RADAR JOGJA - Masa depan Richarlison di Tottenham Hotspur kembali menjadi sorotan. Pelatih Spurs, Roberto De Zerbi, secara terbuka mengakui bahwa penyerang asal Brasil itu beberapa kali memberikan sinyal berbeda terkait keinginannya bertahan atau meninggalkan klub.
Pernyataan tersebut disampaikan De Zerbi usai Tottenham mengalahkan Chelsea dengan skor 2-1 dalam laga uji coba pramusim di Sydney, Sabtu (2/8). Ironisnya, Richarlison justru menjadi pahlawan kemenangan Spurs setelah mencetak gol penentu di pertandingan tersebut.
Meski tampil menentukan di lapangan, masa depan pemain berusia 29 tahun itu masih diselimuti tanda tanya. Kontrak Richarlison bersama Tottenham kini hanya menyisakan satu musim, sementara belum ada laporan mengenai pembicaraan perpanjangan kontrak.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, De Zerbi mengungkapkan bahwa dirinya masih belum mengetahui keputusan akhir sang pemain.
"Sebagai pemain dan sebagai pribadi, Richarlison luar biasa dalam sikap maupun perilakunya. Namun pada akhirnya kami harus menghormati apa yang dia inginkan," ujar De Zerbi.
Pelatih asal Italia itu juga menegaskan bahwa kehilangan Richarlison bukan perkara mudah karena kualitasnya sebagai pencetak gol sudah terbukti.
"Tidak mudah menemukan striker seperti Richarlison. Dia tahu bagaimana mencetak gol. Musim lalu dia mencetak 12 gol dan itu bukan karena keberuntungan," ujarnya.
"Saya sendiri belum benar-benar mengerti. Terkadang dia mengatakan ingin bertahan, tetapi di lain waktu dia ingin pergi. Tidak ada masalah dengan itu. Dia orang yang baik, pekerja keras, profesional setiap hari, dan kami tidak memiliki hal buruk untuk dikatakan tentang dirinya," lanjut De Zerbi.
Komentar tersebut semakin memperkuat spekulasi bahwa Richarlison berpotensi meninggalkan Tottenham pada bursa transfer musim panas apabila tidak tercapai kesepakatan kontrak baru.
Baca Juga: Angka Pensiun Lebih Besar Dibanding Jumlah Rekrutan, SMP Negeri 2 Galur Mengalami Krisis Guru
Di tengah ketidakpastian masa depan Richarlison, De Zerbi justru menunjukkan kepercayaan besar kepada gelandang muda Archie Gray.
Pemain berusia 20 tahun itu dipercaya mengenakan ban kapten Tottenham dalam seluruh pertandingan tur pramusim di Australia, meski masih tergolong sebagai pemain muda.
De Zerbi menegaskan keputusan tersebut dibuat untuk meningkatkan rasa percaya diri Gray sekaligus mempersiapkannya sebagai salah satu pemimpin masa depan klub.
"Saya pelatihnya, jadi saya yang memutuskan," kata De Zerbi sambil tersenyum.
"Saya pikir keputusan ini lebih penting untuk Archie daripada pemain yang lebih senior. Musim lalu saya mengatakan dia adalah masa depan klub sekaligus bagian dari masa kini," jelasnya.
Menurut De Zerbi, Gray memiliki fleksibilitas luar biasa karena mampu bermain di beberapa posisi sekaligus, sehingga menjadi aset penting bagi Tottenham dalam jangka panjang.
Selain membahas skuad Tottenham, De Zerbi juga memberikan komentar mengenai kembalinya winger Chelsea, Mykhailo Mudryk, ke sepak bola profesional.
Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI MINGGU, 2 AGUSTUS 2026
Mudryk baru saja menyelesaikan proses banding atas sanksi doping yang membuatnya absen sejak November 2024. De Zerbi, yang pernah melatih pemain asal Ukraina itu di Shakhtar Donetsk, mengaku sangat bahagia melihat mantan anak asuhnya kembali bermain.
"Saya sangat, sangat bahagia. Dia orang yang baik dan pemain yang luar biasa," ungkapnya.
"Saya berharap dia bisa menunjukkan kualitasnya lagi setelah apa yang dialaminya selama dua tahun terakhir. Mungkin bukan saat melawan Tottenham, tetapi saya benar-benar senang melihatnya kembali," tegasnya.
Baca Juga: Lebih Menantang dari Olahraga Lari, Fitness Race Mulai Digandrungi di Jogjakarta
Sementara itu, Tottenham akan melanjutkan persiapan menuju musim baru dengan harapan dapat mempertahankan performa positif.
Namun, perhatian kini juga tertuju pada masa depan Richarlison yang masih belum memberikan kepastian apakah akan tetap bertahan di London Utara atau mencari tantangan baru.
Editor : Satria Putra Sejati