Innalillahiwainnailaihirojiun, Legenda PSS Sleman dan PSIM Jogja Fajar Listyantara Meninggal Dunia

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:46 WIB
Legenda sepak bola PSS Sleman dan PSIM Jogja, Markus Fajar Listyantara meninggal dunia.
Legenda sepak bola PSS Sleman dan PSIM Jogja, Markus Fajar Listyantara meninggal dunia.

RADAR JOGJA – Kabar duka datang dari dunia sepak bola Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu legenda sepak bola yang pernah memperkuat PSS Sleman dan PSIM Jogja, Markus Fajar Listyantara dikabarkan meninggal dunia.

Kepergian Fajar meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat, khususnya insan sepak bola di Kabupaten Sleman.

Ucapan belasungkawa datang dari berbagai pihak, termasuk Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang menyampaikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia sepak bola daerah.

Baca Juga: Kaleng Bekas Jadi Patung Burung Merak dan Ayam, Kabupaten Magelang Sabet Juara Dua Industri Hijau

Dalam pernyataannya, Harda Kiswaya menyebut Markus Fajar Listyantara sebagai salah satu putra terbaik Sleman yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mengharumkan nama daerah melalui sepak bola.

"Hari ini, lapangan hijau dan seluruh masyarakat Sleman diselimuti duka yang mendalam. Kita melepas salah satu putra terbaik, Markus Fajar Listyantara. Sosok legenda yang pernah mendedikasikan hidup, tenaga, dan cintanya untuk mengharumkan nama daerah," tulis Harda Kiswaya dalam postingan di Facebook.

Menurutnya, sepak bola bagi almarhum bukan sekadar olahraga atau pertandingan semata. Fajar dinilai telah menanamkan nilai-nilai perjuangan, loyalitas, serta kehormatan dalam setiap pengabdiannya membela Sleman.

Baca Juga: Go-Tren Inovasi Kemenag Kebumen Buat Pesantren Antikekerasan, Perundungan dan Diskriminasi

Bupati Sleman menegaskan bahwa setiap tetes keringat dan dedikasi yang diberikan Markus Fajar Listyantara telah menjadi bagian dari sejarah sepak bola Sleman. Warisan tersebut diyakini akan terus menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan membangun sepak bola daerah.

"Almarhum menanamkan fondasi jiwa ksatria, loyalitas tanpa batas, serta nilai kehormatan dalam membela tanah kelahiran. Setiap keringat dan jejak baktinya telah mengukir sejarah yang akan terus menginspirasi generasi muda Sleman dari masa ke masa," lanjutnya.

Harda Kiswaya juga menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa duka.

Baca Juga: Membanggakan, Tiga Pelajar SMA Wakili DIY ke National Schools Debating Championship (NSDC)

"Saya menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik dan penuh kedamaian di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa dilimpahi ketabahan dan kekuatan," lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Harda memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah menjadi teladan bagi sepak bola Sleman.

"Selamat jalan, Legenda. Perjuangan, dedikasi, dan keteladananmu akan selalu hidup dan menyala dalam jiwa sepak bola Sleman," tegas Harda.

Baca Juga: Penggalian Gorong-Gorong tanpa Penerangan di Jalan Playen–Paliyan Telan Korban Luka, Polres Gunungkidul Lakukan Antisipasi

Kepergian Markus Fajar Listyantara menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Sleman dan seluruh pecinta sepak bola yang mengenal dedikasi serta pengabdiannya selama bertahun-tahun.

Nama dan jasa almarhum dipastikan akan tetap dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan sejarah sepak bola DIY, terutama Sleman.

Editor : Satria Putra Sejati
Markus Fajar Listyantara markus Fajar Listyantara meninggal fajar listyantara Bupati Sleman Harda Kiswaya Harda Kiswaya