JOGJA – Karakter permainan PSIM Jogja di BRI Super League 2026/2027 mulai jelas. Yaitu penguasaan bola dan intensitas permainan sesuai dengan skema pelatih Jean Paul van Gastel.
Meneer Belanda itu menekankan para pemain untuk memahami karakter permainan yang ingin dibangun. Dalam uji coba perdana PSIM menghadapi Beta Jaya di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Sabtu (1/8) lalu, dua hal tersebut menjadi bagian yang mulai ditekankan tim pelatih.
Van Gastel sebelumnya mengatakan fokus uji coba bukan hanya melihat kemampuan individu, tetapi juga membiasakan pemain dengan skema permainan dan meningkatkan kondisi fisik.
Baca Juga: Keluhkan Mayoritas TKM Hanya di Kafe dan Restoran. Dinkes Kota Jogja Tidak Akan Menambah
"Target utamanya adalah cara bermain yang kami mau, khususnya penguasaan bola. Hal kedua adalah fisik," ujarnya, Selasa (4/8).
Selain membangun kondisi fisik dan kematangan taktik, juga menaruh perhatian pada proses adaptasi para pemain baru yang datang dari berbagai negara. Menurut dia, uji coba bukan semata-mata untuk mengejar hasil.
Proses membangun kekompakan dan membuat pemain saling memahami menjadi bagian penting dalam persiapan awal. "Para pemain harus beradaptasi satu sama lain, dan para pemain baru juga harus terbiasa dengan saya dan apa yang saya harap dari mereka," ujar Van Gastel.
Mantan asisten pelatih Giovanni van Bronckhorst itu juga kembali menegaskan pentingnya proses adaptasi. Terutama bagi pemain yang datang dari negara dan benua berbeda. Dua pemain berasal dari Argentina, yakni Ezequiel Vidal dan Franco Ramos.
Kemudian Jop van der Avert dari Belanda, Ze Valente dari Portugal, serta Yusaku Yamadera dari Jepang, dan Nermin Haljeta dari Slovenia. Sementara itu, tiga pemain lainnya yang baru direkrut adalah Ondrej Rudzan dari Republik Ceko, Adrian Purczycki dari Polandia, dan Adrian Dalmau dari Spanyol,
Keragaman asal pemain tersebut membuat proses adaptasi menjadi salah satu pekerjaan rumah dalam persiapan PSIM. Terlebih, sejumlah pemain datang dari benua dengan karakteristik cuaca dan lingkungan yang berbeda dengan Indonesia.
Mantan gelandang Feyenoord itu mengatakan, para pemain baru memang butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang tidak bisa diabaikan ketika pemain datang dari negara atau benua berbeda.
"Kalau pemain datang dari benua yang berbeda, tentu kondisi cuacanya juga berbeda. Jadi, kami harus menunggu mereka beradaptasi," kata Van Gastel.
Meski demikian, Van Gastel tidak melihat persoalan tersebut sebagai masalah besar. Ia meyakini para pemain baru akan mampu menyesuaikan diri setelah menjalani latihan dan berada di lingkungan baru selama beberapa waktu.
Baca Juga: Pemprov DIY Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 30 September 2026
"Mungkin butuh beberapa hari, atau beberapa pekan, dan setelah itu mereka akan baik-baik saja," tuturnya.
Lebih lanjut, PSIM sendiri masih dikaitkan dengan kemungkinan mendatangkan dua pemain asing tambahan, yakni Mauro Caballero asal Paraguay dan Marvin Loria dari Kosta Rika. Jika keduanya benar-benar bergabung, komposisi skuad PSIM akan semakin beragam dari sisi asal negara.
Kondisi tersebut sekaligus membuat proses integrasi dan adaptasi menjadi bagian penting yang harus dikelola tim pelatih menjelang kompetisi resmi. "Kami mencari pemain yang bisa membuat tim lebih baik dibanding musim lalu," paparnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo