RADAR JOGJA - Pemain bertahan tim nasional Prancis, Ibrahima Konate menanggapi santai komentar yang dilontarkan penyerang muda Spanyol, Lamine Yamal yang mengatakan 'Les Blues seharunya takut melawan La Roja', menjelang pertemuan kedua tim di semifinal Piala Dunia 2026.
Konate menegaskan skuad Prancis lebih memilih fokus mempersiapkan pertandingan daripada menanggapi pernyataan lawan.
Dalam keterangannya kepada media, bek Real Madrid tersebut mengatakan bahwa setiap pemain berhak menyampaikan pendapatnya. Namun, menurutnya, hasil pertandingan akan menjadi penentu yang sesungguhnya.
"Dia bisa mengatakan apa pun yang dia mau. Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin, dan pada akhir pertandingan, kita akan lihat siapa yang akan menang," kata pemain 27 tahun tersebut, dikutip dari instagram @liveherewego.
Konate juga menepis anggapan bahwa Prancis merasa terintimidasi oleh performa Spanyol yang tampil impresif.
Dia menegaskan timnya tetap menghormati setiap lawan, tetapi tidak akan memasuki pertandingan dengan rasa takut.
"Apakah kami takut pada Spanyol? Tidak, tidak, tidak. Sejujurnya, kami tidak memperhatikan apa yang dikatakan. Kami tidak boleh takut kepada siapa pun. Kami harus tetap rendah hati dan tidak takut pada hal itu, terutama pada tahap turnamen ini," imbuhnya.
Menurut Konate, menjaga fokus dan kerendahan hati merupakan hal yang lebih penting dibandingkan menanggapi komentar yang berkembang di luar lapangan. Dalam pandangannya, persiapan yang matang akan menjadi faktor utama dalam menghadapi pertandingan penting tersebut.
Laga Prancis melawan Spanyol diperkirakan berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama memiliki kualitas pemain yang mumpuni. Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi kedua negara untuk melanjutkan langkah mereka di turnamen.
Pernyataan Konate sekaligus menunjukkan kepercayaan diri skuad Prancis dalam menghadapi salah satu lawan terkuat di kompetisi. Meski menghormati kualitas Spanyol, Les Bleus menegaskan fokus utama mereka adalah menampilkan performa terbaik ketika pertandingan dimulai.
Editor : Satria Putra Sejati