SLEMAN - PSS Sleman menyiapkan perubahan identitas permainan pada Super League 2026/2027. Di bawah arahan Pieter Huistra, Laskar Sembada membangun DNA permainan baru dengan mengedepankan sepak bola menyerang, agresif, dan dominasi penguasaan bola sebagai identitas utama tim musim depan.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menjelaskan, dirinya bersama manajemen telah sepakat untuk menanamkan karakter permainan yang atraktif dan agresif sejak masa persiapan kali ini. "Kami punya filosofi yang jelas. Kami ingin bermain dengan gaya tertentu, bermain menyerang dan menguasai bola (keep the ball)," bebernya Kamis (23/7).
Baca Juga: Perbaikan Jembatan Gantung Dikeluhkan, Akses Warga Terganggu, Harus Memutar hingga Lima Kilometer
Guna mewujudkan skema ideal tersebut, pelatih berusia 59 tahun ini menyadari perlunya komposisi pemain yang benar-benar tepat. Tak heran, aktivitas berburu amunisi anyar PSS Sleman musim ini terbilang cukup ketat dan memakan waktu yang tak singkat.
Huistra membocorkan, jika ia bersama tim analisis dan manajemen harus melahap puluhan jam rekaman video demi mengamati detail kualitas calon penggawa anyar Super Elja. "Saya sudah melihat banyak sekali video bersama asisten pelatih dan tim teknis manajemen. Proses seleksinya cukup panjang," ujarnya.
Kendati harus melewati proses pemantauan yang menguras energi, Huistra mengaku cukup puas dengan komposisi skuad yang berhasil dirakitnya. Menurutnya, deretan pemain yang didatangkan ke Bumi Sembada untuk musim 2026/2027 nanti sudah sesuai dengan standar dan kriteria khusus yang dipatok. "Yang paling penting adalah mereka semua (pemain) cocok dengan gaya permainan yang ingin kami terapkan," tandasnya. (ayu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita