Spanyol Juara Dunia, Nobar di Stasiun Tugu Jogja Disambut Sorak Penonton

Yusuf Bastiar • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:46 WIB
Ratusan pengunjung nonton bareng memadati pelataran Stasiun Tugu Jogjakarta pada Senin dini hari (20/7)- Yusuf Bastiar/Radar Jogja
Ratusan pengunjung nonton bareng memadati pelataran Stasiun Tugu Jogjakarta pada Senin dini hari (20/7)- Yusuf Bastiar/Radar Jogja

JOGJA - Peluit panjang dibunyikan wasit. Seketika tepuk tangan dan sorak-sorai menggema di Hall Stasiun Tugu Jogjakarta. Ratusan pasang mata yang sejak awal pertandingan terpaku ke layar lebar larut dalam euforia laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina.

Suasana nobar berlangsung penuh gairah. Sebagian penonton mengenakan atribut La Furia Roja, sementara lainnya memberikan dukungan kepada Albiceleste. Setiap serangan yang mengarah ke gawang memancing menegakkan punggung, tegang, menahan napas, lalu bersorak ketika peluang berhasil digagalkan.

Sejak menit-menit awal pertandingan, Spanyol tampil agresif. Lamine Yamal beberapa kali mengancam pertahanan Argentina, namun peluangnya mampu dipatahkan lini belakang lawan. Argentina pun sesekali membalas lewat serangan balik yang membuat suasana di area nobar semakin riuh.

Pertandingan berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir tanpa gol. Kebuntuan akhirnya pecah pada babak tambahan waktu. Ferran Torres yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol kemenangan pada menit ke-106 sekaligus memastikan Spanyol menang 1-0 atas Argentina dan meraih gelar juara dunia keduanya. Salah seorang penonton, Meranggas Dwi Prakoso, mengaku sengaja datang ke Stasiun Tugu karena ingin merasakan atmosfer final Piala Dunia bersama para pecinta sepak bola lainnya.

"Saya memang ingin nonton bareng final Piala Dunia karena pertandingannya menarik. Saya mendukung Spanyol, apalagi ada Lamine Yamal yang menurut saya menjadi pemain andalan mereka," ujarnya saat ditemui seusai nobar, Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Kehadiran Langsung Tersangka Korupsi Hibah Pariwisata Raudi Akmal di Sidang Praperadilan Tergantung Izin Kejari Sleman

Ia mengaku puas dengan hasil pertandingan meski sempat dibuat tegang sepanjang laga. Menurutnya, kemenangan Spanyol menjadi penutup yang manis bagi turnamen. "Walaupun ada beberapa keputusan wasit yang membuat pertandingan semakin menegangkan, kami tetap senang Spanyol bisa menjadi juara. Harapannya tentu suatu saat Indonesia juga bisa tampil di Piala Dunia, minimal lolos dari babak kualifikasi," katanya.

Deputi Daerah Operasi 6 KAI Jogjakarta Rahim Ramdhani mengatakan, kegiatan nobar digelar sebagai upaya mendekatkan layanan kepada pelanggan sekaligus memberikan pengalaman berbeda di kawasan stasiun.

"Dari kantor pusat dipilih beberapa kota dan Daop 6 Jogjakarta menjadi salah satunya karena memiliki area yang luas dan Stasiun Tugu beroperasi selama 24 jam," ujarnya.

Rahim menjelaskan, peserta yang memiliki aplikasi Access by KAI memperoleh sejumlah keuntungan, salah satunya area duduk khusus selama nobar berlangsung. Program tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai layanan digital yang dimiliki KAI. Pihaknya semula menargetkan sekitar 250 peserta. Namun antusiasme masyarakat melampaui perkiraan sehingga jumlah penonton yang hadir lebih banyak dari target.

"Antusiasme masyarakat sangat baik. Kalau respons seperti ini terus positif, ke depan bukan tidak mungkin akan ada kegiatan serupa sebagai layanan tambahan bagi pelanggan," ucapnya.

Ia memastikan penyelenggaraan nobar tidak mengganggu operasional perjalanan kereta api. Seluruh aktivitas penumpang tetap berjalan normal dan petugas tetap memberikan pelayanan kepada calon penumpang yang akan berangkat. "Kegiatan ini kami atur agar 

Editor : Bahana.
Nobar Final Piala Dunia 2026 stasiun tugu Yogyakarta Stasiun Tugu Jogja