Kevin Keegan Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun, Legenda Sepak Bola Inggris Tinggalkan Warisan Abadi

Bahana. • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 10:39 WIB
Kevin Keegan
Kevin Keegan

Legenda sepak bola Inggris, Kevin Keegan, meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah berjuang melawan kanker stadium empat. Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga melalui pernyataan resmi yang menyebut Keegan mengembuskan napas terakhir dengan didampingi istri dan kedua putrinya.

Dilansir dari SportMole, dalam pernyataan tersebut, keluarga menggambarkan Keegan sebagai sosok suami, ayah, dan kakek yang sangat dicintai. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim medis yang telah merawatnya serta meminta privasi di tengah masa berkabung.

Kepergian Keegan menjadi kehilangan besar bagi dunia sepak bola. Selama kariernya, ia dikenal sebagai salah satu pemain dan pelatih paling berpengaruh dalam sejarah Inggris. Prestasinya mencakup dua gelar Ballon d'Or, juara Piala Champions Eropa, kapten Timnas Inggris, hingga arsitek tim legendaris Newcastle United yang dijuluki "The Entertainers."

Dari Scunthorpe Menuju Puncak Bersama Liverpool

Baca Juga: Hibah Tuwanggana Akan Buat Jalan Desa Mulus, Program Padat Karya APBD dan BKK Dais Sasar 39 Titik di Kulon Progo

Lahir pada 14 Februari 1951, Kevin Keegan memulai perjalanan profesionalnya bersama Scunthorpe United. Bakatnya kemudian menarik perhatian pelatih legendaris Liverpool, Bill Shankly, yang memboyongnya ke Anfield pada 1971.

Meski tidak memiliki postur tubuh yang besar, Keegan dikenal berkat kecepatan, semangat juang tanpa henti, determinasi tinggi, serta naluri mencetak gol di momen-momen penting. Karakter tersebut membuatnya menjadi idola suporter sekaligus sosok yang sangat dihormati rekan setim.

Selama enam musim membela Liverpool, Keegan menjadi bagian penting era keemasan klub. Ia membantu The Reds meraih tiga gelar Divisi Satu Inggris, satu Piala FA, dua Piala UEFA, dan satu trofi Piala Champions Eropa pada 1977. Bahkan, ia dipercaya menjadi kapten saat Liverpool mengalahkan Borussia Monchengladbach di final sebelum memutuskan hijrah ke Jerman.

Sukses Besar di Hamburg dan Raih Dua Ballon d'Or

Keputusan Keegan bergabung dengan Hamburger SV sempat mengejutkan publik Inggris karena saat itu sangat jarang pemain top Inggris berkarier di luar negeri.

Namun langkah tersebut terbukti tepat. Bersama Hamburg, ia sukses mengantarkan klub menjuarai Bundesliga musim 1978-79 dan meraih penghargaan Ballon d'Or secara beruntun pada 1978 serta 1979.

Prestasi tersebut menjadikannya salah satu dari sedikit pemain Inggris yang mampu memenangkan penghargaan individu paling bergengsi di Eropa sebanyak dua kali.

Selama berseragam Hamburg, Keegan mencatatkan 90 penampilan di Bundesliga dengan torehan 32 gol. Ia juga membawa klub mencapai final Piala Champions Eropa pada 1980 sebelum kembali ke Inggris.

Bersinar di Southampton dan Tutup Karier di Newcastle

Sekembalinya ke Inggris, Keegan memperkuat Southampton selama dua musim. Pada musim 1981-82, ia tampil sebagai pencetak gol terbanyak kompetisi kasta tertinggi Inggris.

Tahun 1982, Keegan bergabung dengan Newcastle United. Bersama klub tersebut ia mengakhiri karier profesionalnya sebagai pemain pada 1984.

Baca Juga: Apes, Tumpukan Sampah di TPA Kaligending Kebumen Buat Wilayahnya Tercemar, Produknya Tak Diminati

Di level internasional, Keegan mencatatkan 63 penampilan bersama Timnas Inggris antara 1972 hingga 1982 dengan koleksi 21 gol. Ia juga sempat dipercaya mengenakan ban kapten meski gagal membawa Inggris meraih prestasi besar di turnamen internasional.

Membangkitkan Newcastle Lewat "The Entertainers"

Karier Keegan tidak berhenti setelah gantung sepatu. Pada Februari 1992, ia ditunjuk sebagai pelatih Newcastle United yang saat itu tengah terpuruk.

Dalam musim penuh pertamanya, Keegan sukses membawa Newcastle promosi ke Premier League. Tak butuh waktu lama, The Magpies berubah menjadi salah satu penantang gelar melalui gaya bermain menyerang yang atraktif dan kemudian dikenal sebagai "The Entertainers."

Meski gagal mempertahankan keunggulan atas Manchester United pada musim 1995-96 sehingga kehilangan gelar Liga Inggris, tim racikan Keegan tetap dikenang sebagai salah satu tim paling menghibur sepanjang sejarah Premier League.

Setelah itu, Keegan juga menangani Fulham, Timnas Inggris, dan Manchester City. Bersama City, ia membawa klub menjuarai Divisi Satu musim 2001-02 sekaligus kembali promosi ke Premier League.

Karier kepelatihannya berakhir setelah menjalani periode singkat kedua bersama Newcastle pada 2008.

Ikon Sepak Bola Inggris

Popularitas Kevin Keegan tidak hanya berasal dari lapangan hijau. Pada masa jayanya, ia menjadi salah satu pesepak bola Inggris pertama yang berstatus selebritas nasional, sering tampil di televisi, iklan, hingga berbagai program hiburan.

Baca Juga: Silpa APBD Kabupaten Magelang 2025 Rp 183 M, DPRD Sebut Bukti Tak Optimalnya Perencanaan dan Penyerapan Anggaran

Di luar sepak bola, Keegan dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan keluarganya. Ia meninggalkan seorang istri, dua putri, dan sejumlah cucu yang disebut sebagai pusat kehidupannya.

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai klub yang pernah dibelanya. Newcastle United menyebut Keegan sebagai "salah satu sosok paling ikonik, paling berpengaruh, dan paling dicintai dalam sejarah klub." Sementara Hamburg mengenangnya sebagai "pemain luar biasa dan salah satu pesepak bola terbaik yang pernah mengenakan seragam klub." Liverpool, Manchester City, dan Southampton juga turut memberikan penghormatan kepada sang legenda.

Keluarga sebelumnya mengungkapkan pada Januari lalu bahwa Keegan didiagnosis mengidap kanker stadium empat setelah menjalani pemeriksaan akibat keluhan pada bagian perut.

Bagi jutaan pencinta sepak bola, Kevin Keegan akan selalu dikenang sebagai "King Kev", sosok yang berhasil mencapai puncak karier sebagai pemain, menginspirasi sebagai pelatih, dan meninggalkan warisan besar yang akan terus hidup dalam sejarah sepak bola Inggris.

Editor : Bahana.
Kevin Keegan liverpool newcastle united Sepak Bola inggris