RADAR JOGJA - Bintang Argentina, Lionel Messi menanggapi para pengkritik yang terus-menerus menyerang juara bertahan Piala Dunia terkait persepsi tentang keputusan wasit yang menguntungkan dan perlakuan istimewa dari pihak pengurus sepak bola.
Ia mengatakan kemampuan tim untuk membalikkan keadaan saat tertinggal di akhir pertandingan, seperti yang terbaru dalam kemenangan semifinal atas Inggris, adalah hasil dari tradisi juara dan tidak lebih dari itu.
Setelah tertinggal 1-0 hingga menit ke-85, Argentina bangkit dan meraih kemenangan 2-1 atas Inggris pada Kamis (16/7) dini hari untuk melaju ke final Piala Dunia.
Baca Juga: Luke Vickery Resmi Menjadi WNI, Siap Perkuat Timnas Indonesia
Kemenangan tersebut membuat puluhan ribu orang membanjiri jalan-jalan Buenos Aires dalam perayaan yang penuh kegembiraan, dan menandai comeback luar biasa lainnya yang menunjukkan ketekunan tim yang kini hanya butuh satu kemenangan lagi untuk meraih gelar juara berturut-turut. Argentina akan menghadapi Spanyol di final.
Sebelumnya, Argentina lolos setelah mengalahkan Cape Verde dan Swiss melalui perpanjangan waktu, serta bangkit untuk meraih kemenangan tak terduga 3-2 atas Mesir setelah tertinggal 2-0 dengan sisa 11 menit waktu reguler.
Namun, baik pelatih Swiss maupun Mesir mengkritik keputusan wasit. Hossam Hassan dari kubu The Pharaohs bahkan mengatakan bahwa timnya menjadi korban sistem sepak bola yang memihak Messi dan Argentina.
Baca Juga: Tuchel Klaim DNA Inggris Harus Diubah Jika Ingin Memenangkan Turnamen Besar
Komentar-komentar tersebut memicu kritik yang dilontarkan para penggemar yang berpendapat bahwa drawing grup menguntungkan La Albiceleste, serta tuduhan tak berdasar di media sosial yang menyatakan bahwa badan pengatur sepak bola ingin Argentina kembali menjadi juara Piala Dunia.
“Kami telah menjadi yang terbaik selama empat tahun terakhir ini, suka atau tidak suka, dan apa pun yang dikatakan orang,” kata Messi.
"Sekali lagi, kami telah membuktikan diri sebagai salah satu dari dua tim terbaik di dunia. Itu membuktikan bahwa semua yang telah kami lakukan bukanlah kebetulan belaka dan bahwa tidak ada yang diberikan begitu saja kepada kami," imbuhnya.
Baca Juga: Jersey Final Piala Dunia 1958 Milik Pele Terjual dengan Harga Fantastis Senilai 87 Milyar
Pertandingan melawan Swiss bergantung pada keputusan wasit yang memicu kemarahan mereka yang meyakini Argentina telah diistimewakan oleh ofisial Piala Dunia.
Tim Swiss baru saja menyamakan skor menjadi 1-1 melalui gol Dan Ndoye pada menit ke-67 ketika Leandro Paredes mendapat kartu kuning akibat tekel terhadap Breel Embolo. Namun, tayangan ulang menunjukkan bahwa pemain Swiss itu sudah terjatuh sebelum gelandang Argentina itu bersentuhan dengannya, dan karena Embolo sebelumnya telah menerima kartu kuning, ia pun diusir dari lapangan sehingga Swiss harus bertahan dengan 10 pemain.
“Kami dihukum karena sebuah aturan yang menurut saya sama sekali tidak dapat diterima,” kata pelatih Swiss, Murat Yakin, setelah pertandingan itu.
Baca Juga: Berbeda dari Sebelumnya, TMMD Sengkuyung Tahap III Fokus Bangun Akses Jalan Strategis ke Jatiayu
“Sangat menyakitkan bahwa kami tersingkir dengan cara seperti itu. Saya tidak berpikir kami pantas mendapatkannya hari ini, dan menurut saya, para pemain saya adalah pahlawan sejati," jelasnya.
Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Mesir menyatakan bahwa mereka tidak bisa tinggal diam setelah apa yang mereka anggap sebagai wasit yang tidak adil dan bias dalam kekalahan melawan Argentina.
Tim Argentina belum menanggapi keluhan-keluhan terkait wasit dan FIFA. Dalam konferensi pers sebelumnya, pelatih Argentina Lionel Scaloni bahkan menyarankan para wartawan yang menanyakan hal tersebut untuk jangan terlalu sering karena hanya akan menjadi konsumsi media sosial.
Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI JUMAT, 17 JULI 2026
Namun, setelah kemenangan atas Inggris, sang juara bertahan itu membalas.
“Mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut adalah sesuatu yang sangat sedikit yang bisa mencapainya, dan tim ini berhasil melakukannya,” kata Messi.
" Jika kami kalah dari Inggris, pasti akan ada orang-orang yang muncul untuk mengumbar omong kosong, tapi kami tidak memberi mereka kesempatan itu," tegas Messi.
Scaloni, di sisi lain, mengatakan setelah semifinal bahwa pembicaraan soal ‘bantuan’ ini akan selalu ada. Dengan VAR saat ini, sangat sulit untuk mendapatkan bantuan karena hal tersebut harus sangat jelas sekali.
“Kami tahu tidak ada bantuan,” pungkas Scaloni.
Editor : Satria Putra Sejati