Kenapa Trader Kripto Memantau DXY Index? Ini Hubungannya dengan Pasar

RADAR JOGJA - Pergerakan bitcoin dollar tidak hanya dipengaruhi aktivitas di pasar kripto. Kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, likuiditas, dan perubahan kekuatan dolar AS juga dapat menjadi bagian dari sentimen yang diperhatikan pelaku pasar.
Salah satu indikator makro yang sering diamati adalah DXY Index atau U.S. Dollar Index. Indeks ini digunakan untuk mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama dunia sehingga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi dolar di pasar global.
Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan pasar melalui academy crypto, memahami DXY dapat membantu melihat pergerakan kripto dari sudut pandang makroekonomi. Namun, DXY bukan indikator yang dapat menentukan arah Bitcoin atau aset kripto secara pasti.
Lantas, apa sebenarnya DXY Index dan mengapa pergerakannya sering ikut diperhatikan oleh trader kripto?
DXY atau U.S. Dollar Index adalah indeks yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang, yaitu euro (EUR), yen Jepang (JPY), pound sterling Inggris (GBP), dolar Kanada (CAD), krona Swedia (SEK), dan franc Swiss (CHF).
Komposisinya tidak memiliki bobot yang sama. Euro memiliki bobot terbesar sebesar 57,6%, kemudian yen Jepang 13,6%, pound sterling 11,9%, dolar Kanada 9,1%, krona Swedia 4,2%, dan franc Swiss 3,6%.
Karena itu, perubahan nilai euro terhadap dolar AS memiliki pengaruh yang relatif besar terhadap pergerakan DXY.
Secara sederhana:
● DXY naik: dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang tersebut.
● DXY turun: dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang tersebut.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



