannya menuai sorotan dari suporter PSIM.

Sebagai konteks, RMB yang merupakan Apparel asal Jombang itu disebut-sebut akan menjadi apparel PSIM musim depan. Namun, hingga kini memang belum ada pengumuman resmi dari manajemen PSIM mengenai kepastian kerja sama tersebut.

Permintaan maaf Ragil disampaikan melalui surat pernyataan yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Rabu (6/8). Dalam surat tersebut, Ragil mengakui unggahan yang memplesetkan AYDK tidak pantas karena slogan tersebut memiliki makna mendalam bagi identitas PSIM.

Baca Juga: BPDP BLU Kemenkeu dan Politeknik LPP Gelar Youthpreuneurship Planters Bootcamp, Cetak Wirausaha Muda

"Saya sangat menyadari bahwa unggahan tersebut tidak pantas karena AYDK bukan sekadar singkatan, melainkan memiliki makna mendalam serta nilai yang sangat sakral bagi identitas PSIM," ungkapnya.

Secara pribadi, Ragil juga mengakui bahwa ia tidak memiliki niat untuk menghina PSIM maupun melukai perasaan suporter.

"Tidak ada sedikit pun niat dari saya untuk menghina atau melakukan hal negatif kepada PSIM Jogja maupun melukai hati teman-teman suporter," akunya.

Lebih lanjut, ia kemudian juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar PSIM, manajemen, wadah suporter yakni Brajamusti, The Maident, serta seluruh pecinta PSIM.

"Saya memohon maaf kepada seluruh keluarga besar PSIM Jogja dan semua pihak yang kecewa terhadap unggahan saya. Saya memohon maaf," tuturnya.

Di tengah polemik tersebut, DPP Brajamusti juga telah mengeluarkan pernyataan resmi. Kelompok suporter PSIM itu menilai penggunaan plesetan AYoDeK terhadap AYDK telah melukai perasaan mereka.

Presiden Brajamusti RM Satrio Wijayanto menegaskan, bahwa AYDK bukan sekadar empat huruf atau slogan biasa. Menurutnya, ada perjalanan panjang, loyalitas, harapan, dan identitas PSIM yang melekat di dalamnya.

"Bagi kami, AYDK bukan sekadar empat huruf atau slogan. AYDK adalah anthem yang lahir dari perjalanan panjang, loyalitas, harapan, dan identitas PSIM," sebutnya.

Brajamusti juga mengingatkan pihak-pihak yang ingin menjadi bagian dari PSIM agar memahami sejarah dan kultur klub. Menurut Satrio, menjadi bagian dari PSIM tidak semata-mata berkaitan dengan produksi jersey maupun penjualan merchandise.

"Menjadi bagian dari PSIM bukan hanya soal memproduksi jersey atau menjual merchandise. Ada sejarah yang perlu dihormati, ada budaya yang perlu dipahami, dan ada simbol-simbol yang memiliki makna mendalam bagi pendukung PSIM," ulasnya.

Karena itu, Satrio mewakili Brajamusti meminta polemik tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap komitmen setiap mitra resmi PSIM.

"Kami berharap pihak-pihak yang berkepentingan menjadikan peristiwa ini sebagai dasar evaluasi terhadap komitmen setiap mitra resmi dalam memahami serta menghormati identitas dan kultur PSIM Jogja," serunya.

Baca Juga: Liverpool Bidik Duo PSG Sekaligus, Ibrahim Mbaye dan Bradley Barcola Disiapkan Jadi Generasi Penerus

Di sisi lain, kekecewaan juga disuarakan suporter PSIM secara personal. Salah satu suporter PSIM Jogja Andre Firmansyah, menilai tindakan owner RMB tersebut tidak etis, terlebih karena yang bersangkutan merupakan pemilik brand.

"Menurut saya itu sikap dan tindakan yang sangat tidak etis, apalagi dia adalah owner yang merepresentasikan brand-nya," ungkapnya.

Andre mengatakan, sebagai suporter, dirinya kecewa karena slogan yang memiliki makna khusus bagi PSIM justru diplesetkan. Dia juga meminta manajemen klub segera mengambil sikap.

"Sebagai suporter PSIM tentu saya kecewa bahwa AYDK itu diplesetkan. Dan menurut saya manajemen PSIM juga harus segera mengambil sikap tegas," sebutnya.

Secara pribadi, Andre bahkan menyatakan akan mengambil sikap dengan tidak membeli merchandise maupun jersey PSIM musim mendatang apabila nantinya klub benar-benar menggandeng RMB sebagai apparel.

"Kalau misal nanti PSIM benar-benar jadi menggandeng apparel RMB, mohon maaf, saya tidak akan membeli merchandise atau jersey musim mendatang, sebagai respons dan bentuk kekecewaan," tegasnya.

Baca Juga: Mohamed Salah Diperkenalkan, Trabzonspor Undang Suporter Saksikan Penandatanganan Kontrak

Sementara itu, Radar Jogja sudah melakukan konfirmasi dan meminta tanggapan dari manajemen PSIM Jogja, namun hingga berita ini ditulis, belum ada respons terkait polemik tersebut. (iza)

Editor : Bahana.
apparel rmb PSIM Brajamusti Laskar Mataram PSIM Jogja