RADAR JOGJA - Mikel Oyarzabal mencetak gol dari titik penalti berkat aksi cerdik yang dilakukan Lamine Yamal sebelum Pedro Porro menambah satu gol lagi saat Spanyol melaju ke final Piala Dunia pertamanya sejak menjuarai turnamen tersebut pada 2010 berkat kemenangan 2-0 atas Prancis pada Rabu (15/7) dini hari.
Sehari setelah ulang tahunnya yang ke-19, Yamal gagal mencetak gol akibat keputusan offside yang sangat tipis, yang terjadi tak lama setelah umpan satu-dua antara Porro dan Dani Olmo pada menit ke-58 membawa La Roja unggul 2-0.
Namun, justru permainan cerdas Yamal melawan seorang bek berpengalamanlah yang membawa Spanyol memimpin.
Tim Luis de la Fuente akan menghadapi juara bertahan Argentina atau Inggris di East Rutherford, New Jersey di partai final dimana keduanya akan saling berhadapan pada Kamis (16/7) dini hari di Atlanta.
Kylian Mbappe dan Prancis, tim peringkat teratas FIFA, berusaha menjadi tim ketiga yang mencapai tiga final Piala Dunia berturut-turut. Alih-alih mencapai hal tersebut, Les Blues akan bertanding di pertandingan perebutan tempat ketiga di Miami Gardens, Florida, sehari sebelum final di MetLife Stadium yang terletak di seberang sungai dari Kota New York.
Kemenangan di panggung terbesar sepak bola ini menandai musim panas ketiga berturut-turut di mana Spanyol mengalahkan Prancis dalam pertandingan semifinal turnamen.
Yamal mencetak gol dalam kemenangan 2-1 di semifinal Kejuaraan Eropa 2024 hanya beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-17, dan La Roja menang 5-4 dalam laga Nations League tahun lalu.
Setelah kemenangan di perempat final atas Belgia, Yamal mengatakan ia yakin Prancis harus takut terhadap Spanyol. Kata-kata itu terbukti benar.
Tendangan penalti Oyarzabal pada menit ke-22 terjadi setelah Yamal mendapat pelanggaran saat ditendang oleh bek Lucas Digne.
Setelah sentuhan pertama yang buruk dengan kepalanya, Digne berusaha menghalau bola saat Yamal berlari dari belakang untuk merebut bola di area penalti.
Bola membentur siku remaja yang sedang melompat itu sebelum ia ditendang oleh Digne, yang saat itu sedang memainkan pertandingan ke-63-nya untuk Prancis hanya enam hari sebelum ulang tahunnya yang ke-33.
Editor : Satria Putra Sejati