RADAR JOGJA - Mitchell Lee Baker mengawali karier internasionalnya bersama Timnas Indonesia dengan cara yang sulit dilupakan. Penyerang berusia muda itu langsung mencetak hattrick sekaligus dinobatkan sebagai Player of the Match saat Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga pembuka Grup A ASEAN Championship 2026, Senin (27/7) malam.
Penampilan sensasional tersebut menempatkan Baker dalam daftar pemain yang sangat langka di sepak bola internasional.
Sepanjang sejarah, hanya sedikit pemain yang mampu mencetak tiga gol pada laga debut senior mereka. Lebih sedikit lagi yang melengkapinya dengan penghargaan pemain terbaik pertandingan (Player of the Match), terutama karena penghargaan individu tersebut baru umum diberikan pada era modern.
Baker langsung menunjukkan kualitasnya sejak menit-menit awal pertandingan. Ia membuka keunggulan Indonesia pada menit keenam sebelum menggandakan skor sembilan menit kemudian.
Setelah Indonesia sempat unggul 3-0 melalui gol Sandy Walsh, Baker kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-56 untuk melengkapi hattrick di laga debutnya.
Tak hanya tajam di depan gawang, pergerakan Baker sepanjang pertandingan juga menjadi ancaman konstan bagi lini pertahanan Kamboja.
Baca Juga: Hasil Indonesia vs Kamboja, Hattrick Debut Mitchell Lee Baker Warnai Pesta Gol Skuad Garuda
Ketenangannya dalam penyelesaian akhir membuat pemain yang baru saja menyelesaikan proses perpindahan kewarganegaraan itu layak dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Di balik ketajaman Baker, Thom Haye juga memainkan peran penting. Gelandang Garuda membukukan tiga assist, termasuk untuk tiga gol yang dicetak Baker.
Kolaborasi keduanya menjadi kunci dominasi Indonesia yang menguasai 67 persen penguasaan bola serta melepaskan 23 tembakan, dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang.
Prestasi yang Sangat Langka
Mencetak hattrick pada laga debut internasional senior merupakan pencapaian yang sangat jarang terjadi.
Beberapa pemain pada era awal sepak bola memang pernah melakukannya, namun kala itu belum ada penghargaan resmi Player of the Match sehingga pencapaiannya tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan era modern.
Di era sepak bola modern, penghargaan pemain terbaik pertandingan telah menjadi bagian dari hampir setiap turnamen internasional.
Baca Juga: Usai Nihil Jatah Tahun Lalu, Sleman Dapat Dua Kuota Transmigrasi ke Kabupaten Poso Tahun Ini
Karena itu, pencapaian Baker menjadi semakin istimewa. Ia tidak hanya sukses mengawali karier bersama Timnas Indonesia dengan tiga gol, tetapi juga langsung membawa pulang penghargaan individu pada laga pertamanya.
Bagi Indonesia, penampilan Baker menjadi sinyal positif untuk perjalanan di ASEAN Championship 2026. Kehadirannya memberikan dimensi baru di lini depan Garuda, terlebih ketika didukung kreativitas Thom Haye yang tampil sebagai pengatur serangan.
Kemenangan 5-1 atas Kamboja pun menjadi awal yang ideal bagi skuad asuhan John Herdman dalam upaya memburu gelar ASEAN Championship 2026.
Baca Juga: JLFR Bulan Ini Bakal Disambut Pasukan Bersepeda di Pintu Masuk Malioboro Jogja
Jika mampu mempertahankan performa tersebut, Mitchell Lee Baker berpeluang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang turnamen.
Editor : Satria Putra Sejati