RADAR JOGJA - Kabar mengejutkan datang dari Newcastle United. Eddie Howe resmi mengakhiri kebersamaannya dengan The Magpies setelah lima tahun menjabat sebagai manajer. Keputusan tersebut mengakhiri era yang membawa Newcastle kembali menjadi salah satu kekuatan di sepak bola Inggris.
Menurut sejumlah laporan media Inggris, Howe memutuskan mundur karena ingin mengambil jeda dari dunia kepelatihan. Pelatih berusia 48 tahun itu dikabarkan telah menyampaikan keputusannya kepada manajemen dan staf pelatih sebelum tim kembali dari laga pramusim melawan Bristol City.
Kepergian Howe terjadi hanya beberapa jam setelah Newcastle menelan kekalahan telak 1-4 dari Bristol City dalam pertandingan uji coba di Ashton Gate.
Eddie Howe bergabung dengan Newcastle United pada November 2021 menggantikan Steve Bruce. Saat itu, klub berada di peringkat ke-19 klasemen Liga Inggris dan terancam terdegradasi.
Kedatangannya bertepatan dengan era baru Newcastle setelah klub diakuisisi oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Di bawah kepemimpinannya, Newcastle perlahan bangkit dan berhasil menghindari degradasi sebelum menutup musim 2021/2022 di papan tengah.
Performa tim terus meningkat pada musim-musim berikutnya. Howe sukses membawa Newcastle finis di empat besar Premier League dan kembali tampil di Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya sejak musim 2002/2003.
Puncak pencapaiannya datang ketika Newcastle menjuarai Piala Carabao, mengakhiri penantian panjang klub selama sekitar tujuh dekade untuk kembali mengangkat trofi domestik. Ia juga kembali mengantar Newcastle lolos ke Liga Champions usai finis di lima besar Liga Inggris.
Namun, musim terakhir Howe tidak berjalan sesuai harapan. Newcastle hanya mampu mengakhiri kompetisi di papan tengah dan gagal bersaing di jalur perebutan gelar. Di kompetisi Eropa, langkah mereka juga terhenti setelah tersingkir di babak 16 besar Liga Champions.
Laporan dari Inggris menyebutkan bahwa keputusan Howe bukan dipicu oleh persoalan kontrak ataupun konflik internal klub.
Pelatih asal Inggris itu dikabarkan merasa membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah menjalani periode yang intens bersama Newcastle selama lima musim terakhir.
Keputusan tersebut telah dipertimbangkan dalam beberapa pekan terakhir sebelum akhirnya disampaikan kepada jajaran pelatih dan manajemen klub.
Seiring hengkangnya Howe, Newcastle disebut mulai menyusun daftar kandidat pengganti. Salah satu nama yang mencuat adalah Matthias Jaissle, pelatih asal Jerman yang saat ini menangani klub Arab Saudi, Al-Ahli.
Meski usianya baru 38 tahun, Jaissle memiliki rekam jejak yang cukup menjanjikan.
Ia memulai karier sebagai pelatih di FC Liefering sebelum dipercaya menangani Red Bull Salzburg. Bersama klub Austria tersebut, Jaissle sukses mempersembahkan gelar liga dan piala domestik.
Setelah meninggalkan Salzburg, Jaissle menerima tawaran melatih Al-Ahli. Bersama klub Liga Pro Arab Saudi itu, ia berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions AFC serta Piala Super Arab Saudi, membuat namanya semakin diperhitungkan di kancah internasional.
Pergantian pelatih terjadi di tengah bursa transfer yang cukup sibuk bagi Newcastle. Klub sebelumnya telah melepas beberapa pemain penting, sementara sejumlah nama lain juga dikabarkan menjadi incaran klub-klub besar Eropa.
Baca Juga: Prediksi FC Midtjylland vs Besiktas Leg 2 Kualifikasi Europa League: Misi Comeback Tuan Rumah
Situasi tersebut membuat manajemen harus bergerak cepat untuk menunjuk pelatih baru agar persiapan menghadapi musim 2026/2027 tidak terganggu.
Apabila Jaissle benar-benar ditunjuk, ia akan menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan daya saing Newcastle di Premier League sekaligus memenuhi ekspektasi tinggi para pendukung setelah era sukses yang dibangun Eddie Howe.
Editor : Satria Putra Sejati